Wakil Ketua DPD Tamsil Linrung Apresiasi Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo
Selasa, 20 Okt 2026 20:07
Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung. Istimewa
m - Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung mengapresiasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, dan penguatan hubungan internasional. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah memastikan program-program strategis berjalan konsisten sehingga tidak menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Menurut Tamsil, pemerintah perlu mempertahankan fokus pada program strategis yang telah dirancang Presiden Prabowo, sekaligus memastikan penyelesaian berbagai kasus hukum berlangsung secara transparan dan tanpa pandang bulu.
“Saya kira, Pak Prabowo, kita berharap supaya tetap fokus kepada program-program strategis yang dia sudah buat ini ditambah dengan penyelesaian pada kasus-kasus hukum. Jadi, betul-betul transparan, tanpa pandang bulu,” ujar Tamsil.
Ia menilai, langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi, termasuk ketika perkara yang melibatkan pihak-pihak tertentu diproses tanpa intervensi kekuasaan. Menurutnya, munculnya sejumlah kasus korupsi ke ruang publik tidak serta-merta menunjukkan bahwa korupsi semakin marak, tetapi juga dapat mencerminkan bahwa kasus-kasus tersebut mulai diungkap dan ditindak secara hukum.
“Ada yang bilang 'Wah, ternyata di masa Prabowo banyak korupsi'. Loh, itu terbukti korupsi itu diproses hukum dan ditindak secara tegas. Itu perlu kita beri apresiasi,” katanya.
Selain penegakan hukum, Tamsil menyoroti pentingnya keberlanjutan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia menilai hubungan internasional perlu terus diperkuat, terutama untuk menyelesaikan persoalan antarnegara sekaligus menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.
Ia mencontohkan persoalan sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia yang menurutnya dapat dikelola melalui pendekatan kerja sama dan pembagian manfaat bersama.
“Lebih baik kita kelola bersama, bagi hasil,” ujarnya.
Pendekatan serupa, lanjut Tamsil, dapat dikembangkan dalam menghadapi persoalan di Laut Cina Selatan dengan mendorong kerja sama pengelolaan bersama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan membangun kesepahaman dengan negara-negara kawasan, termasuk Cina, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Menurutnya, diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo perlu terus didorong agar mampu mengurangi potensi konflik dan membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan.
Tamsil juga menyoroti hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya dalam konteks penerimaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada 2025. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan negosiasi dan diplomasi Presiden Prabowo di tingkat internasional.
Ia berpandangan, perjalanan luar negeri Presiden tidak semestinya hanya dinilai dari sisi biaya, tetapi juga perlu dilihat berdasarkan manfaat yang dapat dihasilkan, seperti peningkatan investasi, kerja sama ekonomi, dan peluang devisa bagi negara.
“Beliau negosiator ulung. Bagus, karena itu kepergiannya ke luar negeri tidak kita lihat semata-mata sebagai bentuk perjalanan yang menghabiskan biaya, tetapi juga mendatangkan devisa, investasi, dan lain-lain sebagainya,” tutur Tamsil.
Ia mengaku turut terlibat dalam sejumlah tindak lanjut kerja sama Indonesia-Rusia melalui jalur parlemen. Dalam keterlibatan tersebut, ia menyebut adanya upaya untuk memberikan dukungan terhadap kesepakatan kerja sama kedua negara.
Tamsil juga menyampaikan peluang beasiswa penuh bagi 300 mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia. Bagi mahasiswa yang belum menguasai bahasa Rusia, tersedia kesempatan untuk mengikuti pembelajaran bahasa selama satu tahun sebelum melanjutkan studi.
Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Di balik apresiasinya, Tamsil memberikan catatan penting terkait pelaksanaan program-program strategis pemerintah. Ia mengingatkan agar masyarakat yang telah mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah tidak justru dirugikan akibat persoalan tata kelola maupun praktik korupsi.
Ia mencontohkan masyarakat yang rela mengerahkan sumber daya pribadi, bahkan meyakinkan keluarga untuk mengambil pinjaman bank dengan menjaminkan rumah, demi mendukung program yang diyakini akan memberikan manfaat ekonomi.
Menurut Tamsil, komitmen masyarakat tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan program yang baik, transparan, dan berkelanjutan.
“Jangan sampai dicederai langkah masyarakat yang sudah mengambil kesempatan untuk memberikan bukti loyalitasnya kepada pemerintah untuk memberikan dukungan pada program-program strategis tersebut,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa Presiden telah mengambil tindakan tegas dengan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan. Meski demikian, penindakan hukum perlu diikuti dengan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program tidak terhenti dan justru memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang telah terlanjur berinvestasi atau mengeluarkan modal.
“Jangan sampai yang ini kemudian menjadi tidak berjalan sehingga lebih memperparah kehidupan ekonomi mereka,” ujarnya.
Tamsil mengungkapkan, dirinya menerima laporan dari sejumlah daerah, termasuk Sidrap, Barru, dan Parepare, terkait persoalan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan program tersebut. Ia mengaku telah mengingatkan mereka agar tidak kehilangan semangat.
“Saya bilang, jangan berkecil hati, jangan kecewa,” tuturnya.
Menutup pandangannya, Tamsil menilai berbagai capaian dan langkah yang telah dilakukan Presiden Prabowo selama dua tahun kepemimpinannya perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan hingga akhir masa pemerintahan pada 2029.
Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari ketegasan dalam penegakan hukum maupun aktivitas diplomasi internasional. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa program strategis benar-benar terlaksana, tata kelolanya berjalan baik, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Ia berharap, dukungan masyarakat terhadap agenda pemerintah tetap terjaga melalui konsistensi kebijakan dan kepastian pelaksanaan program. Dengan demikian, kepercayaan publik yang telah dibangun dapat terus diperkuat, bukan berubah menjadi kekecewaan akibat program yang tersendat atau persoalan tata kelola.
Pesan utama Tamsil dalam evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo adalah menjaga kesinambungan antara agenda strategis pemerintah, penegakan hukum yang adil, diplomasi yang produktif, dan perlindungan terhadap masyarakat yang telah memberikan dukungan nyata kepada pemerintah.
Menurut Tamsil, pemerintah perlu mempertahankan fokus pada program strategis yang telah dirancang Presiden Prabowo, sekaligus memastikan penyelesaian berbagai kasus hukum berlangsung secara transparan dan tanpa pandang bulu.
“Saya kira, Pak Prabowo, kita berharap supaya tetap fokus kepada program-program strategis yang dia sudah buat ini ditambah dengan penyelesaian pada kasus-kasus hukum. Jadi, betul-betul transparan, tanpa pandang bulu,” ujar Tamsil.
Ia menilai, langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi, termasuk ketika perkara yang melibatkan pihak-pihak tertentu diproses tanpa intervensi kekuasaan. Menurutnya, munculnya sejumlah kasus korupsi ke ruang publik tidak serta-merta menunjukkan bahwa korupsi semakin marak, tetapi juga dapat mencerminkan bahwa kasus-kasus tersebut mulai diungkap dan ditindak secara hukum.
“Ada yang bilang 'Wah, ternyata di masa Prabowo banyak korupsi'. Loh, itu terbukti korupsi itu diproses hukum dan ditindak secara tegas. Itu perlu kita beri apresiasi,” katanya.
Selain penegakan hukum, Tamsil menyoroti pentingnya keberlanjutan diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo. Ia menilai hubungan internasional perlu terus diperkuat, terutama untuk menyelesaikan persoalan antarnegara sekaligus menghasilkan manfaat konkret bagi Indonesia.
Ia mencontohkan persoalan sengketa perbatasan Indonesia-Malaysia yang menurutnya dapat dikelola melalui pendekatan kerja sama dan pembagian manfaat bersama.
“Lebih baik kita kelola bersama, bagi hasil,” ujarnya.
Pendekatan serupa, lanjut Tamsil, dapat dikembangkan dalam menghadapi persoalan di Laut Cina Selatan dengan mendorong kerja sama pengelolaan bersama. Ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan membangun kesepahaman dengan negara-negara kawasan, termasuk Cina, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Menurutnya, diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo perlu terus didorong agar mampu mengurangi potensi konflik dan membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan.
Tamsil juga menyoroti hubungan Indonesia dengan Rusia, khususnya dalam konteks penerimaan Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada 2025. Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan negosiasi dan diplomasi Presiden Prabowo di tingkat internasional.
Ia berpandangan, perjalanan luar negeri Presiden tidak semestinya hanya dinilai dari sisi biaya, tetapi juga perlu dilihat berdasarkan manfaat yang dapat dihasilkan, seperti peningkatan investasi, kerja sama ekonomi, dan peluang devisa bagi negara.
“Beliau negosiator ulung. Bagus, karena itu kepergiannya ke luar negeri tidak kita lihat semata-mata sebagai bentuk perjalanan yang menghabiskan biaya, tetapi juga mendatangkan devisa, investasi, dan lain-lain sebagainya,” tutur Tamsil.
Ia mengaku turut terlibat dalam sejumlah tindak lanjut kerja sama Indonesia-Rusia melalui jalur parlemen. Dalam keterlibatan tersebut, ia menyebut adanya upaya untuk memberikan dukungan terhadap kesepakatan kerja sama kedua negara.
Tamsil juga menyampaikan peluang beasiswa penuh bagi 300 mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di Rusia. Bagi mahasiswa yang belum menguasai bahasa Rusia, tersedia kesempatan untuk mengikuti pembelajaran bahasa selama satu tahun sebelum melanjutkan studi.
Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Di balik apresiasinya, Tamsil memberikan catatan penting terkait pelaksanaan program-program strategis pemerintah. Ia mengingatkan agar masyarakat yang telah mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah tidak justru dirugikan akibat persoalan tata kelola maupun praktik korupsi.
Ia mencontohkan masyarakat yang rela mengerahkan sumber daya pribadi, bahkan meyakinkan keluarga untuk mengambil pinjaman bank dengan menjaminkan rumah, demi mendukung program yang diyakini akan memberikan manfaat ekonomi.
Menurut Tamsil, komitmen masyarakat tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan program yang baik, transparan, dan berkelanjutan.
“Jangan sampai dicederai langkah masyarakat yang sudah mengambil kesempatan untuk memberikan bukti loyalitasnya kepada pemerintah untuk memberikan dukungan pada program-program strategis tersebut,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa Presiden telah mengambil tindakan tegas dengan memproses pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyimpangan. Meski demikian, penindakan hukum perlu diikuti dengan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program tidak terhenti dan justru memperburuk kondisi ekonomi masyarakat yang telah terlanjur berinvestasi atau mengeluarkan modal.
“Jangan sampai yang ini kemudian menjadi tidak berjalan sehingga lebih memperparah kehidupan ekonomi mereka,” ujarnya.
Tamsil mengungkapkan, dirinya menerima laporan dari sejumlah daerah, termasuk Sidrap, Barru, dan Parepare, terkait persoalan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan program tersebut. Ia mengaku telah mengingatkan mereka agar tidak kehilangan semangat.
“Saya bilang, jangan berkecil hati, jangan kecewa,” tuturnya.
Menutup pandangannya, Tamsil menilai berbagai capaian dan langkah yang telah dilakukan Presiden Prabowo selama dua tahun kepemimpinannya perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan hingga akhir masa pemerintahan pada 2029.
Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak cukup diukur dari ketegasan dalam penegakan hukum maupun aktivitas diplomasi internasional. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa program strategis benar-benar terlaksana, tata kelolanya berjalan baik, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Ia berharap, dukungan masyarakat terhadap agenda pemerintah tetap terjaga melalui konsistensi kebijakan dan kepastian pelaksanaan program. Dengan demikian, kepercayaan publik yang telah dibangun dapat terus diperkuat, bukan berubah menjadi kekecewaan akibat program yang tersendat atau persoalan tata kelola.
Pesan utama Tamsil dalam evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo adalah menjaga kesinambungan antara agenda strategis pemerintah, penegakan hukum yang adil, diplomasi yang produktif, dan perlindungan terhadap masyarakat yang telah memberikan dukungan nyata kepada pemerintah.
(UMI)
Berita Terkait
News
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung Apresiasi Langkah Kapolda Sulsel Redam Kriminalitas
Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengapresiasi ketegasan sekaligus pendekatan menyeluruh Kapolda Sulawesi Selatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selasa, 20 Okt 2026 17:52
News
Tamsil Linrung Tegaskan Dinamika Putusan MK Tak Boleh Ganggu Tugas Presiden
Wakil Ketua Umum DPD RI, Tamsil Linrung, bersilaturahmi dengan sejumlah awak media di Kantor Perwakilan DPD RI Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 15:01
News
Koperasi Merah Putih Permudah Akses Pupuk Subsidi, Petani Apresiasi Presiden Prabowo
Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kini membuka akses tambahan bagi petani untuk mendapatkan pupuk dengan harga subsidi
Sabtu, 17 Okt 2026 18:16
News
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
Tamsil menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh siswa dan keluarga yang terdampak dari kedua peristiwa tersebut.
Minggu, 27 Sep 2026 18:35
News
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
Organisasi Kepemudaan Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) menggelar Diskusi Publik bertajuk 'Prabowonomic, Ekonomi Konstitusi, dan Ruang Tumbuh: Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif', di Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Sabtu, 26 Sep 2026 20:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
5
PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
Maros Bentuk Komisi Irigasi, Pemerataan Pembangunan jadi Prioritas
5
PDAM Makassar dan KIMA Bahas Pasokan Air Industri