home ekbis

Tiga Tahun Lebih Cepat, Indeks Literasi & Inklusi Keuangan Lampaui Target 2029

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:06 WIB
Hasil SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen. Foto/Istimewa
Indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.

Capaian tersebut tidak hanya meningkat dibandingkan hasil SNLIK 2025, masing-masing sebesar 66,64 persen dan 92,74 persen, tetapi juga telah melampaui target RPJMN 2025–2029 untuk 2029, yakni 69,35 persen untuk literasi keuangan dan 93 persen untuk inklusi keuangan.

Hasil SNLIK 2026 diumumkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Senin (10/8).

SNLIK 2026 merupakan hasil kolaborasi OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan BPS untuk pertama kalinya. Sebelumnya, SNLIK 2024 dan 2025 dilaksanakan melalui kerja sama OJK dan BPS.

Survei ini menjadi salah satu landasan untuk menyusun kebijakan dan program peningkatan literasi serta inklusi keuangan. Kolaborasi dengan LPS dilakukan untuk menghasilkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan data pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

SNLIK 2026 memiliki cakupan yang jauh lebih luas dibandingkan survei sebelumnya. Survei dilaksanakan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan melibatkan 75.000 responden berusia 15–79 tahun.

Sebagai perbandingan, SNLIK 2024 dan 2025 melibatkan 10.800 responden di 120 kabupaten/kota pada 34 provinsi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya