home ekbis

Dari Makassar, Literasi Reksa Dana Digenjot untuk Generasi Muda

Kamis, 16 April 2026 - 16:47 WIB
Di Makassar, Road to Pekan Reksa Dana 2026 diawali dengan kelas edukasi investasi bagi jurnalis di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Foto/Istimewa
Tahun 2025 menjadi periode penting bagi kebangkitan industri reksa dana di Indonesia. Setelah sempat mengalami fase stagnasi, kinerja industri ini kembali menunjukkan akselerasi yang kuat, ditandai dengan pertumbuhan dana kelolaan (asset under management/AUM) yang melonjak signifikan.

Sepanjang 2025, AUM reksa dana tercatat meningkat 35,06% menjadi Rp679,24 triliun, dari Rp502,92 triliun pada akhir 2024. Secara keseluruhan, total dana kelolaan investasi bahkan menembus angka Rp1.000 triliun, tepatnya mencapai Rp1.007,65 triliun atau tumbuh 25,19%. Pencapaian ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir sekaligus menandai momentum baru pertumbuhan industri.

Dari sisi jenis produk, reksa dana pendapatan tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan AUM, diikuti oleh reksa dana pasar uang, reksa dana terproteksi, dan reksa dana saham. Sebaliknya, reksa dana indeks mengalami penurunan. Tren ini menunjukkan bahwa investor domestik masih cenderung memilih instrumen dengan profil risiko konservatif hingga moderat di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Kinerja produk reksa dana juga terbilang solid. Berdasarkan indeks reksa dana dari Pasardana.id, reksa dana saham mencatatkan imbal hasil tertinggi sebesar 17,23% hingga akhir 2025. Disusul reksa dana campuran sebesar 12,48%, reksa dana pendapatan tetap 6,96%, serta reksa dana pasar uang 3,18%. Performa reksa dana saham sejalan dengan penguatan pasar saham domestik, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 22,13% sepanjang tahun.

Di sisi lain, jumlah investor terus mengalami peningkatan. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 19,2 juta per akhir 2025, naik 3,23% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 18,6 juta. Menariknya, lebih dari separuh investor—tepatnya 54,24%—didominasi oleh generasi muda berusia di bawah 30 tahun, menandakan meningkatnya kesadaran berinvestasi sejak dini.

Melihat tren tersebut, penguatan literasi dan inklusi keuangan menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan industri. Untuk itu, Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus mendorong edukasi yang lebih luas kepada masyarakat.

Upaya ini diwujudkan melalui program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026), yang diawali dengan rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026 di berbagai kota, termasuk Makassar. Roadshow ini digelar di lima kota, yakni Surabaya (7–8 April), Semarang (9–10 April), Medan (14–15 April), Makassar (16–17 April), dan Bandung (20–21 April).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya