Bupati Andi Rosman Paparkan Capaian Produksi Pertanian di Hadapan Dirjen Hortikultura Kementan RI

Rabu, 14 Okt 2026 19:21
Bupati Andi Rosman Paparkan Capaian Produksi Pertanian di Hadapan Dirjen Hortikultura Kementan RI
Bupati Wajo, Andi Rosman Bersama wakilnya Baso Rahmanuddin menyambut kedatangan Dirjen Hortikultura Kementan RI, Muhammad Taufik Ratule di Wajo, Rabu (14/10/2026). Humas Pemkab Wajo
Comment
Share
WAJO - Bupati Wajo, Andi Rosman menyambut kedatangan Menteri Pertanian Republik Indonesia diwakili Direktur Jenderal Hortikultura Kementan RI Dr Ir Muhammad Taufik Ratule dalam acara tudang sipulung Pejuang Pertanian di Lapangan Paria, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Rabu (14/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Wajo, Anggota DPRD Wajo, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulsel, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulsel, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar.

Hadir pula Ketua Unit DWP, kepala perangkat daerah, camat Kepala Desa dan Lurah se Kabupaten Wajo, pimpinan instansi vertikal. BUMN/BUMD, pelaku usaha pertanian, penyuluh pertanian, pengurus KTNA, Gapoktan, serta petani maupun masyarakat.

Bupati Andi Rosman menyebut tudang sipulung merupakan kearifan lokal masyarakat bugis yang menjadi wadah dalam musyawarah membahas persoalan pertanian.

"Ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah, penyuluh, petani dalam mengevaluasi capaian dan tantangan sekaligus menyepakati langkah menghadapi musim tanam berikutnya dalam mendukung swasembada pangan nasional," kata Andi Rosman.

Ia melaporkan, Kabupaten Wajo memiliki peran strategis sebagai salah satu daerah penghasil padi di Provinsi Sulawesi Selatan. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat kita.

Berdasarkan realisasi Januari hingga September 2026, Kabupaten Wajo mencatat luas tanam padi mencapai 108.846 hektare, luas panen sebesar 126.180 hektare, dengan total produksi padi mencapai 675.184 ton.

Selain itu, produktivitas padi juga menunjukkan peningkatan dari sebelumnya 5,3 ton di tahun 2025 menjadi 5,6 ton per hektare pada 2026.

Capaian ini merupakan hasil kerja keras para petani, pendampingan penyuluh pertanian, serta dukungan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di daerah kita.

Namun, kita juga harus memberikan perhatian serius terhadap tantangan yang dihadapi sektor pertanian, khususnya dampak perubahan kondisi iklim dan keterbatasan air.

Pada Agustus hingga September 2026, tercatat sebanyak 5.869 hektare lahan pertanian mengalami puso. Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita bahwa peningkatan produksi harus diiringi dengan upaya mitigasi risiko pertanian yang lebih baik.

"Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen mendorong penguatan layanan irigasi, penyediaan sumber air, serta pemenuhan sarana produksi pertanian. Kami juga perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar berbagai kebutuhan petani dapat ditangani secara tepat dan berkelanjutan," tandasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru