Ni'matullah: Politik Adalah Pengelolaan Kekuasaan untuk Distribusikan Keadilan
Kamis, 08 Okt 2026 13:44
Ketua DPD Demokrat Sulsel, Nimatullah saat memberikan sambutan dalam pendidikan politik di Hotel Claro Makassar pada Kamis (8/10/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe menegaskan pentingnya pendidikan politik untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap politik yang selama ini kerap dipersepsi dengan praktik kotor, culas dan tipu-tipu.
Hal itu disampaikan Ni’matullah saat membuka pendidikan politik bagi pengurus Partai Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Ni’matullah mengatakan, pendidikan politik merupakan agenda yang rutin dilakukan Partai Demokrat Sulsel hampir setiap tahun. Menurutnya, pendidikan politik tidak boleh hanya muncul menjelang momentum pemilu, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan.
Bahkan, Demokrat Sulsel baru saja menggelar pendidikan politik khusus bagi pelajar SMA pada pekan sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan pemahaman politik kepada generasi muda sejak dini.
“Ya mengapa anak-anak SMA, karena kita butuh ada lapis generasi yang mengerti politik secara benar, secara tepat,” ujar Ni’matullah.
Ia berharap generasi muda memperoleh pengetahuan yang tepat mengenai politik sebelum terbentuk oleh persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Ni’matullah, dalam sekitar 15 tahun terakhir masyarakat seolah terjebak pada cara pandang terhadap politik yang dinilainya telah bergeser dari hakikat politik yang sebenarnya.
“Kalau kita melakukan survei, hampir lebih dari setengah masyarakat kalau kita bicara politik selalu bilang itu kotor, itu culas, itu licik, tipu-tipu. Padahal politik tidak seburuk itu kalau dikelola secara tepat dan benar,” katanya.
Ni’matullah menjelaskan, fungsi utama politik adalah pengelolaan kekuasaan. Kekuasaan tersebut, kata dia, semestinya digunakan untuk mendistribusikan keadilan secara adil kepada masyarakat.
“Fungsi utama politik adalah pengelolaan kekuasaan. Pengelolaan kekuasaan itu diharapkan bisa mendistribusikan keadilan,” jelasnya.
Ia menekankan, politik pada dasarnya bukan pencipta keadilan. Keadilan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sedangkan politik memiliki fungsi memastikan keadilan tersebut dapat didistribusikan secara tepat.
Karena itu, pendidikan politik bagi pengurus partai juga diarahkan agar pemahaman tersebut tidak berhenti di internal organisasi. Ni’matullah meminta para pengurus mengajak keluarga maupun tetangga untuk ikut memahami bagaimana politik semestinya bekerja.
“Para pengurus kita juga berharap membawa satu, dua sampai tiga orang keluarga atau tetangganya supaya kita semua lebih memahami bagaimana sih sebenarnya politik seharusnya bekerja,” tuturnya.
Selain soal pendidikan politik, Ni’matullah menilai pertemuan tersebut memiliki fungsi penting lainnya, yakni memperkuat silaturahmi.
Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak orang semakin sibuk dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
“Hampir 5–6 tahun terakhir kondisi perekonomian bangsa kita sangat tidak baik-baik saja. Semua orang terjebak,” katanya.
Ni’matullah mengatakan, masyarakat saat ini menghadapi persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi.
Karena itu, ia menilai silaturahmi menjadi semakin penting. Pertemuan antarpengurus, keluarga dan masyarakat diharapkan menjadi ruang untuk saling memahami kondisi satu sama lain.
“Karena itu kita perlu bersilaturahmi. Kita perlu ketemu-ketemu supaya setidaknya kita masih saling memahami,” katanya.
Hal itu disampaikan Ni’matullah saat membuka pendidikan politik bagi pengurus Partai Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).
Ni’matullah mengatakan, pendidikan politik merupakan agenda yang rutin dilakukan Partai Demokrat Sulsel hampir setiap tahun. Menurutnya, pendidikan politik tidak boleh hanya muncul menjelang momentum pemilu, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan.
Bahkan, Demokrat Sulsel baru saja menggelar pendidikan politik khusus bagi pelajar SMA pada pekan sebelumnya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan pemahaman politik kepada generasi muda sejak dini.
“Ya mengapa anak-anak SMA, karena kita butuh ada lapis generasi yang mengerti politik secara benar, secara tepat,” ujar Ni’matullah.
Ia berharap generasi muda memperoleh pengetahuan yang tepat mengenai politik sebelum terbentuk oleh persepsi negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurut Ni’matullah, dalam sekitar 15 tahun terakhir masyarakat seolah terjebak pada cara pandang terhadap politik yang dinilainya telah bergeser dari hakikat politik yang sebenarnya.
“Kalau kita melakukan survei, hampir lebih dari setengah masyarakat kalau kita bicara politik selalu bilang itu kotor, itu culas, itu licik, tipu-tipu. Padahal politik tidak seburuk itu kalau dikelola secara tepat dan benar,” katanya.
Ni’matullah menjelaskan, fungsi utama politik adalah pengelolaan kekuasaan. Kekuasaan tersebut, kata dia, semestinya digunakan untuk mendistribusikan keadilan secara adil kepada masyarakat.
“Fungsi utama politik adalah pengelolaan kekuasaan. Pengelolaan kekuasaan itu diharapkan bisa mendistribusikan keadilan,” jelasnya.
Ia menekankan, politik pada dasarnya bukan pencipta keadilan. Keadilan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sedangkan politik memiliki fungsi memastikan keadilan tersebut dapat didistribusikan secara tepat.
Karena itu, pendidikan politik bagi pengurus partai juga diarahkan agar pemahaman tersebut tidak berhenti di internal organisasi. Ni’matullah meminta para pengurus mengajak keluarga maupun tetangga untuk ikut memahami bagaimana politik semestinya bekerja.
“Para pengurus kita juga berharap membawa satu, dua sampai tiga orang keluarga atau tetangganya supaya kita semua lebih memahami bagaimana sih sebenarnya politik seharusnya bekerja,” tuturnya.
Selain soal pendidikan politik, Ni’matullah menilai pertemuan tersebut memiliki fungsi penting lainnya, yakni memperkuat silaturahmi.
Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak orang semakin sibuk dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
“Hampir 5–6 tahun terakhir kondisi perekonomian bangsa kita sangat tidak baik-baik saja. Semua orang terjebak,” katanya.
Ni’matullah mengatakan, masyarakat saat ini menghadapi persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni bagaimana bertahan hidup di tengah tekanan ekonomi.
Karena itu, ia menilai silaturahmi menjadi semakin penting. Pertemuan antarpengurus, keluarga dan masyarakat diharapkan menjadi ruang untuk saling memahami kondisi satu sama lain.
“Karena itu kita perlu bersilaturahmi. Kita perlu ketemu-ketemu supaya setidaknya kita masih saling memahami,” katanya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin tak butuh waktu lama menentukan sikap politiknya. Usai meninggalkan Golkar, ia resmi bergabung ke Partai Demokrat.
Kamis, 08 Okt 2026 16:18
News
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Andi Alfian Malarangeng datang khusus ke Kota Makassar untuk mengajak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi bergabung ke partainya.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:06
Sulsel
Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan menegaskan pendidikan politik kepada generasi muda tidak hanya dilakukan saat memasuki tahun politik atau momentum kampanye.
Sabtu, 03 Okt 2026 12:36
News
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
Nama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin kini ramai dilirik sejumlah partai politik lain. Terbaru ada Demokrat.
Minggu, 27 Sep 2026 17:53
News
25 Tahun Partai Demokrat, Sebuah Pengingat
Senada dgn hal tersebut di atas, maka pandangan dasar atau platform Partai Demokrat adalah wadah perjuangan bersama dgn misi utama adalah membangun Tradisi Politik Baru
Jum'at, 25 Sep 2026 19:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan
2
Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
3
FK UMI Teguhkan Toleransi, Dokter Beragama Kristen Ikuti Pengucapan Sumpah Dokter
4
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
5
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Irmawati Haeruddin Pimpin PUAN PAN Sulsel, Pengurus Diisi Sejumlah Tokoh Perempuan
2
Daftar Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Visi Center of Excellence Kependidikan
3
FK UMI Teguhkan Toleransi, Dokter Beragama Kristen Ikuti Pengucapan Sumpah Dokter
4
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
5
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Tebar 2.000 Paket Sembako untuk Warga Prasejahtera