home ekbis

Antisipasi Lonjakan Kebutuhan, Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel

Jum'at, 31 Juli 2026 - 13:57 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran LPG subsidi 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel). Foto/Istimewa
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah penyaluran (extra dropping) LPG subsidi 3 kilogram untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penambahan pasokan mencapai 34 persen dari rata-rata distribusi harian di Kabupaten Bone, Sidenreng Rappang (Sidrap), Soppeng, dan Wajo. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di wilayah tersebut.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kenaikan kebutuhan LPG 3 kg dipengaruhi meningkatnya aktivitas sektor pertanian pada musim kemarau yang mendorong kebutuhan energi untuk operasional pertanian.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina mulai menyalurkan tambahan pasokan pada Jumat (31/7) dan akan melakukan monitoring intensif selama sepekan ke depan bersama agen dan pangkalan guna memastikan distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sales Branch Manager VI Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Wahyu Purwatmo Budi Utomo, mengatakan peningkatan kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone menjadi perhatian khusus sehingga dilakukan penambahan pasokan.

"Berdasarkan pemantauan kami, kebutuhan LPG 3 kg di Kabupaten Bone meningkat seiring bertambahnya aktivitas sektor pertanian. Untuk menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat yang berhak, Pertamina hari ini menambah pasokan sebesar 34 persen dari rata-rata penyaluran harian. Kami juga akan terus melakukan monitoring bersama agen dan pangkalan selama satu minggu ke depan agar distribusi berjalan optimal dan tepat sasaran," ujar Wahyu.

Sementara itu, Sales Branch Manager VII Gas Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, mengatakan optimalisasi penyaluran juga dilakukan di Kabupaten Sidrap, Soppeng, dan Wajo berdasarkan hasil pemantauan kebutuhan di lapangan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya