Kemenaker Gelontorkan Anggaran Pelatihan Vokasi di Bone, 208 Peserta Ikuti 11 Kejuruan

Selasa, 06 Okt 2026 15:00
Kemenaker Gelontorkan Anggaran Pelatihan Vokasi di Bone, 208 Peserta Ikuti 11 Kejuruan
Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026 di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone. Foto: SINDO Makassar/Justang Muhammad
Comment
Share
BONE - Pemerintah Kabupaten Bone bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI memperkuat upaya peningkatan kompetensi calon tenaga kerja melalui kegiatan Sinergitas Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng Kementerian Ketenagakerjaan RI Dr. Arsyad, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bone Hj. Faidah.

Hadir pula Kepala Lapas Watampone, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kepala UPTD BLK Bone, dan peserta.

Pelatihan ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja melalui peningkatan keterampilan teknis masyarakat, khususnya bagi calon tenaga kerja yang tengah mempersiapkan diri memasuki dunia industri maupun mengembangkan usaha mikro dan makro sesuai kompetensi yang dimiliki.

Pelaksanaan pelatihan dipusatkan di Kompleks UPT BLK Bone dengan 11 bidang kejuruan. Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bone, Hj. Faidah, melaporkan bahwa Pelatihan Vokasi Nasional Kabupaten Bone Batch V Tahun 2026 dimaksudkan untuk kegiatan dan pelatihan teknis dalam rangka permasalahan ketenagakerjaan.

"Tujuannya meningkatkan keterampilan calon tenaga kerja yang sedang mencari tenagakerja di dunia industri, pada bidang usaha mikro dan makro yang sesuai dengan keahlian kompetensinya," kata Hj. Faidah.

Kejuruan tersebut meliputi operator komputer muda, desain grafis, menjahit pakaian dengan mesin, pembuatan hiasan busana, merias wajah dan menata rambut, pembuatan perabot sederhana dengan mesin HPL, servis sepeda motor injeksi, pembuatan roti dan kue, instalasi listrik bangunan sederhana, pengelasan, serta audio video.

Selain itu, terdapat program TMT yang saat ini berlangsung dalam dua paket dengan total 32 peserta. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang mengikuti rangkaian program pelatihan mencapai 208 orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bone, Hj. Faidah, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bone dan jajaran Kementerian Ketenagakerjaan yang terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelatihan vokasi di Kabupaten Bone.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kepala BPVP Bantaeng Kementerian Ketenagakerjaan RI, Dr. Arsyad, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelatihan di Bone tidak terlepas dari upaya aktif pemerintah daerah dalam memperjuangkan program dan anggaran pelatihan dari pemerintah pusat.

Menurutnya, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bone bersama Kepala UPTD BLK Bone secara aktif melakukan pendekatan langsung kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk membawa program pelatihan ke Kabupaten Bone.

“Ibu Kadis Ketenagakerjaan Bone dan Kepala UPTD BLK Bone ini, di mana Bapak Menteri ada di Sulsel, selalu hadir dan bertemu langsung untuk jemput bola anggaran kementerian, hingga pertemuan di Jakarta,” ujar Dr. Arsyad.

Ia menegaskan, seluruh pembiayaan kegiatan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Ketenagakerjaan.

“Sehingga kegiatan hari ini Pelatihan Vokasi dan Produktivitas semua anggarannya dari Kementerian Ketenagakerjaan,” katanya.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, pelaksanaan pelatihan merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi dunia kerja. Namun, tantangan sesungguhnya berada pada tahap penerapan keterampilan setelah pelatihan selesai.

“Pelatihan ini sebenarnya mudah, yang agak susah itu implementasinya, realisasinya,” kata Andi Asman.

Ia mendorong para peserta tidak berhenti pada kemampuan teknis yang diperoleh selama pelatihan. Keterampilan tersebut, kata dia, harus dimanfaatkan menjadi peluang kerja maupun usaha yang menghasilkan.

Bupati juga berbagi pengalaman perjalanan hidupnya sebelum menjadi kepala daerah. Ia mengaku pernah menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi tukang kebun, menjahit hingga berjualan alat bangunan.

“Saya juga tidak langsung jadi seperti ini. Saya pernah jadi tenaga kerja, pernah jadi tukang kebun, pernah menjahit, dan pernah jual alat bangunan,” ungkapnya.

Menurut Andi Asman, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan dapat dibangun dari berbagai pekerjaan selama seseorang memiliki kemauan untuk belajar, bekerja keras dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki.

Ia berharap peserta pelatihan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal sehingga keterampilan yang diperoleh mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bone.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru