Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Pelabuhan Kendari Dukung Hilirisasi Nikel
Tim SINDOmakassar
Sabtu, 05 September 2026 - 10:07 WIB
Pelindo Multi Terminal memperkuat kesiapan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Foto/Dok PMT
Pelindo Multi Terminal memperkuat kesiapan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Optimalisasi layanan dilakukan seiring pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan dan bongkar muat bijih nikel oleh PT Indo Konstruksi Mineral (IKM).
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas, proses pelayanan, serta penerapan standar operasional untuk menunjang kebutuhan industri mineral.
Langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi Pelindo dan IKM dalam pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Kendari. Melalui penguatan layanan terminal, Pelindo Multi Terminal berupaya memastikan aktivitas logistik berjalan andal, aman, dan efisien.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang.
“Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, dukungan terhadap industri nikel tidak sebatas pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan juga perlu menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional dengan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
“Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelasnya.
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas, proses pelayanan, serta penerapan standar operasional untuk menunjang kebutuhan industri mineral.
Langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi Pelindo dan IKM dalam pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Kendari. Melalui penguatan layanan terminal, Pelindo Multi Terminal berupaya memastikan aktivitas logistik berjalan andal, aman, dan efisien.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang.
“Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, dukungan terhadap industri nikel tidak sebatas pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan juga perlu menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional dengan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
“Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelasnya.