Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker

Kamis, 15 Okt 2026 12:34
Kualitas Udara Maros Tidak Sehat, Siswa Diberi Masker
Bupati Maros, AS Chaidir Syam membagikan masker kepada siswa SD. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Bupati Maros, AS Chaidir Syam, membagikan masker kepada siswa di sejumlah sekolah menyusul kualitas udara yang tidak sehat di Kabupaten Maros, Kamis (15/10/2026).

Pembagian masker dilakukan sebelum siswa memasuki sekolah, masing-masing di SDN 30 Maros, SMP Negeri 1 Maros, dan SDN 3 Maros. Chaidir juga membagikan masker kepada pengguna jalan di lampu merah depan kawasan Foto Inti, Maros.

Chaidir mengatakan, pembagian masker tersebut merupakan upaya edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar melindungi diri dari paparan polusi udara saat beraktivitas di luar ruangan.

Kualitas udara di Maros sebelumnya sempat mencapai angka 214 dan masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi tersebut bahkan disebut sebagai yang terburuk di Sulawesi.

"Alhamdulillah, hari ini sudah menurun di angka 101, tapi masih dalam kondisi tidak sehat,” katanya.

Mantan Ketua DPRD Maros itu menjelaskan, buruknya kualitas udara berkaitan dengan keberadaan partikel halus PM2.5 yang dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi anak-anak.

Meski kualitas udara mulai membaik, Pemerintah Kabupaten Maros belum berencana menerapkan pembelajaran daring. Pemerintah masih memantau perkembangan kualitas udara dengan berkoordinasi bersama BMKG.

“Alhamdulillah, kondisinya sudah menurun. Kita belum sampai ke pembelajaran daring, tetapi tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Chaidir mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan hingga kualitas udara kembali membaik. Menurut dia, kondisi udara tidak sehat tersebut telah berlangsung selama tiga hari.

Ia menduga arah angin yang menuju Australia dan melintasi wilayah Kabupaten Maros turut memengaruhi kondisi udara di daerah tersebut.

Sementara itu, salah seorang siswa, Salsa, mengaku tetap ingin mengikuti pembelajaran tatap muka meski kualitas udara di Maros sedang tidak sehat.

Ia tidak ingin pembelajaran daring diterapkan karena ingin tetap bertemu dan belajar bersama teman-temannya di sekolah.

“Kami akan memakai masker seperti yang diimbau Bapak Bupati supaya tetap aman,” katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru