home ekbis

OJK Dorong Akselerasi Startup Digital untuk Dukung Ekonomi Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:28 WIB
OJK memperkuat pengembangan perusahaan rintisan (startup) melalui program akselerasi guna mendorong lahirnya inovasi sektor jasa keuangan yang tepercaya. Foto/Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan perusahaan rintisan (startup) melalui program akselerasi guna mendorong lahirnya inovasi sektor jasa keuangan yang tepercaya, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat global. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Accelerating the Next Generation of Innovators di Pusat Inovasi OJK (OJK Infinity), Jakarta, Kamis.

Menurut Adi, OJK tidak hanya mendorong startup untuk tumbuh secara bisnis, tetapi juga menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung perekonomian nasional. Karena itu, penguatan kolaborasi antarregulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan pelaku inovasi menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem yang sehat.

"OJK ingin Indonesia menjadi center of excellence untuk digital finance dan digital economy. Untuk mencapainya, kita harus membangun kolaborasi yang kuat antara regulator, industri, pemerintah, akademisi, investor, dan para inovator dalam satu ekosistem yang mampu menciptakan nilai bagi perekonomian nasional," kata Adi.

Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemain utama ekonomi digital dunia. Potensi tersebut didukung oleh besarnya pasar domestik, ketersediaan talenta digital yang kreatif, serta ekosistem inovasi yang terus berkembang.

Meski demikian, Adi menegaskan bahwa kemajuan teknologi saja tidak cukup. Kepercayaan publik menjadi faktor utama yang menentukan daya saing ekonomi digital.

"Dalam ekonomi digital, trust is the ultimate currency. Karena itu, inovasi tidak cukup hanya unggul secara teknologi, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya