Satwa Liar Jadi Pengemis di Poros Camba
Maman Sukirman
Jum'at, 17 Apr 2026 13:38
Maros - Kehadiran kera jenis Macaca maura yang kerap terlihat berkumpul di pinggir Jalan Poros Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, semakin menarik perhatian pengguna jalan. Satwa endemik Sulawesi ini bahkan tampak turun hingga ke badan jalan, mendekati kendaraan yang melintas untuk mencari makanan. Fenomena ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan satwa maupun pengendara.
Dari sejumlah pengamatan, perilaku tersebut diduga kuat dipengaruhi kebiasaan pengendara yang kerap memberi makanan secara langsung. Kera-kera ini terlihat tidak lagi takut pada manusia, bahkan secara aktif mendekati mobil dan mengulurkan tangan untuk meminta makanan. Interaksi yang terus berulang ini berpotensi membentuk perilaku ketergantungan, sehingga satwa liar kehilangan naluri alaminya dalam mencari makan di habitatnya.
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai kondisi habitat alami Macaca maura. Sejumlah pihak menduga penyempitan atau gangguan habitat akibat aktivitas manusia turut mendorong satwa ini keluar hutan dan mendekati jalan raya. Fragmentasi hutan dan berkurangnya sumber pakan alami dapat menjadi faktor pendorong perubahan perilaku tersebut, meskipun belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama tanpa kajian lebih lanjut.
Fenomena ini menjadi peringatan penting akan perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi makan satwa liar di jalan. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesehatan satwa. Diperlukan langkah bersama antara pemerintah, pemerhati lingkungan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Macaca maura agar tetap hidup sesuai habitat alaminya.
Dari sejumlah pengamatan, perilaku tersebut diduga kuat dipengaruhi kebiasaan pengendara yang kerap memberi makanan secara langsung. Kera-kera ini terlihat tidak lagi takut pada manusia, bahkan secara aktif mendekati mobil dan mengulurkan tangan untuk meminta makanan. Interaksi yang terus berulang ini berpotensi membentuk perilaku ketergantungan, sehingga satwa liar kehilangan naluri alaminya dalam mencari makan di habitatnya.
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai kondisi habitat alami Macaca maura. Sejumlah pihak menduga penyempitan atau gangguan habitat akibat aktivitas manusia turut mendorong satwa ini keluar hutan dan mendekati jalan raya. Fragmentasi hutan dan berkurangnya sumber pakan alami dapat menjadi faktor pendorong perubahan perilaku tersebut, meskipun belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama tanpa kajian lebih lanjut.
Fenomena ini menjadi peringatan penting akan perlunya edukasi kepada masyarakat agar tidak memberi makan satwa liar di jalan. Selain berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas, kebiasaan tersebut juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan kesehatan satwa. Diperlukan langkah bersama antara pemerintah, pemerhati lingkungan, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian Macaca maura agar tetap hidup sesuai habitat alaminya.
(MAS)
Foto Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SMARTFREN Hadirkan Semangat 'Jagoan Sinyal Se-Indonesia' Lewat Fun Run di Semarang
2
Dari Sila ke Sila, dari Jiwa ke Jiwa: Menyulam Indonesia dalam Cahaya Tauhid
3
Hari Lahir Pancasila, Pelindo Group Makassar Perkuat Semangat Kebangsaan
4
Aryaduta Makassar Hadirkan Promo 'Liburan Ceria', Staycation Keluarga Mulai Rp675 Ribu
5
Hari Lahir Pancasila, BRI Panakkukang Teguhkan Semangat Persatuan & Kebangsaan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SMARTFREN Hadirkan Semangat 'Jagoan Sinyal Se-Indonesia' Lewat Fun Run di Semarang
2
Dari Sila ke Sila, dari Jiwa ke Jiwa: Menyulam Indonesia dalam Cahaya Tauhid
3
Hari Lahir Pancasila, Pelindo Group Makassar Perkuat Semangat Kebangsaan
4
Aryaduta Makassar Hadirkan Promo 'Liburan Ceria', Staycation Keluarga Mulai Rp675 Ribu
5
Hari Lahir Pancasila, BRI Panakkukang Teguhkan Semangat Persatuan & Kebangsaan