Selamatkan Lahan Pertanian di 24 Kabupaten Kota dengan Lakukan Pompanisasi
Kamis, 13 Agu 2026 17:09
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terus bergerak cepat menangani dampak kekeringan tanaman padi di sejumlah daerah menghadapi ancaman puncak musim kemarau. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terus bergerak cepat menangani dampak kekeringan tanaman padi di sejumlah daerah menghadapi ancaman puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino.
Tim Provinsi Sulsel dikerahkan membentuk Satgas pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) bekerjasama dengan dinas pertanian dari 24 kabupaten/kota secara serentak bergerak ke semua daerah terdampak untuk melakukan upaya-upaya maksimal.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan langkah tersebut merupakan upaya Pemprov Sulsel menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi lahan persawahan petani dari dampak musim kemarau.
“Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak,” kata Andi Sudirman, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Bustanul Arifin, mengatakan tim di lapangan berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman untuk menentukan lokasi prioritas penanganan.
“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujar Bustanul.
Dijelaskan, Pemprov Sulsel sementara memfokuskan penanganan dengan menyalurkan kurang lebih 300 unit pompa air dan pembangunan kurang lebih 100 titik sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan.
Intervensi tersebut untuk memastikan lahan pertanian yang masih memiliki potensi produksi tetap mendapatkan pasokan air sehingga tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah.
“Jadi sementara kita fokuskan kurang lebih 300 pompa air dan bantuan sumur bor kurang lebih 100 titik di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan dampak El Nino ke depan,” jelasnya.
Bustanul mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi sejumlah kawasan jaringan irigasi teknisnya belum optimal. Gangguan pada jaringan irigasi, khususnya dari bagian hulu, dapat berpengaruh terhadap pasokan air hingga ke lahan persawahan di bagian hilir.
“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” ungkapnya.
“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” tambah Bustanul.
Sementara di sisi hilir, intervensi langsung dilakukan melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor pada titik-titik yang membutuhkan. “Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” tandasnya.
Tim Provinsi Sulsel dikerahkan membentuk Satgas pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) bekerjasama dengan dinas pertanian dari 24 kabupaten/kota secara serentak bergerak ke semua daerah terdampak untuk melakukan upaya-upaya maksimal.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan langkah tersebut merupakan upaya Pemprov Sulsel menjaga produktivitas pertanian sekaligus melindungi lahan persawahan petani dari dampak musim kemarau.
“Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak,” kata Andi Sudirman, Selasa (11/8/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Bustanul Arifin, mengatakan tim di lapangan berkoordinasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman untuk menentukan lokasi prioritas penanganan.
“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujar Bustanul.
Dijelaskan, Pemprov Sulsel sementara memfokuskan penanganan dengan menyalurkan kurang lebih 300 unit pompa air dan pembangunan kurang lebih 100 titik sumur bor di wilayah yang mengalami kekeringan.
Intervensi tersebut untuk memastikan lahan pertanian yang masih memiliki potensi produksi tetap mendapatkan pasokan air sehingga tanaman padi tidak mengalami kerusakan lebih parah.
“Jadi sementara kita fokuskan kurang lebih 300 pompa air dan bantuan sumur bor kurang lebih 100 titik di seluruh wilayah yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau dan dampak El Nino ke depan,” jelasnya.
Bustanul mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kondisi sejumlah kawasan jaringan irigasi teknisnya belum optimal. Gangguan pada jaringan irigasi, khususnya dari bagian hulu, dapat berpengaruh terhadap pasokan air hingga ke lahan persawahan di bagian hilir.
“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” ungkapnya.
“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” tambah Bustanul.
Sementara di sisi hilir, intervensi langsung dilakukan melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor pada titik-titik yang membutuhkan. “Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” tandasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Aktivasi Serentak 480 SPPG 3T di Wilayah Timur Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
Jum'at, 02 Okt 2026 23:19
News
Gubernur Bekali Praja IPDN Sulsel tentang Integritas, Kejujuran dan Kerja Keras
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memberikan ceramah umum kepada para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa, Rabu (30/9/2026).
Kamis, 01 Okt 2026 11:06
News
Dari Pemprov hingga Pemerintah Pusat, Jejak 40 Tahun Pengabdian Jufri Rahman
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman akan memasuki masa purnabakti sebagai aparatur sipil negara (ASN) pada 1 Oktober 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 11:02
News
Usai Drainase Rampung, 800 Meter Jalan Aroepala Makassar Diaspal Lapis Kedua
Sebagian Jalan Aroepala di Kota Makassar akan kembali diaspal melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pengaspalan lapis kedua ini akan dilakukan usai pengerjaan drainase rampung.
Kamis, 01 Okt 2026 10:51
Sulsel
Program MYP Irigasi Sulsel Tingkatkan Produksi Padi
Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menunjukkan progres signifikan.
Rabu, 30 Sep 2026 10:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sambut IAS Malam-malam, Nirwan Arifuddin Diminta Jaga Kesolidan Golkar Bulukumba
2
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
3
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
4
Jelang Musda HKTI Sulsel, Sudaryono Makan Siang Bersama AIA dan Burhanuddin Andi
5
FIN Expo 2026 Jadi Momentum Perluas Akses & Literasi Keuangan Masyarakat Sulsel