FTI UMI Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Supply Chain Berbasis AI dan Etika
Senin, 14 Sep 2026 13:13
Suasana Kuliah Tamu di Aula Telecoference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, Senin (14/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Kuliah Tamu bertajuk "The Future of Supply Chain Management Building Smart, Resilient, A Sustainable Supply Chain Through Al and Digital Innovation", di Aula Telecoference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, Senin (14/9/2026).
Kuliah Tamu ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTI UMI, Prof Andi Suryanto, dihadiri Ketua Program Studi Doktor Rekayasa Industri Universitas Islam Indonesia (Pakar Supply Chain Management), Prof Elisa Kusrini, yang dimoderatori oleh Wakil Dekan II FTI UMI, Dr. Nurul Chairany.
Dekan FTI UMI, Prof Andi Suryanto, berharap agar kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa baru terkait proses pengelolaan dan koordinasi terpadu atas alur barang, jasa, informasi, serta keuangan di masa yang akan datang.
"Tema kuliah umum hari ini sangat relevan dengan berbagai perubahan, khususnya pada dunia industri. Persaingan industri saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dengan biaya rendah, tetapi juga oleh kemampuan membangun supply chain yang smart (cerdas), resilient (tangguh), dan sustainable (berkelanjutan)," harapnya.
Menurutnya, sejumlah kejadian lokal dan nasional menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok berdampak langsung pada proses produksi hingga berpotensi melumpuhkan jalur distribusi.
"Oleh karena itu, supply chain management bukan lagi sekadar memindahkan materi dari pemasok ke pabrik, lalu dari pabrik ke konsumen. Supply chain masa depan adalah sebuah ekosistem yang mengintegrasikan data, manusia, mesin, teknologi, pelanggan, dan bahkan proses bisnis untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat," sebutnya.
Ia menegaskan bahwa FTI UMI tidak hanya berorientasi mencetak lulusan yang menguasai efisiensi proses operasional.
"FTI UMI tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang mampu menjawab bagaimana membuat proses menjadi lebih efisien, tetapi juga bagaimana membuat proses menjadi lebih cerdas, tangguh, berkelanjutan, serta memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tegas Prof. Andi Suryanto.
Ia juga mengingatkan bahwa pengaplikasian teknologi tanpa landasan etika berisiko memicu ancaman, seraya menekankan bahwa inovasi yang mengabaikan aspek kemaslahatan akan kehilangan makna substansialnya.
"Untuk dapat membuat proses yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan, kalian harus menguasai ilmu teknik, kemampuan analitis, literasi digital, komunikasi, serta kerja sama tim (teamwork). Kuasailah hal-hal tersebut sebagai bekal kalian. Namun, jangan pernah melupakan satu hal penting, yaitu integritas dan akhlakul karimah. Kecerdasan tanpa integritas dapat menjadi risiko," ucapnya.
Prof. Andi Suryanto menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan terus berkembang, arus digitalisasi berjalan makin dinamis, dan lanskap industri global dipastikan terus mengalami perubahan.
"Pesan saya kepada anak-anakku sekalian dalam kuliah tamu hari ini yakni dengarkan, catat, dan bertanyalah. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Semoga kuliah umum hari ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi kita semua sehingga melahirkan gagasan-gagasan baru," pesannya.
Sementara, pemateri Kuliah Tamu, Prof. Elisa Kusrini, menjelaskan bahwa banyak perusahaan yang memburu ahli manajemen rantai pasok.
"Pasok itu artinya dari mana dimulai dari raw materials (bahan mentah). Pertama adalah dari bahan mentah. Di Sulawesi kebetulan banyak sekali industri-industri tambang nikel, batubara, yang kemudian juga berbagai macam bahan logam-logam mulia, yang itu kita sebut sebagai basic industry," katanya.
Ia memaparkan bahwa rangkaian rantai pasok produk bermula dari penyediaan bahan mentah (raw materials) yang kemudian dilanjutkan ke tahap komponen pemasok (supplier).
"Raw materials itu kemudian diambil, dieksploitasi, kemudian diolah. Sehingga perjalanannya mulai raw material, kemudian komponen diproduksi melalui perusahaan di berbagai negara. Kemudian kalau kita lihat, masuklah ke manufacturing. Dari komponen menjadi bahan mentah pun, menjadi bahan part pun juga mengalami proses perjalanan yang panjang. Baru kemudian diasembly atau dirakit. Setelah itu kemudian didistribusikan dan barulah sampai ke retail-retail, ke toko-toko. Baru nanti pindah ke pembeli," paparnya.
Prof Elisa menuturkan bahwa manajemen rantai pasok mencakup rangkaian perencanaan serta pengelolaan menyeluruh terhadap berbagai aktivitas operasional.
"Mulai dari sourcing, sourcing itu pembelian ya, tadi ya pembelian, kemudian konversi, sampai pada logistik. Ini adalah istilah-istilah yang nantinya akan dipelajari, sampai ke tangan customer. Sehingga ada banyak multi-company yang nanti akan dikelola. Mulai dari supplier, intermediary, kemudian logistik, jasa 3PL," tambahnya.
Prof Elisa mengungkapkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan tiga pilar (3P) dinilai masih menghadapi paradoks di tingkat korporasi.
"Masih banyak perusahaan besar yang mengandalkan cara-cara tradisional (traditional way) meskipun sudah mengadopsi berbagai perangkat lunak (software)," tutupnya.
Kuliah Tamu ini dibuka secara resmi oleh Dekan FTI UMI, Prof Andi Suryanto, dihadiri Ketua Program Studi Doktor Rekayasa Industri Universitas Islam Indonesia (Pakar Supply Chain Management), Prof Elisa Kusrini, yang dimoderatori oleh Wakil Dekan II FTI UMI, Dr. Nurul Chairany.
Dekan FTI UMI, Prof Andi Suryanto, berharap agar kegiatan ini dapat memperluas wawasan mahasiswa baru terkait proses pengelolaan dan koordinasi terpadu atas alur barang, jasa, informasi, serta keuangan di masa yang akan datang.
"Tema kuliah umum hari ini sangat relevan dengan berbagai perubahan, khususnya pada dunia industri. Persaingan industri saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan produk dengan biaya rendah, tetapi juga oleh kemampuan membangun supply chain yang smart (cerdas), resilient (tangguh), dan sustainable (berkelanjutan)," harapnya.
Menurutnya, sejumlah kejadian lokal dan nasional menunjukkan bahwa gangguan rantai pasok berdampak langsung pada proses produksi hingga berpotensi melumpuhkan jalur distribusi.
"Oleh karena itu, supply chain management bukan lagi sekadar memindahkan materi dari pemasok ke pabrik, lalu dari pabrik ke konsumen. Supply chain masa depan adalah sebuah ekosistem yang mengintegrasikan data, manusia, mesin, teknologi, pelanggan, dan bahkan proses bisnis untuk menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat," sebutnya.
Ia menegaskan bahwa FTI UMI tidak hanya berorientasi mencetak lulusan yang menguasai efisiensi proses operasional.
"FTI UMI tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang mampu menjawab bagaimana membuat proses menjadi lebih efisien, tetapi juga bagaimana membuat proses menjadi lebih cerdas, tangguh, berkelanjutan, serta memberikan dampak dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," tegas Prof. Andi Suryanto.
Ia juga mengingatkan bahwa pengaplikasian teknologi tanpa landasan etika berisiko memicu ancaman, seraya menekankan bahwa inovasi yang mengabaikan aspek kemaslahatan akan kehilangan makna substansialnya.
"Untuk dapat membuat proses yang lebih cerdas, tangguh, dan berkelanjutan, kalian harus menguasai ilmu teknik, kemampuan analitis, literasi digital, komunikasi, serta kerja sama tim (teamwork). Kuasailah hal-hal tersebut sebagai bekal kalian. Namun, jangan pernah melupakan satu hal penting, yaitu integritas dan akhlakul karimah. Kecerdasan tanpa integritas dapat menjadi risiko," ucapnya.
Prof. Andi Suryanto menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan terus berkembang, arus digitalisasi berjalan makin dinamis, dan lanskap industri global dipastikan terus mengalami perubahan.
"Pesan saya kepada anak-anakku sekalian dalam kuliah tamu hari ini yakni dengarkan, catat, dan bertanyalah. Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Semoga kuliah umum hari ini memberikan wawasan dan inspirasi bagi kita semua sehingga melahirkan gagasan-gagasan baru," pesannya.
Sementara, pemateri Kuliah Tamu, Prof. Elisa Kusrini, menjelaskan bahwa banyak perusahaan yang memburu ahli manajemen rantai pasok.
"Pasok itu artinya dari mana dimulai dari raw materials (bahan mentah). Pertama adalah dari bahan mentah. Di Sulawesi kebetulan banyak sekali industri-industri tambang nikel, batubara, yang kemudian juga berbagai macam bahan logam-logam mulia, yang itu kita sebut sebagai basic industry," katanya.
Ia memaparkan bahwa rangkaian rantai pasok produk bermula dari penyediaan bahan mentah (raw materials) yang kemudian dilanjutkan ke tahap komponen pemasok (supplier).
"Raw materials itu kemudian diambil, dieksploitasi, kemudian diolah. Sehingga perjalanannya mulai raw material, kemudian komponen diproduksi melalui perusahaan di berbagai negara. Kemudian kalau kita lihat, masuklah ke manufacturing. Dari komponen menjadi bahan mentah pun, menjadi bahan part pun juga mengalami proses perjalanan yang panjang. Baru kemudian diasembly atau dirakit. Setelah itu kemudian didistribusikan dan barulah sampai ke retail-retail, ke toko-toko. Baru nanti pindah ke pembeli," paparnya.
Prof Elisa menuturkan bahwa manajemen rantai pasok mencakup rangkaian perencanaan serta pengelolaan menyeluruh terhadap berbagai aktivitas operasional.
"Mulai dari sourcing, sourcing itu pembelian ya, tadi ya pembelian, kemudian konversi, sampai pada logistik. Ini adalah istilah-istilah yang nantinya akan dipelajari, sampai ke tangan customer. Sehingga ada banyak multi-company yang nanti akan dikelola. Mulai dari supplier, intermediary, kemudian logistik, jasa 3PL," tambahnya.
Prof Elisa mengungkapkan bahwa penerapan prinsip keberlanjutan tiga pilar (3P) dinilai masih menghadapi paradoks di tingkat korporasi.
"Masih banyak perusahaan besar yang mengandalkan cara-cara tradisional (traditional way) meskipun sudah mengadopsi berbagai perangkat lunak (software)," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Riset AI, TikTok, dan Instagram Reels, Tiga Mahasiswa PBI UMI Tampil di Forum Internasional
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kapasitas akademiknya di forum internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI
Sabtu, 12 Sep 2026 17:35
News
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Pekan Pesantren di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Desa Padanglampe, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Senin (7/9/2026).
Senin, 07 Sep 2026 11:18
Sulsel
Maulid Nabi di UMI 2026, Keteladanan Rasulullah Didorong Menjadi Budaya Kerja
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M sebagai momentum untuk memperkuat budaya kerja yang berlandaskan kejujuran, disiplin, amanah, kepedulian, dan pelayanan.
Jum'at, 04 Sep 2026 15:06
News
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan silaturrahim dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, HM Ikbal Ismail, di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulsel, Kompleks Asrama Haji Sudiang
Rabu, 26 Agu 2026 15:09
News
UMI Bangun IT Center Lima Lantai, Ditargetkan Rampung 2028
UMI memulai pembangunan Pusat Gedung IT Center atau UMI Connection di Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Pembangunan gedung lima lantai tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
Rabu, 26 Agu 2026 14:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Mafia BBM Subsidi, Tangkap 17 Tersangka dari 10 Kasus
2
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
3
Dampak Kelangkaan BBM, Pemkot Makassar Berlakukan WFH untuk ASN
4
Selesaikan Rakorwil, Partai Gema Bangsa Sulsel Siap Hadapi Verifikasi Parpol 2027
5
Ratusan Modifikator Suguhkan Karya Terbaik, HMC 2026 di Maros Pikat Ribuan Pengunjung
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Polda Sulsel Bongkar Mafia BBM Subsidi, Tangkap 17 Tersangka dari 10 Kasus
2
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
3
Dampak Kelangkaan BBM, Pemkot Makassar Berlakukan WFH untuk ASN
4
Selesaikan Rakorwil, Partai Gema Bangsa Sulsel Siap Hadapi Verifikasi Parpol 2027
5
Ratusan Modifikator Suguhkan Karya Terbaik, HMC 2026 di Maros Pikat Ribuan Pengunjung