Kapal Bawa 60 Kerbau Tujuan Jeneponto Tenggelam di Pangkep
Senin, 14 Sep 2026 20:23
Kolase foto kapal sebelum tenggelam dan korban kru kapal Marlina Jaya 02. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Kapal Marlina Jaya 02 yang mengangkut 60 ekor kerbau dari Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menuju Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), tenggelam di perairan selatan Pulau Banawaya, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep.
Empat awak kapal berhasil diselamatkan, sementara 60 ekor kerbau yang berada di dalam kapal dilaporkan ikut tenggelam.
Kepala Syahbandar Kabupaten Jeneponto, Arman Saleh, membenarkan kejadian tersebut. Kapal asal Kabupaten Pangkep itu tenggelam pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita setelah dihantam gelombang tinggi.
"Perairannya belum masuk Selat Makassar, masih di antara NTT dan Selayar, karena perairan Pangkep kan masih di bawahnya Selayar dekat Selayar," kata Arman, Senin (14/9/2026).
Empat awak kapal yang berada di dalam Marlina Jaya 02 masing-masing H Armin (39) selaku kapten kapal, Rusmin (41), Arlin (21), dan Faril (20) yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK).
Keempat awak tersebut ditemukan dalam kondisi selamat pada siang hari di sekitar Pulau Matalaang, Kabupaten Pangkep.
Mereka ditemukan nelayan pa'rompong asal Kajang, Kabupaten Bulukumba, saat berada di atas gabus. Keempatnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya.
"Informasinya tadi siang semua awak kapal selamat, sementara di Pulau Matalaang, Pangkep," ujarnya.
Marlina Jaya 02 bertolak dari Pelabuhan Bima pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Kapal kemudian karam dua hari setelah keberangkatan setelah dihantam gelombang tinggi.
Puluhan kerbau tersebut merupakan milik empat orang dari sejumlah daerah di Sulsel. Sebanyak 30 ekor milik Haryono, warga Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto.
Kemudian 10 ekor milik Nasrudin, warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, sembilan ekor milik Syamsudin dari Kabupaten Sinjai, dan 11 ekor milik Suardi, warga Kayuara, Kabupaten Bone.
Hingga Senin (14/9/2026), seluruh awak kapal telah dievakuasi dan dinyatakan selamat. Sementara Marlina Jaya 02 beserta 60 ekor kerbau masih dilaporkan tenggelam di perairan selatan Pulau Banawaya.
Empat awak kapal berhasil diselamatkan, sementara 60 ekor kerbau yang berada di dalam kapal dilaporkan ikut tenggelam.
Kepala Syahbandar Kabupaten Jeneponto, Arman Saleh, membenarkan kejadian tersebut. Kapal asal Kabupaten Pangkep itu tenggelam pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita setelah dihantam gelombang tinggi.
"Perairannya belum masuk Selat Makassar, masih di antara NTT dan Selayar, karena perairan Pangkep kan masih di bawahnya Selayar dekat Selayar," kata Arman, Senin (14/9/2026).
Empat awak kapal yang berada di dalam Marlina Jaya 02 masing-masing H Armin (39) selaku kapten kapal, Rusmin (41), Arlin (21), dan Faril (20) yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK).
Keempat awak tersebut ditemukan dalam kondisi selamat pada siang hari di sekitar Pulau Matalaang, Kabupaten Pangkep.
Mereka ditemukan nelayan pa'rompong asal Kajang, Kabupaten Bulukumba, saat berada di atas gabus. Keempatnya kemudian dievakuasi dan dibawa ke Pulau Matalaang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya.
"Informasinya tadi siang semua awak kapal selamat, sementara di Pulau Matalaang, Pangkep," ujarnya.
Marlina Jaya 02 bertolak dari Pelabuhan Bima pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Kapal kemudian karam dua hari setelah keberangkatan setelah dihantam gelombang tinggi.
Puluhan kerbau tersebut merupakan milik empat orang dari sejumlah daerah di Sulsel. Sebanyak 30 ekor milik Haryono, warga Kelurahan Togo-Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto.
Kemudian 10 ekor milik Nasrudin, warga Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, sembilan ekor milik Syamsudin dari Kabupaten Sinjai, dan 11 ekor milik Suardi, warga Kayuara, Kabupaten Bone.
Hingga Senin (14/9/2026), seluruh awak kapal telah dievakuasi dan dinyatakan selamat. Sementara Marlina Jaya 02 beserta 60 ekor kerbau masih dilaporkan tenggelam di perairan selatan Pulau Banawaya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
Tim SAR Gabungan yang melaksanakan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali menemukan satu jenazah, yang diduga merupakan korban kecelakaan kapal tersebut pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (21/7/2026).
Selasa, 21 Jul 2026 14:41
News
Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram untuk Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa
Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Senin, 20 Jul 2026 19:14
News
Lima Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Berpegangan pada Rompong Nelayan
Kabar menggembirakan datang dari operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan menemukan lima orang korban dalam kondisi selamat
Sabtu, 18 Jul 2026 20:37
Sulsel
Polda Sulsel Dirikan Posko DVI untuk Identifikasi Korban KLM Nurul Salsa
Tim DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan resmi membentuk Posko Ante Mortem (Pos Pengumpulan Data Diri Korban) di Terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (18/7/2026).
Sabtu, 18 Jul 2026 14:53
Sulsel
Polres Kepulauan Selayar Periksa dan Amankan Nahkoda serta ABK KLM Nurul Salsa
Polres Kepulauan Selayar mulai melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) KLM Nurul Salsa.
Sabtu, 18 Jul 2026 12:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Mafia BBM Subsidi, Tangkap 17 Tersangka dari 10 Kasus
2
Elnusa Petrofin Tindak Tegas Oknum AMT di Maros, Pastikan Pasokan BBM Aman
3
Dampak Kelangkaan BBM, Pemkot Makassar Berlakukan WFH untuk ASN
4
FTI UMI Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Supply Chain Berbasis AI dan Etika
5
Wali Kota Makassar Usulkan Ojol Dikecualikan dari Ganjil-Genap
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Mafia BBM Subsidi, Tangkap 17 Tersangka dari 10 Kasus
2
Elnusa Petrofin Tindak Tegas Oknum AMT di Maros, Pastikan Pasokan BBM Aman
3
Dampak Kelangkaan BBM, Pemkot Makassar Berlakukan WFH untuk ASN
4
FTI UMI Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Supply Chain Berbasis AI dan Etika
5
Wali Kota Makassar Usulkan Ojol Dikecualikan dari Ganjil-Genap