BKKBN Sulsel Bekali Siswa Sekolah Rakyat Dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi

Rabu, 19 Agu 2026 14:20
BKKBN Sulsel Bekali Siswa Sekolah Rakyat Dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi
Comment
Share
MAKASSAR - Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh seberapa kuat generasi mudanya dipersiapkan.

Kesadaran itulah yang menjadi pesan utama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan saat memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan bertajuk Edukasi Kesehatan Reproduksi Sesuai Siklus Hidup pada Kelompok Risiko Tinggi dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang bagi para siswa untuk memperoleh informasi yang benar dan mudah dipahami mengenai kesehatan reproduksi, pubertas, kesehatan mental, perlindungan diri, hingga kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja tidak boleh dipandang sebatas persoalan seksual. Menurutnya, pengetahuan tersebut merupakan bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan di masa mendatang.

“Kesehatan reproduksi bukan sekadar persoalan seksual, tetapi mencakup pemahaman mengenai perubahan tubuh pada masa pubertas, kemampuan menjaga kesehatan diri, menghargai diri sendiri dan orang lain, memahami batasan serta otoritas tubuh, menjaga kesehatan mental, dan kemampuan mengambil keputusan yang bertanggung jawab.” sebut Fatmawati.

Ia menegaskan, masa remaja merupakan fase penting dalam siklus kehidupan. Berbagai keputusan yang diambil pada periode tersebut dapat berpengaruh terhadap pendidikan, kesehatan, karier, kehidupan berkeluarga, hingga masa depan seorang anak.

Melalui edukasi yang diberikan, remaja diharapkan mampu melindungi diri dari berbagai risiko, antara lain penyalahgunaan NAPZA, infeksi menular seksual dan HIV, kekerasan seksual, serta perkawinan usia anak.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi hari ini saja, tetapi menjadi awal tumbuhnya kesadaran dan kebiasaan positif dalam menjaga kesehatan reproduksi, kesehatan mental, serta merencanakan masa depan,” ujar Fatmawati.

Fatmawati menegaskan investasi terbesar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 adalah membangun manusianya sejak sekarang dengan memastikan remaja tumbuh sehat, tangguh, berkarakter, berkualitas, serta memiliki perencanaan kehidupan yang baik.

Turut hadir sejumlah narasumber dan fasilitator dr Farid Abdullah, Meizara Puspita Dewi, serta perwakilan Forum Generasi Berencana (GenRe). Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih komprehensif kepada siswa mengenai kesehatan reproduksi dan tantangan yang dihadapi remaja.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN, SRMA 26 Makassar, Forum GenRe, tenaga ahli, dan berbagai pihak dalam menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan remaja.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru