Satwa Liar Jadi Pengemis di Poros Camba

Maman Sukirman
Jum'at, 17 Apr 2026 13:38
Seekor Macaca maura menerima makanan dari pengendara di kawasan Camba, Maros.
1/5
Seekor Macaca maura menerima makanan dari pengendara di kawasan Camba, Maros.
Seekor Macaca maura menikmati makanan pemberian manusia di Camba, Maros—kebiasaan yang perlahan membuat satwa liar kehilangan insting bertahan di alam.
2/5
Seekor Macaca maura menikmati makanan pemberian manusia di Camba, Maros—kebiasaan yang perlahan membuat satwa liar kehilangan insting bertahan di alam.
Dua ekor Macaca maura terlihat berdiri di tengah Jalan Poros Camba, Maros—menunggu uluran makanan dari pengendara.
3/5
Dua ekor Macaca maura terlihat berdiri di tengah Jalan Poros Camba, Maros—menunggu uluran makanan dari pengendara.
Seekor Macaca maura tampak mendekat dengan gestur “meminta” di kawasan Camba, Maros.
4/5
Seekor Macaca maura tampak mendekat dengan gestur “meminta” di kawasan Camba, Maros.
Sekelompok Macaca maura tampak makan di tepian hutan Camba, Maros—indikasi kuat ketergantungan pada pemberian manusia yang perlahan mengikis perilaku alaminya.
5/5
Sekelompok Macaca maura tampak makan di tepian hutan Camba, Maros—indikasi kuat ketergantungan pada pemberian manusia yang perlahan mengikis perilaku alaminya.
Seekor Macaca maura menerima makanan dari pengendara di kawasan Camba, Maros.
Seekor Macaca maura menikmati makanan pemberian manusia di Camba, Maros—kebiasaan yang perlahan membuat satwa liar kehilangan insting bertahan di alam.
Dua ekor Macaca maura terlihat berdiri di tengah Jalan Poros Camba, Maros—menunggu uluran makanan dari pengendara.
Seekor Macaca maura tampak mendekat dengan gestur “meminta” di kawasan Camba, Maros.
Sekelompok Macaca maura tampak makan di tepian hutan Camba, Maros—indikasi kuat ketergantungan pada pemberian manusia yang perlahan mengikis perilaku alaminya.
Comments
Maros - Kehadiran kera jenis Macaca maura yang kerap terlihat berkumpul di pinggir Jalan Poros Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin menarik perhatian pengguna jalan. Satwa endemik Sulawesi ini bahkan tampak turun hingga ke badan jalan, mendekati kendaraan yang melintas untuk mencari makanan. Fenomena ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan satwa maupun pengendara.

Dari sejumlah pengamatan, perilaku tersebut diduga kuat dipengaruhi kebiasaan pengendara yang kerap memberi makanan secara langsung. Kera-kera ini terlihat tidak lagi takut pada manusia, bahkan secara aktif mendekati mobil dan mengulurkan tangan untuk meminta makanan. Interaksi yang terus berulang ini berpotensi membentuk perilaku ketergantungan, sehingga satwa liar kehilangan naluri alaminya dalam mencari makan di habitatnya.

Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai kondisi habitat alami Macaca maura. Sejumlah pihak menduga penyempitan atau gangguan habitat akibat aktivitas manusia turut mendorong satwa ini keluar hutan dan mendekati jalan raya. Fragmentasi hutan dan berkurangnya sumber pakan alami dapat menjadi faktor pendorong perubahan perilaku tersebut, meskipun belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama tanpa kajian lebih lanjut.

Fenomena ini menjadi peringatan penting akan perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi makan satwa liar di jalan. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesehatan satwa. Diperlukan langkah bersama antara pemerintah, pemerhati lingkungan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Macaca maura agar tetap hidup sesuai habitat alaminya.
(MAS)
Foto Terbaru