Sidak Puskesmas Jongaya, Wali Kota Munafri Temukan Bagian yang Kumuh
Sabtu, 17 Okt 2026 15:57
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat meninjau Puskesmas Jongaya, di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Jumat kemarin (16/10/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegur pengelola Puskesmas Jongaya setelah menemukan kondisi lingkungan bagian belakang fasilitas kesehatan tersebut kumuh. Ia meminta area itu segera dibersihkan dan dibenahi saat melakukan peninjauan di Jalan Andi Tonro, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Jumat (16/10/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Munafri atau Appi mendapati area sekitar pintu belakang puskesmas terlihat kotor. Kondisi saluran pembuangan air dan pakaian yang dijemur di sekitar lokasi turut menjadi perhatiannya.
"Ini fasilitas kesehatan, kebersihan lingkungan harus diperhatikan. Jangan di dalam saja, semuanya dijaga kebersihan," imbuh Appi.
Ia menilai kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak hanya harus siap dari sisi tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan, tetapi juga perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman bagi pasien maupun petugas.
Appi pun meminta petugas dan kepala puskesmas segera menindaklanjuti temuan tersebut. Ia mengingatkan kondisi lingkungan yang kotor tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengganggu kesehatan.
"Tolong dibersihkan, terlihat jorok. Jangan dibiarkan kondisi seperti itu, karena akan menambah penyakit," tutur Wali Kota.
Saat meninjau area belakang puskesmas, Appi kembali menegaskan agar kondisi tersebut segera dibenahi.
"Saya lihat kondisi tidak bisa begitu, puskesmas tempat pelayanan kesehatanlah. Kalau bangunannya jorok, bagaimana mau bersih, bagaimana mau sehat?," tanya Appi.
Ia meminta area tersebut ditata dan dibersihkan, termasuk membongkar bagian yang dinilai perlu dibenahi.
"Saya minta untuk diperhatikan, untuk cepat mengantisipasi ini, menangani kondisi ini. Saya tidak mau lagi lihat yang di belakang itu. Dibongkar aja," tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut area yang digunakan untuk beristirahat masih dapat dimanfaatkan selama kebersihan tetap terjaga.
"Tidak apa-apa ada yang inap untuk tempat istirahat, tapi harus bersih dong," tambahnya.
Peninjauan itu juga dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap dan penurunan kualitas udara.
Appi meminta seluruh puskesmas di Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan. Kesiapan tenaga medis, pelayanan pasien, dan fasilitas pendukung menjadi perhatian pemerintah kota.
"Waspada terhadap penyakit ISPA ini ada di beberapa puskesmas. Tadi kita melihat beberapa pasien datang dengan keluhan seperti ISPA, ini kita minta kesiapan Puskesmas," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker meskipun kondisi udara, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Walaupun tadi dari BMKG kondisinya membaik dibandingkan hari-hari kemarin, kita tetap harus waspada. Ini penting untuk menjaga kesehatan bersama," tutur politisi partai Demokrat itu.
Menurut Appi, perubahan arah angin perlu terus diperhatikan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kabut asap ke Makassar. Ia menyebut terdapat sejumlah kasus ISPA berdasarkan akumulasi laporan yang diterimanya, tetapi belum menyampaikan angka pasti.
"Kasusnya lumayan, ada beberapa dari hasil akumulasi. Di setiap puskesmas mungkin nanti saya minta konfirmasi,” katanya.
Ia meminta data lebih lanjut dikonfirmasi kepada masing-masing puskesmas. Pemerintah Kota Makassar juga berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan.
"Kebersihan bangunan dan lingkungan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan, untuk menciptakan suasana pelayanan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat," pesan Munafri.
Dalam peninjauan tersebut, Munafri atau Appi mendapati area sekitar pintu belakang puskesmas terlihat kotor. Kondisi saluran pembuangan air dan pakaian yang dijemur di sekitar lokasi turut menjadi perhatiannya.
"Ini fasilitas kesehatan, kebersihan lingkungan harus diperhatikan. Jangan di dalam saja, semuanya dijaga kebersihan," imbuh Appi.
Ia menilai kebersihan lingkungan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Menurutnya, fasilitas kesehatan tidak hanya harus siap dari sisi tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan, tetapi juga perlu menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman bagi pasien maupun petugas.
Appi pun meminta petugas dan kepala puskesmas segera menindaklanjuti temuan tersebut. Ia mengingatkan kondisi lingkungan yang kotor tidak boleh dibiarkan karena berpotensi mengganggu kesehatan.
"Tolong dibersihkan, terlihat jorok. Jangan dibiarkan kondisi seperti itu, karena akan menambah penyakit," tutur Wali Kota.
Saat meninjau area belakang puskesmas, Appi kembali menegaskan agar kondisi tersebut segera dibenahi.
"Saya lihat kondisi tidak bisa begitu, puskesmas tempat pelayanan kesehatanlah. Kalau bangunannya jorok, bagaimana mau bersih, bagaimana mau sehat?," tanya Appi.
Ia meminta area tersebut ditata dan dibersihkan, termasuk membongkar bagian yang dinilai perlu dibenahi.
"Saya minta untuk diperhatikan, untuk cepat mengantisipasi ini, menangani kondisi ini. Saya tidak mau lagi lihat yang di belakang itu. Dibongkar aja," tegasnya.
Meski demikian, ia menyebut area yang digunakan untuk beristirahat masih dapat dimanfaatkan selama kebersihan tetap terjaga.
"Tidak apa-apa ada yang inap untuk tempat istirahat, tapi harus bersih dong," tambahnya.
Peninjauan itu juga dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kabut asap dan penurunan kualitas udara.
Appi meminta seluruh puskesmas di Makassar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan. Kesiapan tenaga medis, pelayanan pasien, dan fasilitas pendukung menjadi perhatian pemerintah kota.
"Waspada terhadap penyakit ISPA ini ada di beberapa puskesmas. Tadi kita melihat beberapa pasien datang dengan keluhan seperti ISPA, ini kita minta kesiapan Puskesmas," jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker meskipun kondisi udara, berdasarkan informasi yang diterimanya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai membaik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Walaupun tadi dari BMKG kondisinya membaik dibandingkan hari-hari kemarin, kita tetap harus waspada. Ini penting untuk menjaga kesehatan bersama," tutur politisi partai Demokrat itu.
Menurut Appi, perubahan arah angin perlu terus diperhatikan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kabut asap ke Makassar. Ia menyebut terdapat sejumlah kasus ISPA berdasarkan akumulasi laporan yang diterimanya, tetapi belum menyampaikan angka pasti.
"Kasusnya lumayan, ada beberapa dari hasil akumulasi. Di setiap puskesmas mungkin nanti saya minta konfirmasi,” katanya.
Ia meminta data lebih lanjut dikonfirmasi kepada masing-masing puskesmas. Pemerintah Kota Makassar juga berharap masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan gangguan pernapasan.
"Kebersihan bangunan dan lingkungan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan, untuk menciptakan suasana pelayanan yang sehat, nyaman, dan layak bagi masyarakat," pesan Munafri.
(MAN)
Berita Terkait
News
Wali Kota Antisipasi Dampak Kabut Asap terhadap Kesehatan Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir dengan mendatangi kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin.
Jum'at, 16 Okt 2026 18:33
News
Pasien dengan Keluhan Gangguan Pernapasan di RSUD Daya Meningkat
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Kota Makassar mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan selama dua bulan terakhir.
Jum'at, 16 Okt 2026 14:43
News
Sidak THM Makassar, DPRD Temukan Pekerja Berusia 16 Tahun
Komisi A DPRD Kota Makassar menemukan pekerja di bawah umur dan izin usaha yang kedaluwarsa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KIMA Square.
Jum'at, 16 Okt 2026 06:21
News
Munafri Arifuddin Raih Penghargaan Kepala Daerah Pendukung Zakat Terbaik
Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 15 Okt 2026 22:58
News
Kabut Asap di Makassar Picu Kekhawatiran ISPA
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menggelar coffee morning membahas perkembangan pencemaran udara dan kabut asap di Kota Makassar.
Kamis, 15 Okt 2026 15:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPP Golkar Yakin IAS Bisa Capai Target Tambah Kursi DPR RI 50 Persen di Sulsel
2
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
3
Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
4
Antusiasme Fun Walk HUT Semen Tonasa Tinggi, Peserta Diminta Utamakan Kesehatan
5
Komitmen Berdiri di Atas Kebenaran, Sikap Kakak dan Adik Kandung Husniah Talenrang Layak Dicontoh
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
DPP Golkar Yakin IAS Bisa Capai Target Tambah Kursi DPR RI 50 Persen di Sulsel
2
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
3
Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar Panaskan Mesin Politik Menuju Pemilu 2029
4
Antusiasme Fun Walk HUT Semen Tonasa Tinggi, Peserta Diminta Utamakan Kesehatan
5
Komitmen Berdiri di Atas Kebenaran, Sikap Kakak dan Adik Kandung Husniah Talenrang Layak Dicontoh