Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Pelabuhan Kendari Dukung Hilirisasi Nikel
Sabtu, 05 Sep 2026 12:45
Pelindo Multi Terminal memperkuat kesiapan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Foto/Dok PMT
KENDARI - Pelindo Multi Terminal memperkuat kesiapan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mendukung kelancaran rantai pasok industri nikel nasional. Optimalisasi layanan dilakukan seiring pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan dan bongkar muat bijih nikel oleh PT Indo Konstruksi Mineral (IKM).
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas, proses pelayanan, serta penerapan standar operasional untuk menunjang kebutuhan industri mineral.
Langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi Pelindo dan IKM dalam pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Kendari. Melalui penguatan layanan terminal, Pelindo Multi Terminal berupaya memastikan aktivitas logistik berjalan andal, aman, dan efisien.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang.
“Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, dukungan terhadap industri nikel tidak sebatas pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan juga perlu menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional dengan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
“Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan layanan di Pelabuhan Kendari, Pelindo Multi Terminal memastikan berbagai aspek operasional berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan fasilitas terminal dan koordinasi pelayanan hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Penerapan standar tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik sekaligus memastikan seluruh kegiatan operasional berlangsung secara aman dan efisien.
Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional, sehingga kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan nasional dapat terus terjaga.
Sugeng menambahkan, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi Pelindo Multi Terminal untuk memperkuat daya saing logistik nasional. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan dan kebutuhan industri.
“Nikel merupakan salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia. Karena itu, dukungan konektivitas logistik yang kuat dan berkelanjutan menjadi penting untuk memastikan arus komoditas berjalan dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan distribusi,” ujarnya.
Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan hilirisasi, memperkuat rantai pasok industri, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas, proses pelayanan, serta penerapan standar operasional untuk menunjang kebutuhan industri mineral.
Langkah tersebut merupakan bagian dari sinergi Pelindo dan IKM dalam pemanfaatan fasilitas Pelabuhan Kendari. Melalui penguatan layanan terminal, Pelindo Multi Terminal berupaya memastikan aktivitas logistik berjalan andal, aman, dan efisien.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, mengatakan keberhasilan hilirisasi industri mineral tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas pengolahan, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang mampu menjamin kelancaran arus barang.
“Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng.
Menurut Sugeng, dukungan terhadap industri nikel tidak sebatas pada aktivitas bongkar muat. Pelabuhan juga perlu menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional dengan memberikan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
“Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan layanan di Pelabuhan Kendari, Pelindo Multi Terminal memastikan berbagai aspek operasional berjalan sesuai standar, mulai dari kesiapan fasilitas terminal dan koordinasi pelayanan hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Penerapan standar tersebut ditujukan untuk menjaga kelancaran aktivitas logistik sekaligus memastikan seluruh kegiatan operasional berlangsung secara aman dan efisien.
Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional, sehingga kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan nasional dapat terus terjaga.
Sugeng menambahkan, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi Pelindo Multi Terminal untuk memperkuat daya saing logistik nasional. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, perusahaan terus menyesuaikan layanan dengan perkembangan dan kebutuhan industri.
“Nikel merupakan salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia. Karena itu, dukungan konektivitas logistik yang kuat dan berkelanjutan menjadi penting untuk memastikan arus komoditas berjalan dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan distribusi,” ujarnya.
Pelindo Multi Terminal berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, dan berkelanjutan. Penguatan layanan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan hilirisasi, memperkuat rantai pasok industri, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen Per Agustus 2026
Pertumbuhan sektor penumpang menjadi penopang utama dengan lonjakan mencapai 12,9 persen secara tahunan, yakni dari 5,33 juta orang menjadi 6,02 juta orang.
Jum'at, 18 Sep 2026 08:59
News
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
Kabupaten Luwu Timur diproyeksikan mampu bertransformasi untuk menjadi pusat literasi nikel dan pendidikan industri berkelanjutan di Indonesia Timur.
Rabu, 16 Sep 2026 20:39
Sulsel
DPRD Sulsel Terbitkan 4 Poin Rekomendasi untuk Tenaga Kerja Buruh Bagasi di Pelabuhan Makassar
Komisi E dan D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas permasalahan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Makassar yang tidak pro kepada buruh Tenaga Kerja (TK) bagasi Pelabuhan. Rapat berlangsung di kantor sementara dewan di Makassar pada Selasa (15/09/2026).
Selasa, 15 Sep 2026 19:12
News
Pelindo Regional 4 Perkuat Standar Keamanan Pelabuhan Lewat Sertifikasi PFSO
Pelatihan intensif yang menggandeng Recognized Security Organization (RSO) PT Jape Kape Indonesia ini berlangsung selama tiga hari di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, mulai Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 20:45
News
Tinjau Pelabuhan Banten dan Panjang, PJM Perkuat Keselamatan dan Kualitas Layanan
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PJM meninjau berbagai aktivitas dan fasilitas operasional secara langsung.
Rabu, 09 Sep 2026 13:52
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
2
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
PPPK Maju Pilkades Maros Wajib Mundur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Serahkan Dukungan, DPD Sempurnakan Langkah Appi Maju di Musda Demokrat Sulsel
2
Polda Sulsel Bongkar Perekrutan PMI Ilegal, Korban Setor Rp20 Juta
3
Prof Hasmyati Sebut Kemajuan UNM Butuh Kepercayaan dan Kekuatan Internal Kampus
4
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari di Gowa, Korban Sudah Kritis 6 Hari
5
PPPK Maju Pilkades Maros Wajib Mundur