Program MYP Irigasi Sulsel Tingkatkan Produksi Padi
Rabu, 30 Sep 2026 10:25
Para pekerja melakukan Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pengerjaan ini menunjukkan progres signifikan. Foto: Istimewa
BULUKUMBA - Rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bontonyeleng dan Palang Barae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menunjukkan progres signifikan. Pembangunan ini merupakan bagian dari Paket 1 program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) 2025–2027.
Pekerjaan jaringan irigasi saat ini telah mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total panjang pengerjaan 2,5 kilometer. Jaringan irigasi ini ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 1.200 hektare.
Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, mengatakan keberadaan jaringan irigasi tersebut tidak hanya membantu mengairi lahan pertanian yang selama ini telah digarap, tetapi juga berpotensi membuka lahan baru setelah pembangunan rampung.
"Selain bisa mengaliri lahan saat ini, juga bisa mengaliri lahan baru apabila pekerjaan ini sudah selesai," kata Andi Baso, Senin, (27/09/2026).
Menurut dia, peningkatan ketersediaan air irigasi berpotensi berdampak terhadap peningkatan produksi pertanian masyarakat. "Dampak dari ini ada peningkatan produksi jika ini selesai. Bukan hanya berhenti di sini karena memang luasan persawahan kami ini sangat luas. Ada dua desa yang berdampak, Desa Bontonyeleng dan Palang Barae," ujarnya.
Petani Desa Bontonyeleng, Jamaluddin, mengatakan kondisi petani sebelumnya cukup sulit karena jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan yang berada di bagian hilir. "Kondisi kami sebelum ada irigasi ini, keadaan petani memang sangat memprihatinkan karena akses irigasi tidak bisa sampai ke hilir," kata Jamaluddin.
Dengan pembangunan jaringan irigasi tersebut, ia berharap frekuensi tanam padi dapat meningkat. Saat ini, petani umumnya hanya dapat menggarap sawah dua kali dalam setahun. "Dengan adanya irigasi ini, dari potensi garap sawah dua kali mudah-mudahan bisa sampai tiga kali nanti, khususnya tanam padi," ujarnya.
Menurut Jamaluddin, peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pembangunan jaringan irigasi tersebut.
"Terima kasih kepada pemerintah dan dinas atas bantuannya ini. Terima kasih khusus kepada Pemerintah Provinsi dan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur atas bantuan ke desa kami," katanya.
Manfaat pembangunan irigasi juga diharapkan dirasakan generasi muda di Desa Bontonyeleng.
Petani muda Desa Bontonyeleng, Madasari, mengatakan sektor pertanian di wilayahnya masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
Namun, keterbatasan infrastruktur pertanian selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin mengembangkan usaha pertanian di desa.
"Kondisi pertanian di Bontonyeleng masih cukup memprihatinkan, tetapi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian yang ada di desa," kata Madasari.
Ia berharap pembangunan irigasi dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk tetap tinggal dan mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.
Menurut dia, ketersediaan infrastruktur irigasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi petani muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.
"Saya berharap dengan adanya irigasi ini bisa memenuhi kebutuhan petani agar petani penerus mendapatkan kehidupan yang layak," ujarnya.
Madasari juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pembangunan jaringan irigasi yang dinilai dapat mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Bontonyeleng," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani 54.000 hektare sawah. Daerah irigasi ini tersebar di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen. Kerusakan pada bendung serta penyumbatan aliran kerap membuat pasokan air gagal mencapai area persawahan di tingkat hilir maupun tersier.
Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan. Ketersediaan air memungkinkan para petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. "Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen," kata Andi Sudirman beberapa waktu lalu.
Pekerjaan jaringan irigasi saat ini telah mencapai sekitar 1,1 kilometer dari total panjang pengerjaan 2,5 kilometer. Jaringan irigasi ini ditargetkan mampu mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 1.200 hektare.
Kepala Desa Bontonyeleng, Andi Baso Mauragawali, mengatakan keberadaan jaringan irigasi tersebut tidak hanya membantu mengairi lahan pertanian yang selama ini telah digarap, tetapi juga berpotensi membuka lahan baru setelah pembangunan rampung.
"Selain bisa mengaliri lahan saat ini, juga bisa mengaliri lahan baru apabila pekerjaan ini sudah selesai," kata Andi Baso, Senin, (27/09/2026).
Menurut dia, peningkatan ketersediaan air irigasi berpotensi berdampak terhadap peningkatan produksi pertanian masyarakat. "Dampak dari ini ada peningkatan produksi jika ini selesai. Bukan hanya berhenti di sini karena memang luasan persawahan kami ini sangat luas. Ada dua desa yang berdampak, Desa Bontonyeleng dan Palang Barae," ujarnya.
Petani Desa Bontonyeleng, Jamaluddin, mengatakan kondisi petani sebelumnya cukup sulit karena jaringan irigasi belum mampu menjangkau lahan yang berada di bagian hilir. "Kondisi kami sebelum ada irigasi ini, keadaan petani memang sangat memprihatinkan karena akses irigasi tidak bisa sampai ke hilir," kata Jamaluddin.
Dengan pembangunan jaringan irigasi tersebut, ia berharap frekuensi tanam padi dapat meningkat. Saat ini, petani umumnya hanya dapat menggarap sawah dua kali dalam setahun. "Dengan adanya irigasi ini, dari potensi garap sawah dua kali mudah-mudahan bisa sampai tiga kali nanti, khususnya tanam padi," ujarnya.
Menurut Jamaluddin, peningkatan frekuensi tanam diharapkan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan petani.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pembangunan jaringan irigasi tersebut.
"Terima kasih kepada pemerintah dan dinas atas bantuannya ini. Terima kasih khusus kepada Pemerintah Provinsi dan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur atas bantuan ke desa kami," katanya.
Manfaat pembangunan irigasi juga diharapkan dirasakan generasi muda di Desa Bontonyeleng.
Petani muda Desa Bontonyeleng, Madasari, mengatakan sektor pertanian di wilayahnya masih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan.
Namun, keterbatasan infrastruktur pertanian selama ini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat, termasuk generasi muda yang ingin mengembangkan usaha pertanian di desa.
"Kondisi pertanian di Bontonyeleng masih cukup memprihatinkan, tetapi dengan adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi ini bisa menggerakkan petani muda agar tidak keluar dari desa dan bisa membangun potensi pertanian yang ada di desa," kata Madasari.
Ia berharap pembangunan irigasi dapat membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk tetap tinggal dan mengembangkan sektor pertanian di daerahnya.
Menurut dia, ketersediaan infrastruktur irigasi dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi petani muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek ekonomi.
"Saya berharap dengan adanya irigasi ini bisa memenuhi kebutuhan petani agar petani penerus mendapatkan kehidupan yang layak," ujarnya.
Madasari juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas pembangunan jaringan irigasi yang dinilai dapat mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
"Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Gubernur Sulawesi Selatan Bapak Andi Sudirman Sulaiman atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Desa Bontonyeleng," pungkasnya.
Sekadar diketahui, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk merehabilitasi sejumlah jaringan irigasi yang melayani 54.000 hektare sawah. Daerah irigasi ini tersebar di Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Pangkep, Barru, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan, program recovery ini dilakukan lantaran mayoritas infrastruktur irigasi eksisting telah mengalami penurunan fungsi hingga tinggal tersisa 50 persen. Kerusakan pada bendung serta penyumbatan aliran kerap membuat pasokan air gagal mencapai area persawahan di tingkat hilir maupun tersier.
Penormalan jaringan irigasi ini diproyeksikan mampu mendongkrak Indeks Pertanaman (IP) dan produktivitas pertanian secara signifikan. Ketersediaan air memungkinkan para petani meningkatkan frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. "Para petani bisa lima kali dalam dua tahun, atau tiga kali setahun, atau minimal dua kali setahun untuk bercocok tanam sampai panen," kata Andi Sudirman beberapa waktu lalu.
(GUS)
Berita Terkait
News
Sinergi Pertamina, Kementerian ESDM & Pemprov Sulsel Jaga Pasokan BBM
Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:24
News
Pemprov Sulsel Percantik Ruas Jalan Burung-Burung–Bili-Bili, Marka Putih dan Bahu Hijau
Penataan ruas jalan Burung-Burung–Bili-Bili di Kabupaten Gowa menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan untuk menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga lebih rapi dipandang.
Rabu, 14 Okt 2026 15:38
Ekbis
BI Sulsel Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat BEKS 2026
Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan berbagai mitra strategis memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Sulawesi Selatan.
Jum'at, 09 Okt 2026 18:58
News
Andi Winarno Eka Putra Dilantik sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Andi Winarno Eka Putra, sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan.
Senin, 05 Okt 2026 12:03
News
Aktivasi Serentak 480 SPPG 3T di Wilayah Timur Indonesia
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)
Jum'at, 02 Okt 2026 23:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi