Asmo Sulsel Dukung KORMI Gowa Fest, Hidup Sehat Sekaligus Lestarikan Olahraga Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 16:44
Asmo Sulsel Dukung KORMI Gowa Fest, Hidup Sehat Sekaligus Lestarikan Olahraga Tradisional
Semangat tersebut mendapat dukungan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Astra Motor Gowa melalui partisipasinya dalam KORMI Gowa Fest 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
GOWA - Olahraga tak selalu harus berlangsung di arena pertandingan. Di Gowa, aktivitas fisik berpadu dengan budaya lokal dalam KORMI Gowa Fest 2026, menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk bergerak, bersosialisasi, sekaligus mengenal kembali olahraga dan permainan tradisional.

Semangat tersebut mendapat dukungan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) bersama Astra Motor Gowa melalui partisipasinya dalam KORMI Gowa Fest 2026 yang digelar di Halaman Balla Lompoa dan Pelataran Istana Tamalate, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Minggu (4/10/2026).

Lebih dari 300 pengunjung dari berbagai kalangan ikut meramaikan festival yang memadukan olahraga dan budaya lokal tersebut. Beragam aktivitas dihadirkan, mulai dari senam massal, penampilan seni olahraga tradisional, permainan tradisional atau kimba, hingga berbagai perlombaan senam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk beraktivitas secara fisik, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan menjaga olahraga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Gowa.

Bagi Asmo Sulsel dan Astra Motor Gowa, dukungan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui aktivitas yang memberikan manfaat langsung.

Area Sales Supervisor Wilayah Gowa, Andre Budiarto, mengatakan keterlibatan Astra Motor Gowa dalam KORMI Gowa Fest 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari KORMI Gowa Fest karena kegiatan ini tidak hanya mengajak masyarakat untuk aktif bergerak dan menjaga kesehatan, tetapi juga memberikan ruang untuk mengenalkan kembali olahraga serta permainan tradisional kepada masyarakat,” ujar Andre.

Menurutnya, kegiatan berbasis olahraga dan budaya seperti KORMI Gowa Fest menjadi kesempatan bagi Honda untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

“Bagi kami, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk hadir lebih dekat sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Gowa,” katanya.

Selain olahraga dan pertunjukan budaya, festival tersebut turut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wirausaha lokal. Sejumlah tenant hadir di area kegiatan, mayoritas menawarkan produk kuliner kepada para pengunjung.

Kehadiran UMKM membuat festival tidak hanya menjadi ruang rekreasi dan aktivitas fisik, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, berinteraksi dengan konsumen, dan memperluas jangkauan pasar.

Marketing Manager Asmo Sulsel, Antofany Yusticia Ahmadi, mengatakan dukungan terhadap kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya Honda membangun hubungan yang lebih dekat dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Honda ingin terus hadir bukan hanya melalui produk dan layanan, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Yusticia.

Ia menilai KORMI Gowa Fest sejalan dengan semangat Honda untuk mendukung gaya hidup sehat sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal dan membuka ruang bagi UMKM.

“KORMI Gowa Fest menjadi salah satu momentum yang sejalan dengan semangat kami untuk mendukung gaya hidup sehat, menjaga budaya lokal, sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang,” ujarnya.

Melalui dukungan tersebut, Asmo Sulsel dan Astra Motor Gowa berharap KORMI Gowa Fest dapat menjadi bagian dari gerakan yang mendorong masyarakat untuk semakin aktif, sehat, dan produktif.

Di sisi lain, keberadaan olahraga serta permainan tradisional di tengah festival menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dapat berjalan beriringan dengan merawat warisan budaya. Keduanya dapat tumbuh bersama ketika masyarakat memiliki ruang untuk berpartisipasi dan menikmatinya secara langsung.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru