Kalah 2-4 dari Persita, Suporter PSM Makassar Masuk Lapangan Usai Laga

Selasa, 03 Mar 2026 03:19
Kalah 2-4 dari Persita, Suporter PSM Makassar Masuk Lapangan Usai Laga
PSM Makassar kalah 2-4 dari Persita Tangerang dalam lanjutan BRI Super League di Stadion BJ Habibie Parepare pada Senin (02/03/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
PAREPARE - Laga antara PSM Makassar vs Persita Tangerang pada pekan ke-23 Super League 2025/2026 di markas PSM Makassar, Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Senin (02/03/2026).

Laga ini merupakan laga penentuan bagi tim yang berjuluk Juku Eja menentukan posisinya di papan klasemen sementara Super League 2025/2026.

Di hadapan 1.624 penonton yang hadir di Stadion GBH Parepare, PSM Makassar harus kembali menelan pil pahit dengan kekalahan 2-4 atas Persita Tangerang.

Tim Juku Eja unggul pada menit ke-9 melalui sepakan Yuran Fernandez di titik putih gawang Persita Tangerang. Yuran Fernandez berhasil mengecoh penjaga gawang Persita Tangerang, Igor Rodrigues sehingga skor menjadi 1-0.

Pada menit ke-26, PSM Makassar kembali menambah keunggulan menjadi 2-0 berkat sundulan dari Neto berkat umpan dari Daisuke dari sisi kanan gawang Persita Tangerang.

Namun, kemenangan itu tidak bertahan lama. Di menit ke-35, Persita Tangerang memecah telur mereka berkat sepakan dari Aleksa Andrejić pada titik putih gawang PSM Makassar. Skor berubah menjadi 2-1.

Selang dia menit dari gol pertama Persita Tangerang, Pablo Ganet berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat sepakan kerasnya ke gawang yang dijaga ketat oleh Reza Arya Pratama.

Hingga pluit babak pertama usai, skor masih bertahan 2-2.

Pada babak kedua, Persita Tangerang menambah gol mereka di menit ke-74. Umpan dari Aleksa Andrejić dimanfaatkan dengan baik oleh Rayco Rodríguez..

Selang beberapa menit kemudian, Persita Tangerang kembali menggetarkan gawang Reza Arya Pratama di menit ke-88 melalui sepakan dari Hokky Caraka. Skor menjadi 2-4.

Hingga pluit panjang ditiup oleh wasit yang memimpin pertandingan, skor masih bertahan 2-4. Yang artinya, PSM Makassar gagal meraih poin di kandang mereka.

Dari pantauan dilapangan, suporter dari PSM Makassar langsung merangsek masuk kedalam lapangan usai pluit panjang dibunyikan oleh wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Para pemain dan official dari Persita Tangerang serta wasit, langsung bermain masuk ke dalam area stadion untuk menghindari suporter PSM Makassar yang sudah tidak terbendung lagi.

Terdapat juga flare yang dilemparkan oleh suporter kedalam lapangan. Hal tersebut untuk melupakan rasa kecewanya terhadap tim yang telah mereka terus dukung.

Tak hanya itu saja, suporter PSM Makassar juga langsung mengepung bans pemain PSM Makassar untuk meminta penjelasan atas kekalahan yang dialami tim kesayangan mereka.

Seluruh suporter PSM Makassar yang telah berkumpul menggaungkan "buka bajunya" Di hadapan seluruh pemain hingga official dari PSM Makassar.

Salah satu suporter PSM Makassar mengatakan bahwa mereka menyuruh para pemain untuk membuka baju untuk membuat sadar jika 11 pertandingan yang dilakoni PSM Makassar tanpa kemenangan.

"Kenapa kami menyuruh kalian untuk membuka baju, bukan kami mau merendahkan tapi membuka baju itu semata-mata untuk membuat kalian sadar bahwa PSM Makassar bukan tempatnya di liga dua," ujar salah seorang suporter dengan menggebu-gebu.

"Kalian bisa memakai baju kembanggan kaian, ketika kalian sudah menang dan bertahan di liga satu. Kami mendukung kalian dengan sungguh-sungguh tanpa ada materi yang masuk kepada kami," lanjutnya.

Pada saat sesi prescon, Pelatih dari PSM Makassar yakni Tomas Truca tidak menampakkan diri. Ia digantikan oleh asisten pelatih PSM Makassar, Ahmad Amiruddin untuk melakukan sesi prescon.

Ahmad Amiruddin dalam sesi tersebut juga mengungkapkan bahwa sang pelatih tidak dapat melakukan sesi prescon dikarenakan sakit.

"Karena kondisinya kurang fit, pelatih Tomas Truca tidak dapat melakukan sesi prescon ini," kata Ahmad Amiruddin.

Ahmad Amiruddin juga memohon maaf kepada seluruh suporter PSM Makassar atas hasil yang diraih oleh PSM Makassar kontra Persita Tangerang. Ia juga mengakui bahwa performa saat latihan jauh berbeda dengan pertandingan.

"Saya atas nama pelatih, pemain dan manajemen memohon maaf sebesar-besarnya atas rentetan hasil buruk ini. Saya tidak ingin membela diri maupun membela para pemain. Saya ingin meluruskan saja di tempat ini bahwa problem yang sedang kami pelajari sampai saat ini yaitu kenapa performa kami di saat latihan jauh berbeda saat pertandingan," jelas Ahmad Amiruddin.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru