OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
Tri Yari Kurniawan
Jum'at, 21 Agustus 2026 - 09:35 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar pertumbuhan industri dapat semakin luasnya manfaat dan akses yang dirasakan oleh masyarakat. Foto/IST
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah agar pertumbuhan industri tidak hanya tercermin dari skala bisnis, tetapi juga dari semakin luasnya manfaat dan akses yang dirasakan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara OJK dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi, akses informasi, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, pengembangan keuangan syariah tidak semata-mata berkaitan dengan transaksi, tetapi juga menyangkut nilai keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan masyarakat.
“Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan,” kata Dicky saat membuka EKSiS 2026.
Menurut Dicky, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia mengatakan keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan eksistensi dan daya saing di tingkat global. Sejalan dengan perkembangan tersebut, industri keuangan syariah nasional juga terus bertumbuh dan berperan dalam mendukung perekonomian.
Namun, pertumbuhan industri tidak cukup hanya diukur dari besarnya skala industri. Kualitas layanan dan luasnya manfaat yang diterima masyarakat juga menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta. Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara OJK dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi, akses informasi, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, pengembangan keuangan syariah tidak semata-mata berkaitan dengan transaksi, tetapi juga menyangkut nilai keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan masyarakat.
“Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan,” kata Dicky saat membuka EKSiS 2026.
Menurut Dicky, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem keuangan syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia mengatakan keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan eksistensi dan daya saing di tingkat global. Sejalan dengan perkembangan tersebut, industri keuangan syariah nasional juga terus bertumbuh dan berperan dalam mendukung perekonomian.
Namun, pertumbuhan industri tidak cukup hanya diukur dari besarnya skala industri. Kualitas layanan dan luasnya manfaat yang diterima masyarakat juga menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut.