Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
Selasa, 06 Okt 2026 15:18
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, bersama jajaran, di Kompleks Terminal Daya, Selasa (6/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Perumda Terminal Makassar Metro menyiapkan aplikasi digital Appilei untuk memudahkan masyarakat membeli tiket bus sekaligus meningkatkan transparansi transaksi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aplikasi tersebut saat ini dalam tahap implementasi dengan progres mencapai 90 persen. Appilei nantinya terintegrasi dengan Lontara Plus dan Gojek serta sistem pendataan tiket dan manifes Perusahaan Otobus (PO).
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan Appilei dirancang agar masyarakat dapat memesan tiket bus secara digital.
"Aplikasi digitalisasi ini nantinya akan langsung terhubung ke Lontara Plus, yaitu 'Lontara Gojek'. Menu itulah yang kami sampaikan tadi mengenai Go Terminal, yang ke depannya akan terintegrasi dengan tiket-tiket yang ada di PO," jelasnya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Elber, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pendataan manifes antara terminal dan PO. Sistem pembukuan internal terminal juga telah didigitalisasi, termasuk transaksi belanja dan pengeluaran.
Elber mengatakan pihaknya juga menyiapkan loket bersama yang nantinya akan diisi sekitar 50 PO. Seluruh pelayanan diharapkan dapat terintegrasi dalam satu sistem digital.
"Mudah-mudahan dengan adanya program digitalisasi di terminal ini, pembayaran secara tunai (cash) bisa kita minimalkan. Saat ini kami sedang melanjutkan tahap sosialisasi. Tahun lalu digitalisasi kami baru menggunakan QRIS dan program dari perbankan, sedangkan sekarang skalanya kita tingkatkan," jelasnya.
Proses integrasi Appilei dengan Lontara Plus dan Gojek masih berlangsung. Elber menyebut kerja sama dengan Lontara telah berjalan sekitar delapan bulan.
"Kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa kita meluncurkan (launching). Nanti kami akan mengundang pihak PO untuk hadir di sini. Kami juga mengundang pihak pengembang aplikasi dari Lontara Plus dan Gojek untuk menjelaskan langsung mekanisme penggunaannya kepada pihak PO," tuturnya.
Elber menyebut implementasi aplikasi saat ini telah mencapai 90 persen dan secara internal sudah dapat dioperasikan.
"Sekadar latihan on-nya belum publish, sebatas internal sosial untuk meng-update data-data yang ada. Jadi secara prinsip kita sudah siap," imbuhnya.
Peluncuran Appilei ditargetkan dilakukan sebelum atau bertepatan dengan Hari Jadi Kota Makassar pada 9 November 2026. Momentum tersebut juga berdekatan dengan Hari Jadi Perumda Terminal Makassar Metro.
Elber mengatakan sosialisasi kepada sejumlah PO telah dilakukan. Para perwakilan PO nantinya akan dikumpulkan di ruang pola terminal untuk mendapatkan penjelasan langsung mengenai mekanisme penggunaan aplikasi.
Menurut Elber, digitalisasi tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi di terminal sekaligus memperkecil potensi kebocoran pendapatan.
Ia menjelaskan, sistem digital juga memungkinkan data penumpang tercatat lebih jelas sehingga jumlah penumpang yang berangkat dapat terkontrol.
Elber menggambarkan mekanisme tersebut nantinya menyerupai sistem yang diterapkan di bandara, di mana penumpang cukup menunjukkan tiket tanpa perlu melakukan pembayaran manual di pintu masuk.
"Contoh konkretnya seperti di bandara, ketika kita masuk, tidak ada lagi pembayaran manual. Cukup menunjukkan tiket. Kurang lebih gambarannya seperti itu, tidak ada lagi tiket fisik di pintu masuk karena kita sudah MoU dengan pemilik PO," jabarnya.
Menurutnya, pihak PO juga menyambut baik sistem tersebut karena seluruh transaksi dan informasi biaya dapat tercatat secara digital.
"Pihak PO juga menyambut baik hal ini. Sebab dengan masuknya data secara digital, mereka terbantu dan tidak ada lagi komplain dari penumpang mengenai biaya-biaya tambahan. Semua jadi lebih transparan dan bebas," sambungnya.
Selain pembelian tiket, Appilei nantinya dilengkapi informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan bus.
"Ini juga menjadi langkah antisipasi untuk lonjakan penumpang saat mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru," katanya.
Elber menambahkan, integrasi dengan Gojek memungkinkan masyarakat memesan perjalanan menggunakan bus melalui aplikasi tersebut.
"Jadi nanti setiap user yang ingin menaiki bus dengan tujuan tertentu, dia bisa masuk ke dalam pendaratan kita atau mungkin bisa langsung order by Gojek, seperti itu. Karena kita kolaborasi dengan Gojek," tutup Elber.
Selain digitalisasi, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan program pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong di area terminal untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Aplikasi tersebut saat ini dalam tahap implementasi dengan progres mencapai 90 persen. Appilei nantinya terintegrasi dengan Lontara Plus dan Gojek serta sistem pendataan tiket dan manifes Perusahaan Otobus (PO).
Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, mengatakan Appilei dirancang agar masyarakat dapat memesan tiket bus secara digital.
"Aplikasi digitalisasi ini nantinya akan langsung terhubung ke Lontara Plus, yaitu 'Lontara Gojek'. Menu itulah yang kami sampaikan tadi mengenai Go Terminal, yang ke depannya akan terintegrasi dengan tiket-tiket yang ada di PO," jelasnya, Selasa (6/10/2026).
Menurut Elber, digitalisasi juga diterapkan pada sistem pendataan manifes antara terminal dan PO. Sistem pembukuan internal terminal juga telah didigitalisasi, termasuk transaksi belanja dan pengeluaran.
Elber mengatakan pihaknya juga menyiapkan loket bersama yang nantinya akan diisi sekitar 50 PO. Seluruh pelayanan diharapkan dapat terintegrasi dalam satu sistem digital.
"Mudah-mudahan dengan adanya program digitalisasi di terminal ini, pembayaran secara tunai (cash) bisa kita minimalkan. Saat ini kami sedang melanjutkan tahap sosialisasi. Tahun lalu digitalisasi kami baru menggunakan QRIS dan program dari perbankan, sedangkan sekarang skalanya kita tingkatkan," jelasnya.
Proses integrasi Appilei dengan Lontara Plus dan Gojek masih berlangsung. Elber menyebut kerja sama dengan Lontara telah berjalan sekitar delapan bulan.
"Kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa kita meluncurkan (launching). Nanti kami akan mengundang pihak PO untuk hadir di sini. Kami juga mengundang pihak pengembang aplikasi dari Lontara Plus dan Gojek untuk menjelaskan langsung mekanisme penggunaannya kepada pihak PO," tuturnya.
Elber menyebut implementasi aplikasi saat ini telah mencapai 90 persen dan secara internal sudah dapat dioperasikan.
"Sekadar latihan on-nya belum publish, sebatas internal sosial untuk meng-update data-data yang ada. Jadi secara prinsip kita sudah siap," imbuhnya.
Peluncuran Appilei ditargetkan dilakukan sebelum atau bertepatan dengan Hari Jadi Kota Makassar pada 9 November 2026. Momentum tersebut juga berdekatan dengan Hari Jadi Perumda Terminal Makassar Metro.
Elber mengatakan sosialisasi kepada sejumlah PO telah dilakukan. Para perwakilan PO nantinya akan dikumpulkan di ruang pola terminal untuk mendapatkan penjelasan langsung mengenai mekanisme penggunaan aplikasi.
Menurut Elber, digitalisasi tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi di terminal sekaligus memperkecil potensi kebocoran pendapatan.
Ia menjelaskan, sistem digital juga memungkinkan data penumpang tercatat lebih jelas sehingga jumlah penumpang yang berangkat dapat terkontrol.
Elber menggambarkan mekanisme tersebut nantinya menyerupai sistem yang diterapkan di bandara, di mana penumpang cukup menunjukkan tiket tanpa perlu melakukan pembayaran manual di pintu masuk.
"Contoh konkretnya seperti di bandara, ketika kita masuk, tidak ada lagi pembayaran manual. Cukup menunjukkan tiket. Kurang lebih gambarannya seperti itu, tidak ada lagi tiket fisik di pintu masuk karena kita sudah MoU dengan pemilik PO," jabarnya.
Menurutnya, pihak PO juga menyambut baik sistem tersebut karena seluruh transaksi dan informasi biaya dapat tercatat secara digital.
"Pihak PO juga menyambut baik hal ini. Sebab dengan masuknya data secara digital, mereka terbantu dan tidak ada lagi komplain dari penumpang mengenai biaya-biaya tambahan. Semua jadi lebih transparan dan bebas," sambungnya.
Selain pembelian tiket, Appilei nantinya dilengkapi informasi jadwal kedatangan dan keberangkatan bus.
"Ini juga menjadi langkah antisipasi untuk lonjakan penumpang saat mudik Lebaran, Natal, dan Tahun Baru," katanya.
Elber menambahkan, integrasi dengan Gojek memungkinkan masyarakat memesan perjalanan menggunakan bus melalui aplikasi tersebut.
"Jadi nanti setiap user yang ingin menaiki bus dengan tujuan tertentu, dia bisa masuk ke dalam pendaratan kita atau mungkin bisa langsung order by Gojek, seperti itu. Karena kita kolaborasi dengan Gojek," tutup Elber.
Selain digitalisasi, Perumda Terminal Makassar Metro juga menyiapkan program pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan lahan kosong di area terminal untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar acara nonton bareng (nobar) pertandingan Timnas Indonesia yang dipusatkan di halaman Balai Kota Makassar, Senin malam (5/10/2026).
Senin, 05 Okt 2026 22:49
News
PDAM Makassar Bahas Penguatan Pengelolaan NRW Bersama Kawasaki City dan STS
Perumda Air Minum Kota Makassar menerima kunjungan delegasi Kawasaki City, Jepang, bersama STS di ruang rapat direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Senin (5/10/2026).
Senin, 05 Okt 2026 20:24
News
Karantina Sulsel Tanam 285 Pohon, TPA Antang Didorong Jadi Hutan Kota
Kawasan TPA Bintang Lima Antang, Makassar, mulai diarahkan tidak sekadar menjadi tempat pengelolaan sampah, tapi diproyeksikan menjadi hutan kota.
Senin, 05 Okt 2026 12:30
Makassar City
Kemensos Jadikan Makassar Pilot Project Gerakan Nasional Peduli Tetangga
Kementerian Sosial (Kemensos) RI meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu.
Minggu, 04 Okt 2026 20:39
Makassar City
Makassar Target Pertahankan Gelar Juara Umum di Porprov 2026
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendukung penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan pada 7-14 November 2026 mendatang.
Sabtu, 03 Okt 2026 14:52
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Tuding Ada Sabotase Terkait Surat MA, Husniah Talenrang Ambil Langkah Hukum
5
85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Tuding Ada Sabotase Terkait Surat MA, Husniah Talenrang Ambil Langkah Hukum
5
85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas