Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
Selasa, 20 Okt 2026 17:14
Pebukaan Athirah Cup (ATHCUP) Vol XIII di Lapangan Futsal Sekolah Islam Athirah Kajolalido, Selasa (20/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Luqman Zainuddin
MAKASSAR - Athirah Cup (ATHCUP) Vol. XIII resmi bergulir hari ini, Selasa (20/10/2026). Turnamen futsal tingkat SD dan SMP ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi futsal antarsiswa, tetapi juga ruang bagi mereka untuk mengembangkan karakter dan keterampilan kepemimpinan.
Kepala Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Nilamartini mengatakan, kegiatan tahunan yang diselenggarakan Sekolah Islam Athirah ini menjadi wadah silaturahmi antarpelajar sekaligus kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan menjunjung sportivitas.
"ATHCUP ini setiap tahun dilaksanakan, tahun 2026 ini adalah volume ke-13. Selain silaturahmi buat anak-anak, turnamen ini juga jadi media mereka untuk menunjukkan skill berkompetisi dan mereka benar-benar sportif," ucap Nilamartini seusai pembukaan.
Tahun ini, ATHCUP diikuti 64 tim, masing-masing 32 tim tingkat SD dan SMP. Peserta berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, dan Palopo.
Nilamartini mengatakan jumlah peserta tahun ini sengaja dibatasi untuk menjaga kualitas pertandingan dan kondisi para pemain.
"ATHCUP 2026 menyiapkan berbagai apresiasi untuk pemenang hingga suporter, total hadiah uang tunai mencapai puluhan juta," tambah Nilamartini yang juga merupakan penanggungjawab ATHCUP..
Selain memperebutkan juara pertama hingga ketiga, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan, antara lain penjaga gawang terbaik, pemain terbaik, pelatih terbaik, dan suporter terbaik. Penghargaan juga diberikan kepada tim dengan administrasi terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap ketertiban dan kelengkapan administrasi peserta.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Mas Aman Uppi menegaskan bahwa futsal tidak boleh hanya dianggap sekadar tentang mencetak gol, tetapi juga mengandung nilai perjuangan, kerja sama, dan upaya meraih cita-cita.
“Futsal bukan sekadar mencari gol, tetapi merupakan simbol perjuangan untuk mencapai kemenangan dan cita-cita. Passing mengajarkan kerja sama, sementara menendang bola ke gawang merupakan simbol tujuan yang ingin dicapai. Kalau kita ingin menjadi pemenang, maka kita harus berjuang,” ujarnya.
Ketua Panitia ATHCUP Vol. XIII, Adnin Salsabila Muhtar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, dan menjunjung sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarpelajar serta membangun karakter dan kerja sama tim.
“Melalui event futsal ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Keterlibatan sekolah-sekolah dari luar Athirah juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, membangun relasi positif antarpelajar, dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kerja sama tim, dan rasa saling menghargai di kalangan peserta,” ujarnya.
Siswa jadi Panitia
ATHCUP juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa Sekolah Islam Athirah. Sejumlah siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK dilibatkan sebagai panitia, didukung relawan dan guru.
Nilamartini menjelaskan, siswa diberi kesempatan mengelola kegiatan secara langsung, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga setelah acara berakhir. Guru berperan memberikan dukungan ketika siswa menghadapi kendala yang tidak dapat mereka tangani sendiri.
Menurutnya, proses tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar berkolaborasi, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan situasi di luar ekspektasi.
Melalui keterlibatan tersebut, siswa juga belajar menghadapi keluhan, mengatasi persoalan di lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan.
Pengalaman itu, kata Nilamartini, menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Apresiasi Beragam Potensi
Nilamartini menegaskan setiap anak memiliki potensi dan minat yang berbeda sehingga perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Sekolah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengapresiasi pencapaian siswa di bidang olahraga, seni, dan bidang lainnya.
"ATHCUP menjadi salah satu wadah bagi siswa internal maupun pelajar dari sekolah lain untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga," sambung Nilamartini.
Selain olahraga, Sekolah Islam Athirah menyelenggarakan Festival Budaya Nusantara sebagai ajang pengembangan bakat seni serta Athirah Olympian untuk kompetisi sains, teknologi, dan mata pelajaran.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, sekolah berupaya menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi.
Dalam penyelenggaraan ATHCUP, pihak sekolah juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk wasit berlisensi, unsur keamanan, tenaga medis, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Kepala Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Nilamartini mengatakan, kegiatan tahunan yang diselenggarakan Sekolah Islam Athirah ini menjadi wadah silaturahmi antarpelajar sekaligus kesempatan bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan menjunjung sportivitas.
"ATHCUP ini setiap tahun dilaksanakan, tahun 2026 ini adalah volume ke-13. Selain silaturahmi buat anak-anak, turnamen ini juga jadi media mereka untuk menunjukkan skill berkompetisi dan mereka benar-benar sportif," ucap Nilamartini seusai pembukaan.
Tahun ini, ATHCUP diikuti 64 tim, masing-masing 32 tim tingkat SD dan SMP. Peserta berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, dan Palopo.
Nilamartini mengatakan jumlah peserta tahun ini sengaja dibatasi untuk menjaga kualitas pertandingan dan kondisi para pemain.
"ATHCUP 2026 menyiapkan berbagai apresiasi untuk pemenang hingga suporter, total hadiah uang tunai mencapai puluhan juta," tambah Nilamartini yang juga merupakan penanggungjawab ATHCUP..
Selain memperebutkan juara pertama hingga ketiga, panitia menyiapkan sejumlah penghargaan, antara lain penjaga gawang terbaik, pemain terbaik, pelatih terbaik, dan suporter terbaik. Penghargaan juga diberikan kepada tim dengan administrasi terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap ketertiban dan kelengkapan administrasi peserta.
Di tempat yang sama, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Mas Aman Uppi menegaskan bahwa futsal tidak boleh hanya dianggap sekadar tentang mencetak gol, tetapi juga mengandung nilai perjuangan, kerja sama, dan upaya meraih cita-cita.
“Futsal bukan sekadar mencari gol, tetapi merupakan simbol perjuangan untuk mencapai kemenangan dan cita-cita. Passing mengajarkan kerja sama, sementara menendang bola ke gawang merupakan simbol tujuan yang ingin dicapai. Kalau kita ingin menjadi pemenang, maka kita harus berjuang,” ujarnya.
Ketua Panitia ATHCUP Vol. XIII, Adnin Salsabila Muhtar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kemampuan, dan menjunjung sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarpelajar serta membangun karakter dan kerja sama tim.
“Melalui event futsal ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, serta menjunjung tinggi sportivitas. Keterlibatan sekolah-sekolah dari luar Athirah juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, membangun relasi positif antarpelajar, dan menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga membentuk karakter, kerja sama tim, dan rasa saling menghargai di kalangan peserta,” ujarnya.
Siswa jadi Panitia
ATHCUP juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa Sekolah Islam Athirah. Sejumlah siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK dilibatkan sebagai panitia, didukung relawan dan guru.
Nilamartini menjelaskan, siswa diberi kesempatan mengelola kegiatan secara langsung, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga setelah acara berakhir. Guru berperan memberikan dukungan ketika siswa menghadapi kendala yang tidak dapat mereka tangani sendiri.
Menurutnya, proses tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar berkolaborasi, berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan beradaptasi dengan situasi di luar ekspektasi.
Melalui keterlibatan tersebut, siswa juga belajar menghadapi keluhan, mengatasi persoalan di lapangan, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan.
Pengalaman itu, kata Nilamartini, menjadi bagian dari upaya sekolah menumbuhkan keterampilan yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi tantangan pada masa mendatang.
Apresiasi Beragam Potensi
Nilamartini menegaskan setiap anak memiliki potensi dan minat yang berbeda sehingga perlu mendapatkan ruang untuk berkembang. Sekolah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mengapresiasi pencapaian siswa di bidang olahraga, seni, dan bidang lainnya.
"ATHCUP menjadi salah satu wadah bagi siswa internal maupun pelajar dari sekolah lain untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga," sambung Nilamartini.
Selain olahraga, Sekolah Islam Athirah menyelenggarakan Festival Budaya Nusantara sebagai ajang pengembangan bakat seni serta Athirah Olympian untuk kompetisi sains, teknologi, dan mata pelajaran.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, sekolah berupaya menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi.
Dalam penyelenggaraan ATHCUP, pihak sekolah juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk wasit berlisensi, unsur keamanan, tenaga medis, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Sports
SMAN 2 Raha Juara Regional, Bawa Nama Sulawesi ke AXIS Nation Cup 2026
SMAN 2 Raha, Sulawesi Tenggara, berhasil melewati persaingan empat juara daerah untuk merebut gelar kampiun Final Regional AXIS Nation Cup (ANC) 2026 Sulawesi.
Kamis, 24 Sep 2026 17:31
Sports
AXIS Nation Cup Buktikan Jalur Pembinaan, Lima Alumni Tembus Timnas U-19
Dalam perjalanannya, turnamen yang digelar PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui brand AXIS itu telah membuka jalan bagi talenta muda untuk menembus level nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 17:23
News
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dua tim penelitian SMP Islam Athirah Makassar berhasil memastikan langkah ke tingkat nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP 2026.
Minggu, 20 Sep 2026 14:16
Sports
SMAN 21 Makassar Melaju ke Final Regional AXIS Nation Cup Sulawesi
SMAN 21 Makassar keluar sebagai kampiun AXIS Nation Cup (ANC) 2026 Regional Makassar setelah melewati persaingan ketat di GOR Universitas Muslim Indonesia, 11–13 September 2026.
Selasa, 15 Sep 2026 17:11
News
Maulid Nabi, OSIS-MPK Neosanra Dorong Siswa Teladani Rasulullah
Melalui berbagai lomba dan aktivitas kolaboratif, OSIS-MPK Neosanra mengajak siswa mempraktikkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Rabu, 26 Agu 2026 10:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
5
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IM3 Platinum Plus Hadirkan Bundling iPhone 18 Pro dengan Kuota 175GB
2
ASUS Hadirkan ProArt P14 dan P16, Laptop Kreator Profesional pakai NVIDIA RTX Spark Pertama di Indonesia
3
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham, Sisa Anggaran Lebih dari Rp3 Triliun
4
2 Bupati di Sulsel Dijadwalkan Hadir di Wisuda ke-89 Unismuh Makassar
5
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air