Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir

Rabu, 07 Okt 2026 08:50
Musda REI Sulsel Memanas, 100 Lebih Pengembang Pilih Tak Hadir
Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan 2026 kembali memanas. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan 2026 kembali memanas.

Wakil Ketua DPD REI Sulsel Rezza Pratama Said bersama lebih dari 100 perusahaan pengembang anggota DPD REI Sulsel menyatakan sikap untuk tidak menghadiri dan tidak mengikuti pelaksanaan Musda REI Sulsel 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung menggelar rapat evaluasi.

Hal itu disampaikan oleh Master Campaign Tim Rezza Pratama Said, Mustajab Mudji Djurumiah, di Mercure Hotel, Jl AP Pettarani, Selasa (6/10/2026) malam.

Ia mengatakan keputusan tersebut merupakan sikap kolektif yang diambil setelah pihaknya mempertimbangkan perkembangan kesepahaman yang terjadi sebelum pelaksanaan Musda.

Menurut Mustajab, proses konsolidasi tersebut sebelumnya dilakukan untuk menjaga keutuhan organisasi REI Sulsel menjelang Musda.

Salah satunya melalui pertemuan Rezza Pratama Said dengan Ketua Dewan Kehormatan DPD REI Sulsel, H Andi Idris Manggabarani, pada Kamis (24/9/2026).

Kemudian, kata dia, pada Jumat (25/9/2026), berlangsung pertemuan yang difasilitasi Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Ardan Arfandy.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP REI, H M Arief Mone serta H Badris Salam.

Dalam pertemuan itu, menurutnya, dicapai kesepahaman bahwa Rezza Pratama Said tidak melanjutkan proses pendaftaran sebagai calon Ketua DPD REI Sulsel.

Kesepahaman tersebut juga disebut mencakup komitmen bahwa unsur Tim Rezza akan memperoleh ruang strategis dalam kepengurusan DPD REI Sulsel berikutnya, termasuk posisi Sekretaris serta keterlibatan anggota Tim Rezza dalam struktur kepengurusan.

"Rezza sudah menunaikan seluruh bagiannya dengan tidak mengembalikan formulir pendaftaran serta menyampaikan pernyataan terbuka yang menempatkan persatuan organisasi di atas kepentingan kontestasi,” katanya.

Menurutnya, kesepahaman tersebut bahkan dikukuhkan dengan salam komando di hadapan pimpinan DPP REI.

Atas dasar kesepahaman itu, Rezza kemudian tidak mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD REI Sulsel hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Namun, Tim Rezza menyebut kesepahaman tersebut kemudian tidak berjalan sebagaimana yang telah disepakati.

Mustajab mengaku, pada Sabtu (3/10/2026), H Badris Salam menyampaikan bahwa komitmen yang sebelumnya disepakati tidak dapat diwujudkan sebagaimana kesepahaman pada 25 September 2026.

Perubahan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung.

Hasilnya, pada Senin (5/10/2026), Tim Rezza memutuskan untuk tidak mengikuti pelaksanaan Musda XV DPD REI Sulsel 2026.

Mustajab menegaskan, keputusan tersebut bukan keputusan pribadi Rezza Pratama Said, melainkan sikap kolektif yang diambil bersama lebih dari 100 perusahaan pengembang anggota DPD REI Sulsel.

“Setelah dilakukan evaluasi, Tim Rezza bersama para pemilik suara pendukung secara kolektif memutuskan untuk tidak mengikuti pelaksanaan Musda REI Sulawesi Selatan 2026,” ungkapnya.

Ia juga menyebut pembatalan kesepahaman pada 25 September sebagai pengingkaran terhadap komitmen yang telah menjadi dasar keputusan Rezza untuk tidak melanjutkan pencalonan.

Mereka menilai telah menunaikan bagian dari kesepakatan dengan itikad baik, sementara komitmen yang menjadi dasar keputusan tersebut disebut tidak diwujudkan.

“Bagi kami, persoalan ini bukan semata soal kontestasi Ketua REI Sulsel. Ada komitmen yang menjadi dasar bagi Rezza untuk mengambil keputusan tidak melanjutkan proses pencalonan,” ujarnya.

Ia berpandangan bahwa seorang calon pemimpin organisasi harus mampu menjaga komitmen yang telah dibuat, terutama ketika kesepahaman tersebut dibangun dalam forum yang melibatkan pimpinan DPP REI.

“Kepemimpinan berdiri di atas kata yang ditepati. Ketika kata tidak lagi dapat dipegang, integritas kepemimpinan itu sendiri patut dipertanyakan,” kata dia.

Selain itu, Tim Rezza menilai kesepahaman tersebut difasilitasi dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP REI, Raymond Ardan Arfandy, serta Wakil Ketua Umum DPP REI, H M Arief Mone.

Karena itu, mereka berpandangan bahwa tidak terlaksananya kesepahaman tersebut bukan hanya menyangkut hubungan antara Tim Rezza dan pihak yang sebelumnya membuat kesepakatan.

Menurutnya, hal itu juga menyangkut penghormatan terhadap pimpinan DPP REI yang disebut menjadi pihak yang memfasilitasi dan menyaksikan kesepahaman tersebut.

“Kesepahaman tersebut difasilitasi dan disaksikan langsung oleh pimpinan DPP REI. Karena itu, bagi kami persoalan ini juga berkaitan dengan marwah organisasi dan bagaimana komitmen yang dibangun di tingkat organisasi dihargai,” ujar Mustajab.

Tim Rezza selanjutnya menilai Musda yang berlangsung di atas kondisi tersebut tidak lagi mencerminkan semangat musyawarah, kebersamaan, dan kepercayaan yang seharusnya menjadi fondasi organisasi.

Meski demikian, mereka menegaskan tetap menghormati seluruh anggota REI Sulsel dan mekanisme organisasi.

Keputusan untuk tidak hadir dalam Musda disebut sebagai sikap kolektif yang diambil secara sadar, solid, dan bertanggung jawab.

“Kami tetap menghormati seluruh anggota dan mekanisme organisasi. Sikap ini kami ambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kesepahaman yang sebelumnya menjadi dasar keputusan kami,” ungkpanya.

Ia juga memastikan perjuangan untuk menghadirkan REI Sulsel yang bersatu, profesional, transparan, dan berintegritas tidak berhenti meski mereka memilih tidak mengikuti Musda.

Mereka menyatakan akan melanjutkan perjuangan tersebut melalui ruang-ruang pengabdian lainnya.

“Perjuangan menghadirkan REI Sulawesi Selatan yang bersatu, profesional, transparan, dan berintegritas akan terus kami lanjutkan melalui ruang-ruang pengabdian lainnya,” jelasnya.
(UMI)
Berita Terkait
GMTD dan REI Sulsel Perkuat Komitmen Hijau Lewat Gerakan Sejuta Pohon
News
GMTD dan REI Sulsel Perkuat Komitmen Hijau Lewat Gerakan Sejuta Pohon
Kawasan Tanjung Bunga, Makassar, menjadi salah satu titik dimulainya gerakan penghijauan yang digagas DPD REI Sulsel melalui Program Penanaman Sejuta Pohon.
Selasa, 06 Okt 2026 21:23
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda
Sulsel
Masa Bakti Nirwan Arifuddin di Golkar Bulukumba Resmi Diperpanjang, Siap Gelar Musda
DPD I Golkar Sulsel dibawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi memperpanjang masa bakti Nirwan Arifuddin sebagai Ketua DPD II Golkar Bulukumba.
Kamis, 01 Okt 2026 19:19
Bahlil
Sulsel
Bahlil "Ngolah" Ketua DPRD Sulsel di Musda, Lempar Kode Cicu Harap Gabung Golkar
Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia tiba-tiba "mengolah" Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu di Musda Golkar Sulsel.
Sabtu, 18 Jul 2026 22:40
Ketum Bahlil Tak Tuntut IAS Harus Maju di Pilgub Sulsel, Minta Fokus Naikkan Kursi
Sulsel
Ketum Bahlil Tak Tuntut IAS Harus Maju di Pilgub Sulsel, Minta Fokus Naikkan Kursi
Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia tidak menuntut Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk harus maju di Pilgub Sulsel mendatang. Ia memberikan keleluasaan kepada IAS dalam karir politiknya kedepan.
Sabtu, 18 Jul 2026 21:19
Mantan Anggota DPRD Maros Amirullah Nur Saenong Perkuat SOKSI Sulsel Jelang Musda Golkar
Sulsel
Mantan Anggota DPRD Maros Amirullah Nur Saenong Perkuat SOKSI Sulsel Jelang Musda Golkar
Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan terus menghangat. Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Maros yang juga pengusaha dan mantan anggota DPRD Maros, Amirullah Nur Saenong, resmi bergabung dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.
Jum'at, 17 Jul 2026 08:11
Berita Terbaru