Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
Executive Director Secretariat and Institutional Relations Directorate LPS, KM Nuruddin, di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (20/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kuliah Umum Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Agenda ini digelar sebagai bentuk kolaborasi empat lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Executive Director Secretariat and Institutional Relations Directorate LPS, KM Nuruddin, menyampaikan bahwa pemilihan Kota Makassar didasari oleh posisinya yang strategis sebagai gerbang utama di kawasan Indonesia Timur.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta mendorong kemandirian finansial di masa depan.
"Kemudian bagaimana masyarakat memiliki kemandirian dari sektor keuangan. Semoga dengan kita memperluas kegiatan LIKE IT di beberapa daerah ini, literasi keuangan yang masih di level sangat rendah, nanti dari tahun ke tahun meningkat," katanya.
Nuruddin menilai kemudahan akses melalui mobile banking dan aplikasi digital saat ini membuat generasi muda cepat menjangkau berbagai produk keuangan.
Menurutnya, aspek edukasi mengenai manfaat dan risiko produk keuangan masih menjadi tantangan utama yang perlu dioptimalkan agar masyarakat dapat bertransaksi secara aman.
"Masyarakat juga tidak tahu kadang-kadang produk investasi atau produk apapun itu cara pencairannya atau untuk memperoleh likuiditas apabila kita lagi membutuhkan likuiditas cepat, itu bagaimana mekanismenya? Ini yang perlu kita pahami mulai sekarang," terangnya.
Nuruddin pun mengimbau kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjaman online (pinjol).
"Atau dengan tawaran-tawaran seperti paylater yang kemungkinan tidak sesuai dengan kapasitasnya. Kadang-kadang mahasiswa tertarik atau tergiur untuk menggunakan paylater, tapi kemampuan untuk melunasi atau melakukan cicilan setiap bulannya itu tidak terjangkau. Ini yang kita harapkan sekarang teredukasi masyarakat, minimal mereka tahulah cara mengelola keuangannya," pesannya.
Selain masalah literasi keuangan, LPS juga memaparkan perkembangan program penjaminan polis asuransi. Sesuai amanat undang-undang, yang dijadwalkan mulai mengimplementasikan penjaminan polis asuransi per 1 Januari 2028.
Saat ini, lanjut dia, pihak LPS tengah melakukan penyiapan infrastruktur dan regulasi teknis.
Nuruddin membeberkan bahwa untuk sektor perbankan, hampir seluruh bank yang didirikan di Indonesia secara otomatis menjadi peserta penjaminan LPS.
Ia menyebut, aspek kesehatan industri menjadi syarat krusial agar keberadaan program penjaminan LPS tidak sekadar dimanfaatkan untuk menyelesaikan klaim-klaim perusahaan asuransi bermasalah.
"Jangan sampai pas sudah masuk ke LPS, tiba-tiba LPS tuh tinggal bayarin klaimnya aja. Jadi kita harapkan industri asuransi yang masuk ke LPS itu sehat dulu. Yaitu adalah tugas bersama OJK dan sebagainya sehingga program ini lebih efektif pada saat dijalankan ke depannya," tukasnya.
Dari perkiraan awal, kata dia, terdapat sekitar 150 perusahaan asuransi yang berpotensi menjadi peserta.
Agenda ini digelar sebagai bentuk kolaborasi empat lembaga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), yakni Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Executive Director Secretariat and Institutional Relations Directorate LPS, KM Nuruddin, menyampaikan bahwa pemilihan Kota Makassar didasari oleh posisinya yang strategis sebagai gerbang utama di kawasan Indonesia Timur.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat serta mendorong kemandirian finansial di masa depan.
"Kemudian bagaimana masyarakat memiliki kemandirian dari sektor keuangan. Semoga dengan kita memperluas kegiatan LIKE IT di beberapa daerah ini, literasi keuangan yang masih di level sangat rendah, nanti dari tahun ke tahun meningkat," katanya.
Nuruddin menilai kemudahan akses melalui mobile banking dan aplikasi digital saat ini membuat generasi muda cepat menjangkau berbagai produk keuangan.
Menurutnya, aspek edukasi mengenai manfaat dan risiko produk keuangan masih menjadi tantangan utama yang perlu dioptimalkan agar masyarakat dapat bertransaksi secara aman.
"Masyarakat juga tidak tahu kadang-kadang produk investasi atau produk apapun itu cara pencairannya atau untuk memperoleh likuiditas apabila kita lagi membutuhkan likuiditas cepat, itu bagaimana mekanismenya? Ini yang perlu kita pahami mulai sekarang," terangnya.
Nuruddin pun mengimbau kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjaman online (pinjol).
"Atau dengan tawaran-tawaran seperti paylater yang kemungkinan tidak sesuai dengan kapasitasnya. Kadang-kadang mahasiswa tertarik atau tergiur untuk menggunakan paylater, tapi kemampuan untuk melunasi atau melakukan cicilan setiap bulannya itu tidak terjangkau. Ini yang kita harapkan sekarang teredukasi masyarakat, minimal mereka tahulah cara mengelola keuangannya," pesannya.
Selain masalah literasi keuangan, LPS juga memaparkan perkembangan program penjaminan polis asuransi. Sesuai amanat undang-undang, yang dijadwalkan mulai mengimplementasikan penjaminan polis asuransi per 1 Januari 2028.
Saat ini, lanjut dia, pihak LPS tengah melakukan penyiapan infrastruktur dan regulasi teknis.
Nuruddin membeberkan bahwa untuk sektor perbankan, hampir seluruh bank yang didirikan di Indonesia secara otomatis menjadi peserta penjaminan LPS.
Ia menyebut, aspek kesehatan industri menjadi syarat krusial agar keberadaan program penjaminan LPS tidak sekadar dimanfaatkan untuk menyelesaikan klaim-klaim perusahaan asuransi bermasalah.
"Jangan sampai pas sudah masuk ke LPS, tiba-tiba LPS tuh tinggal bayarin klaimnya aja. Jadi kita harapkan industri asuransi yang masuk ke LPS itu sehat dulu. Yaitu adalah tugas bersama OJK dan sebagainya sehingga program ini lebih efektif pada saat dijalankan ke depannya," tukasnya.
Dari perkiraan awal, kata dia, terdapat sekitar 150 perusahaan asuransi yang berpotensi menjadi peserta.
(MAN)
Berita Terkait
News
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selasa, 20 Okt 2026 19:15
News
Gandeng Inggris, Unhas Kembangkan Riset Pengelolaan Sampah Rendah Karbon
Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic James Robert Jermey, dalam rangka penguatan program Low Carbon Development.
Senin, 19 Okt 2026 16:18
News
Karantina Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Unhas Lindungi Kekayaan Hayati Indonesia
Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menggelar kegiatan bertajuk Karantina Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, belum lama ini.
Senin, 12 Okt 2026 08:27
News
Executive Director 4 Pelindo Ulas Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di Unhas
Hukum tidak hanya menjadi landasan kepatuhan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan publik terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Minggu, 11 Okt 2026 17:26
Sulsel
Aqila Nailatul Izzah, Mahasiswa FK Unhas Gagas Kampanye Peduli Leukemia
BRAVE Health Campaign adalah kampanye kesehatan yang mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran terhadap penyakit leukemia melalui edukasi kesehatan, kegiatan interaktif, dan aksi kepedulian sosial.
Jum'at, 09 Okt 2026 17:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
5
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
5
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas