Jadi Mentor di PKP III, Andi Zulkifly Minta Inovasi Diperluas dan Terukur
Rabu, 30 Sep 2026 20:12
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melahirkan inovasi yang dapat direplikasi di kecamatan lain.
Hal itu ia sampaikan usai didaulat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Mereka yang dimentori Sekda Makassar Andi Zulkifly yakni Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha; Camat Tallo, Andi Husni; dan Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar.
Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menilai sejumlah inovasi aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu diarahkan agar memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai aksi perubahan dalam lingkup peserta, tetapi dapat dikembangkan menjadi model percontohan yang diterapkan di kecamatan lainnya.
“Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” harapnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam Lontara sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Mantan Lurah Panaikang itu juga meminta peserta tidak membatasi target aksi perubahan hanya pada dua kelurahan dalam jangka pendek. Ia mendorong perluasan lokus agar dampak inovasi dapat diukur secara lebih komprehensif.
Seperti Untuk Kecamatan Rappocini, ia meminta agar cakupan pengembangan UMKM ditambah sedikitnya lima kelurahan.
“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.
Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran tersebut penting untuk mengetahui efektivitas inovasi sekaligus mengukur dampaknya terhadap pembangunan di tingkat kecamatan.
“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” sebutnya.
Alumni Administrasi Publik Unhas itu menegaskan, keberhasilan aksi perubahan tidak hanya dilihat dari terlaksananya program, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan setelah inovasi diterapkan.
Dengan demikian, inovasi yang lahir melalui PKP III diharapkan dapat menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh perangkat daerah maupun kecamatan lainnya di Kota Makassar.
Hal itu ia sampaikan usai didaulat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa (29/9/2026). Mereka yang dimentori Sekda Makassar Andi Zulkifly yakni Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha; Camat Tallo, Andi Husni; dan Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar.
Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menilai sejumlah inovasi aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu diarahkan agar memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai aksi perubahan dalam lingkup peserta, tetapi dapat dikembangkan menjadi model percontohan yang diterapkan di kecamatan lainnya.
“Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” harapnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam Lontara sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.
“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.
Mantan Lurah Panaikang itu juga meminta peserta tidak membatasi target aksi perubahan hanya pada dua kelurahan dalam jangka pendek. Ia mendorong perluasan lokus agar dampak inovasi dapat diukur secara lebih komprehensif.
Seperti Untuk Kecamatan Rappocini, ia meminta agar cakupan pengembangan UMKM ditambah sedikitnya lima kelurahan.
“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.
Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran tersebut penting untuk mengetahui efektivitas inovasi sekaligus mengukur dampaknya terhadap pembangunan di tingkat kecamatan.
“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” sebutnya.
Alumni Administrasi Publik Unhas itu menegaskan, keberhasilan aksi perubahan tidak hanya dilihat dari terlaksananya program, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan setelah inovasi diterapkan.
Dengan demikian, inovasi yang lahir melalui PKP III diharapkan dapat menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh perangkat daerah maupun kecamatan lainnya di Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Dinsos Makassar Siapkan Nikah Massal Gratis, Kuota 420 Pasang
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menyiapkan program nikah massal gratis bagi 420 pasang pengantin dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-420 Kota Makassar.
Rabu, 30 Sep 2026 18:13
Sulsel
Wali Kota Makassar Siapkan Sistem Peningkatan Kapasitas Lurah
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyiapkan sistem peningkatan kapasitas lurah untuk memperkuat pelayanan publik hingga tingkat kelurahan.
Selasa, 29 Sep 2026 06:04
Makassar City
Ekonomi Makassar Melaju 7,04 Persen, DPRD Puji Kepemimpinan Munafri
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Makassar memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 22:13
Makassar City
Revitalisasi Pedestrian Kajaolalido-Thamrin, Pemkot Makassar Bahas Penanganan Pohon
Keberadaan pohon eksisting menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani dalam proyek revitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin, Kota Makassar.
Sabtu, 26 Sep 2026 00:52
News
Transformasi Layanan Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik
Upaya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam mendorong transformasi digitalisasi layanan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan transaksi keuangan daerah mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kamis, 24 Sep 2026 23:02
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
3
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
3
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana