DPRD Sulsel Terbitkan 4 Poin Rekomendasi untuk Tenaga Kerja Buruh Bagasi di Pelabuhan Makassar
Selasa, 15 Sep 2026 19:12
Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Fadli Ananda saat memimpin RDP membahas permasalahan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Makassar di kantor sementara dewan di Makassar pada Selasa (15/09/2026).
MAKASSAR - Komisi E dan D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas permasalahan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Makassar yang tidak pro kepada buruh Tenaga Kerja (TK) bagasi Pelabuhan. Rapat berlangsung di kantor sementara dewan di Makassar pada Selasa (15/09/2026).
Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (KSPSI), Saiful Kasim Ical mengatakan pihaknya menuntut agar barang bagasi kembali dipikul oleh buruh bagasi yang telah diregistrasi.
"Kita maunya, buruh yang berkegiatan di situ memang yang sudah diregistrasi. Terregistrasi di mana? Di Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan," kata Ical.
Ia bilang, sekarang ini, banyak buruh yang tidak teregistrasi yang ikut mengangkat barang bagasi. Sehingga pendapatan TK buruh yang sah menjadi berkurang.
Ical menuturkan, pihaknya juga meminta kepada PELNI dan pihak terkait agar TK buruh bisa mkendapatkan jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Dulu sempat diberikan, tapi sekarang tidak lagi.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Fadli Ananda mengungkapkan RDP ini sejatinya merupakan lanjutan dari yang telah dilakukan pada 2025 lalu. Namun kali ini telah dihadiri oleh PELNI dan menghasilkan empat rekomendasi.
Pertama, Komisi E dan D merekomendasikan kepada PT PELNI agar tidak boleh mempekerjakan buruh yang tidak terdaftar secara resmi
Kedua, PT Pelni agar segera berkoordinasi kepada pihak koperasi yang bekerja sama dengan PT Pelni untuk memberikaan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan kepada buruh TK Bagasi
Ketiga, merekomendasikan agar PT PELNI mengembalikan pekerjaan yang dilakukan oleh buruh shipper yang tidak terdaftar, kepada buruh TK Bagasi yang sudah terdaftar
Keempat, PT Pelni harus memperketat SOP dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau koperasi.
"Jadi bagaimana PELNI bisa mempekerjakan betul-betul buruh yang legal, bukan buruh yang ilegal. Kita menerima banyak keluhan teman-teman ini, bahwa banyak buruh-buruh ilegal juga yang bekerja di Pelabuhan," ungkap Fadli Ananda usai memimpin RDP.
Fadli melanjutkan, DPRD Sulsel juga mendorong PT PELNI untuk memperbaiki SOP TK buruh bagasi yang saat ini berada di bawah naungan koperasi.
"Itu tadi yang saya sebutkan, rekomendasinya terutama bagaimana PT PELNI memperbaiki SOP-nya dengan koperasi dan yang menaungi buruh. Sehingga tidak ada lagi buruh-buruh ilegal yang bekerja di Pelabuhan," jelasnya.
Politisi PDIP ini menekankan, DPRD Sulsel memberikan ultimatum kepada PT PELNI untuk menindaklanjuti rekomendasi ini.
"Kita akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi dan masalah-masalah apa yang terjadi di sana," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan PELNI meminta waktu selama tiga bulan untuk menindaklanjuti rekomendasi ini. Mereka mengklaim butuh waktu yang lama untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (KSPSI), Saiful Kasim Ical mengatakan pihaknya menuntut agar barang bagasi kembali dipikul oleh buruh bagasi yang telah diregistrasi.
"Kita maunya, buruh yang berkegiatan di situ memang yang sudah diregistrasi. Terregistrasi di mana? Di Kepala Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan," kata Ical.
Ia bilang, sekarang ini, banyak buruh yang tidak teregistrasi yang ikut mengangkat barang bagasi. Sehingga pendapatan TK buruh yang sah menjadi berkurang.
Ical menuturkan, pihaknya juga meminta kepada PELNI dan pihak terkait agar TK buruh bisa mkendapatkan jaminan Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Dulu sempat diberikan, tapi sekarang tidak lagi.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Fadli Ananda mengungkapkan RDP ini sejatinya merupakan lanjutan dari yang telah dilakukan pada 2025 lalu. Namun kali ini telah dihadiri oleh PELNI dan menghasilkan empat rekomendasi.
Pertama, Komisi E dan D merekomendasikan kepada PT PELNI agar tidak boleh mempekerjakan buruh yang tidak terdaftar secara resmi
Kedua, PT Pelni agar segera berkoordinasi kepada pihak koperasi yang bekerja sama dengan PT Pelni untuk memberikaan jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan kepada buruh TK Bagasi
Ketiga, merekomendasikan agar PT PELNI mengembalikan pekerjaan yang dilakukan oleh buruh shipper yang tidak terdaftar, kepada buruh TK Bagasi yang sudah terdaftar
Keempat, PT Pelni harus memperketat SOP dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga atau koperasi.
"Jadi bagaimana PELNI bisa mempekerjakan betul-betul buruh yang legal, bukan buruh yang ilegal. Kita menerima banyak keluhan teman-teman ini, bahwa banyak buruh-buruh ilegal juga yang bekerja di Pelabuhan," ungkap Fadli Ananda usai memimpin RDP.
Fadli melanjutkan, DPRD Sulsel juga mendorong PT PELNI untuk memperbaiki SOP TK buruh bagasi yang saat ini berada di bawah naungan koperasi.
"Itu tadi yang saya sebutkan, rekomendasinya terutama bagaimana PT PELNI memperbaiki SOP-nya dengan koperasi dan yang menaungi buruh. Sehingga tidak ada lagi buruh-buruh ilegal yang bekerja di Pelabuhan," jelasnya.
Politisi PDIP ini menekankan, DPRD Sulsel memberikan ultimatum kepada PT PELNI untuk menindaklanjuti rekomendasi ini.
"Kita akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi dan masalah-masalah apa yang terjadi di sana," jelasnya.
Sementara itu, perwakilan PELNI meminta waktu selama tiga bulan untuk menindaklanjuti rekomendasi ini. Mereka mengklaim butuh waktu yang lama untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
(UMI)
Berita Terkait
News
Pelindo Gandeng Pemprov Sulsel Perkuat Konektivitas Maritim dan Logistik
Pelindo Regional 4 dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan konektivitas maritim dan memperlancar arus logistik.
Senin, 26 Okt 2026 19:10
Sulsel
Puas Hasil MYP di Gowa, LBK Ajak Warga Ikut Merawat Jalan Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili'
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Lukman B Kady (LBK) mengapresiasi kualitas pekerjaan jalan melalui program multi years project (MYP) di ruas Bu'rung-bu'rung-Bili'-Bili', Kabupaten Gowa, yang kini telah rampung dan diresmikan.
Kamis, 22 Okt 2026 16:47
Sulsel
Paripurna HUT Sulsel ke-357, Keluhan Rakyat Harus Jadi Pelecut Pembangunan Sulsel
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-357 Sulsel.
Senin, 19 Okt 2026 14:27
Sulsel
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjadi bakal calon pertama yang mengambil formulir maju di musyawarah daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Kamis, 15 Okt 2026 13:25
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN
2
Prof Eko Siapkan Sistem Administrasi Terintegrasi di UNM
3
PT KIMA Gandeng Kejati Sulsel Perkuat Kepastian Hukum Investasi
4
MaRIConnected Hadirkan 26 KOL, Rayakan HUT ke-26 dengan Konsep Berbeda
5
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN
2
Prof Eko Siapkan Sistem Administrasi Terintegrasi di UNM
3
PT KIMA Gandeng Kejati Sulsel Perkuat Kepastian Hukum Investasi
4
MaRIConnected Hadirkan 26 KOL, Rayakan HUT ke-26 dengan Konsep Berbeda
5
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar