UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
Senin, 07 Sep 2026 11:18
Foto bersama Pekan Pesantren di Masjid Baiturrahman, Desa Padanglampe, Kecamatan Marang, Kabupaten Pangkep, Senin (7/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
PANGKEP - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Pekan Pesantren di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Desa Padanglampe, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Senin (7/9/2026).
Rangkaian Pekan Pesantren tersebut digelar mulai tanggal 7 hingga 21 September 2026, dengan total keseluruhan pelaksanaan sebanyak tujuh gelombang pada tahun ini.
Wakil Rektor IV UMI (Bidang Tata Kelola Kampus Islami dan Pengembangan Pendidikan), Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengenalan komprehensif kepada mahasiswa baru, mulai dari pengenalan yayasan, universitas, fakultas, hingga kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan pengembangan karakter.
"Ini adalah angkatan pertama dan Insyaallah akan berlangsung sampai tanggal 21 September yang dibagi sebanyak tujuh angkatan. Oleh karena itu, mahasiswa baru wajib mengikuti program ini, dan mereka akan diberikan pembekalan sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan oleh panitia. Pembentukan karakter dan akhlak bagi mahasiswa baru, sehingga mereka nanti Insyaallah siap untuk menjadi mahasiswa yang unggul di kampus ketika menjalani perkuliahan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program pembinaan tersebut sejalan dengan tradisi keislaman di UMI yang telah terintegrasi dalam kurikulum melalui program Pencerahan Kalbu yang berbobot 6 SKS.
"Tidak bisa sarjana kalau tidak mengikuti pencerahan kalbu karena masuk dalam kurikulum. Termasuk mahasiswa asing. Jadi yang lalu angkatan lalu ini ada mahasiswa dari Palestina, kedokteran, perempuan. Dia ikut, tinggal di sini mondok selama satu bulan. Begitu juga mahasiswa asing lain yang memang berada di sejumlah fakultas," tambah Dr KH. Muhammad Ishaq.
Mantan Ketua Umum DPP IMMIM itu mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa asing di UMI terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Dia bilang, peningkatan ini didominasi oleh mahasiswa asal Sudan dan Timor Leste, dengan mahasiswa Sudan mencatatkan porsi terbanyak dari total 12 mahasiswa baru internasional pada angkatan ini.
"Universitas ini berkomitmen menuju world-class university dengan menerima mahasiswa asing. Terdapat sekitar 12 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Sudan, Nigeria, Palestina, dan Timor Leste yang turut serta dalam pekan pesantren," ungkapnya kepada awak media.
Ia mengatakan, total keseluruhan peserta Pekan Pesantren mencapai sekitar 3.600 mahasiswa baru yang dibagi ke dalam tujuh gelombang atau angkatan, dengan masing-masing angkatan diisi oleh sekitar 500 peserta.
"Pekan pesantren ini wajib diikuti khusus oleh mahasiswa baru program Strata 1 (S1). Sementara itu, mahasiswa alih jenjang, program profesi, serta mahasiswa S2 dan S3 tidak diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren ini," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Pesantren sekaligus Wakil Rektor III UMI (Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi & Hubungan Alumni), Prof. Kamal Hidjaz, memaparkan bahwa selama mengikuti kegiatan di pesantren, para peserta akan mendapatkan materi langsung dari dewan pembina, ketua yayasan, rektor, dan para wakil rektor.
"Diharapkan mahasiswa baru dapat memahami materi yang diberikan, serta mampu berimprovisasi dan berinovasi di kampus. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan soft skill, dan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah agar mahasiswa menjadi panutan dalam mencerdaskan bangsa," paparnya.
Pada gelombang pertama, terdapat tiga fakultas yang mengikuti Pekan Pesantren, yaitu Fakultas Farmasi berjumlah 265 mahasiswa baru untuk Program Studi Farmasi, yang terdiri dari 22 laki-laki dan 243 wanita.
Fakultas Kedokteran Gigi, total 172 mahasiswa baru, dengan rincian 37 laki-laki dan 135 wanita. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, total 96 mahasiswa baru, dengan rincian 44 laki-laki dan 52 wanita.
Pihak UMI menegaskan bahwa Pekan Pesantren memegang posisi yang sangat penting, karena bukan sekadar program penyambutan mahasiswa baru semata, melainkan menjadi pintu masuk utama dalam pembentukan karakter mahasiswa UMI.
Adapun sejumlah materi yang dibawa pada hari ini, di antaranya:
1. Strategi UMI dalam Mempersiapkan SDM Berkarakter Menuju World Class University oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib.
2. Peran Perguruan Tinggi dalam Mendorong Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar.
3. Komitmen Ke-UMI-an oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly
4. Peraturan Akademik dan Sistem Informasi Manajemen oleh Wakil Rektor I UMI, Prof Dirgahayu Lantara.
5. Sistem dan Mekanisme Pengelolaan Keuangan & SDM oleh Wakil Rektor II UMI, Prof Zakir Sabara
Rangkaian Pekan Pesantren tersebut digelar mulai tanggal 7 hingga 21 September 2026, dengan total keseluruhan pelaksanaan sebanyak tujuh gelombang pada tahun ini.
Wakil Rektor IV UMI (Bidang Tata Kelola Kampus Islami dan Pengembangan Pendidikan), Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengenalan komprehensif kepada mahasiswa baru, mulai dari pengenalan yayasan, universitas, fakultas, hingga kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan pengembangan karakter.
"Ini adalah angkatan pertama dan Insyaallah akan berlangsung sampai tanggal 21 September yang dibagi sebanyak tujuh angkatan. Oleh karena itu, mahasiswa baru wajib mengikuti program ini, dan mereka akan diberikan pembekalan sesuai dengan apa yang telah dijadwalkan oleh panitia. Pembentukan karakter dan akhlak bagi mahasiswa baru, sehingga mereka nanti Insyaallah siap untuk menjadi mahasiswa yang unggul di kampus ketika menjalani perkuliahan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa program pembinaan tersebut sejalan dengan tradisi keislaman di UMI yang telah terintegrasi dalam kurikulum melalui program Pencerahan Kalbu yang berbobot 6 SKS.
"Tidak bisa sarjana kalau tidak mengikuti pencerahan kalbu karena masuk dalam kurikulum. Termasuk mahasiswa asing. Jadi yang lalu angkatan lalu ini ada mahasiswa dari Palestina, kedokteran, perempuan. Dia ikut, tinggal di sini mondok selama satu bulan. Begitu juga mahasiswa asing lain yang memang berada di sejumlah fakultas," tambah Dr KH. Muhammad Ishaq.
Mantan Ketua Umum DPP IMMIM itu mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa asing di UMI terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Dia bilang, peningkatan ini didominasi oleh mahasiswa asal Sudan dan Timor Leste, dengan mahasiswa Sudan mencatatkan porsi terbanyak dari total 12 mahasiswa baru internasional pada angkatan ini.
"Universitas ini berkomitmen menuju world-class university dengan menerima mahasiswa asing. Terdapat sekitar 12 mahasiswa asing dari berbagai negara seperti Sudan, Nigeria, Palestina, dan Timor Leste yang turut serta dalam pekan pesantren," ungkapnya kepada awak media.
Ia mengatakan, total keseluruhan peserta Pekan Pesantren mencapai sekitar 3.600 mahasiswa baru yang dibagi ke dalam tujuh gelombang atau angkatan, dengan masing-masing angkatan diisi oleh sekitar 500 peserta.
"Pekan pesantren ini wajib diikuti khusus oleh mahasiswa baru program Strata 1 (S1). Sementara itu, mahasiswa alih jenjang, program profesi, serta mahasiswa S2 dan S3 tidak diwajibkan mengikuti kegiatan pesantren ini," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Pesantren sekaligus Wakil Rektor III UMI (Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi & Hubungan Alumni), Prof. Kamal Hidjaz, memaparkan bahwa selama mengikuti kegiatan di pesantren, para peserta akan mendapatkan materi langsung dari dewan pembina, ketua yayasan, rektor, dan para wakil rektor.
"Diharapkan mahasiswa baru dapat memahami materi yang diberikan, serta mampu berimprovisasi dan berinovasi di kampus. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter, meningkatkan soft skill, dan menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah agar mahasiswa menjadi panutan dalam mencerdaskan bangsa," paparnya.
Pada gelombang pertama, terdapat tiga fakultas yang mengikuti Pekan Pesantren, yaitu Fakultas Farmasi berjumlah 265 mahasiswa baru untuk Program Studi Farmasi, yang terdiri dari 22 laki-laki dan 243 wanita.
Fakultas Kedokteran Gigi, total 172 mahasiswa baru, dengan rincian 37 laki-laki dan 135 wanita. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, total 96 mahasiswa baru, dengan rincian 44 laki-laki dan 52 wanita.
Pihak UMI menegaskan bahwa Pekan Pesantren memegang posisi yang sangat penting, karena bukan sekadar program penyambutan mahasiswa baru semata, melainkan menjadi pintu masuk utama dalam pembentukan karakter mahasiswa UMI.
Adapun sejumlah materi yang dibawa pada hari ini, di antaranya:
1. Strategi UMI dalam Mempersiapkan SDM Berkarakter Menuju World Class University oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib.
2. Peran Perguruan Tinggi dalam Mendorong Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia oleh Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar.
3. Komitmen Ke-UMI-an oleh Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly
4. Peraturan Akademik dan Sistem Informasi Manajemen oleh Wakil Rektor I UMI, Prof Dirgahayu Lantara.
5. Sistem dan Mekanisme Pengelolaan Keuangan & SDM oleh Wakil Rektor II UMI, Prof Zakir Sabara
(MAN)
Berita Terkait
News
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi UMI Ikuti Pencerahan Qalbu
Sebanyak 125 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI), terdiri atas 93 mahasiswa Program Profesi Ners dan 32 mahasiswa Program Profesi Kedokteran Gigi, mengikuti kegiatan Pencerahan Qalbu di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin UMI
Jum'at, 23 Okt 2026 23:15
News
Jadi Tuan Rumah, UMI Resmi Buka Anugerah Abdidaya Ormawa 2026
Universitas Muslim Indonesia (UMI) secara resmi membuka gelaran Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 di Gedung Olahraga (GOR) UMI, Kota Makassar, Kamis (22/10/2026) malam.
Kamis, 22 Okt 2026 22:14
News
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
Sebanyak 27 mahasiswa Kelas C6 Hukum Dagang, Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) menggelar kegiatan kuliah kunjungan ke CIS Wisma Kalla pada Rabu (21/10/2026).
Rabu, 21 Okt 2026 17:04
News
Hadir di FSIKP UMI, Akademisi Malaysia: AI Bisa Menghasilkan Bahasa, tetapi Belum Tentu Kebijaksanaan
Akademisi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Assoc, Prof Mohd Azmir bin Mohd Nizah, mengajak mahasiswa Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 19:15
Sulsel
Bupati Bantaeng Jadi Dosen Praktisi di UMI, Bekali Mahasiswa Ilmu Komunikasi Strategi Menjaga Reputasi
Bupati Bantaeng, Fathul Fauzi Nurdin, berbagi pengalaman dan strategi menjaga reputasi di tengah krisis kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 15:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Enduro Home Service, Cara Pertamina Lubricants Merintis Wirausaha dari Bengkel Sekolah
2
Land Cruiser FJ Debut di Indonesia Timur, Kalla Toyota Buka Prospek
3
Golkar Sulsel Gelar Pelantikan dan Pesta Rakyat, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir
4
Hadapi Sorotan MSCI, OJK Tegaskan Komitmen Reformasi Pasar Modal
5
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID