UMI Bangun IT Center Lima Lantai, Ditargetkan Rampung 2028
Rabu, 26 Agu 2026 14:36
Simbolis peresmian pembangunan IT Center oleh Pimpinan UMI, pagi tadi. Foto: SINDO Makasar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) memulai pembangunan Pusat Gedung IT Center atau UMI Connection di Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Rabu (26/8/2026). Pembangunan gedung lima lantai tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
Pembangunan IT Center menjadi bagian dari transformasi digital UMI untuk membangun sistem yang terintegrasi, mulai dari layanan akademik, administrasi, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramli, mengatakan UMI menargetkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi informasi terdepan sekaligus menjadi pelopor bagi universitas lain di Indonesia.
Komitmen tersebut juga mendapat perhatian dari tokoh nasional sekaligus mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
"Beberapa waktu lalu, Bapak Jusuf Kalla sempat menghubungi saya untuk menanyakan kualitas laboratorium UMI. Ketika saya menyampaikan bahwa laboratorium UMI adalah yang terbaik di antara PTS kawasan timur Indonesia, beliau menyarankan agar kita tidak cepat puas dan menggunakan standar yang lebih tinggi. Saya menyampaikan kepada beliau bahwa target kita bukan sekadar standar lokal, melainkan standar internasional seperti Harvard atau MIT. Merespons visi tersebut, Bapak JK berkomitmen membantu pengadaan peralatan laboratorium canggih berteknologi robotik dari Tiongkok," bebernya.
Mansyur mengatakan, gedung baru tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengendali utama berbagai kegiatan operasional UMI, mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.
"Saat ini, seluruh aspek kehidupan berpacu dengan teknologi. Sadar atau tidak, suka atau tidak suka, jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan tertinggal dan menjadi "manusia purbakala". Oleh karena itu, saya mendorong Pak Rektor beserta jajaran untuk membangun komitmen dan usaha yang kuat agar seluruh civitas akademika UMI, baik dosen maupun tenaga kependidikan memiliki literasi IT yang mumpuni," katanya dalam sambutan.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut tidak akan memberikan hasil optimal tanpa keselarasan gerak dan komitmen sumber daya manusia (SDM).
"Komitmen utama kita adalah UMI tidak boleh hanya menjadi pengikut (follower) dalam kemajuan teknologi, tetapi harus menjadi pemimpin (leader). We berharap UMI dapat berdiri di garda terdepan sebagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan berbasis IT di Indonesia," sebut Prof Ramly.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya proyek tersebut.
"Insyaallah dengan adanya UMI Connection ini, kelak tidak hanya sekadar simbol, tetapi betul-betul dapat memperlancar program-program layanan akademik, layanan administrasi, layanan keuangan, layanan SDM, dan berbagai layanan-layanan yang ada di UMI untuk meningkatkan UMI ke depan," ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen yayasan untuk memberikan dukungan terhadap seluruh langkah pengembangan UMI.
"Bukan hanya kami dari pihak yayasan yang bersyukur, melainkan seluruh sivitas akademika juga akan sangat bersyukur atas peluncuran hari ini. Semoga apa yang dilakukan oleh UMI senantiasa membawa dampak positif bagi masyarakat, bangsa, negara, dan khususnya warga Universitas Muslim Indonesia. Kami dari yayasan akan senantiasa mendukung sepenuhnya pengembangan UMI," tegas Prof Masrurah.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan IT Center dirancang sebagai pusat digital terintegrasi dan ditargetkan selesai pada 2028.
"Sarana ini nantinya menjadi pusat IT Center yang berfungsi sebagai pusat distribusi informasi, sistem, dan kebutuhan digital lainnya. Dengan demikian, sarana ini diharapkan menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam rangka pengembangan UMI ke depan, khususnya menuju model satu sistem yang terintegrasi," tuturnya.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI tersebut mengatakan, gedung itu diharapkan dapat mendukung berbagai layanan universitas secara menyeluruh.
"Baik itu kegiatan akademis, pengembangan SDM, hingga unit-unit yang berada langsung di bawah naungan Yayasan, seperti pesantren yang ada di luar maupun pesantren binaan di berbagai lokasi. Dengan hadirnya pembangunan IT Center ini, Insyaallah tempat ini akan menjadi pusat informasi dalam membangun sistem digital yang terintegrasi," urainya.
Prof. Hambali menjelaskan, berbagai program yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) diharapkan dapat diwujudkan melalui pembangunan sistem yang terintegrasi.
"Semua itu kita capai melalui basis sistem yang dapat terhubung (connect) dalam berbagai aktivitas kita, baik sarana-prasarana, keuangan, maupun bidang lainnya. Pencanangan ini merupakan wujud dukungan penuh dari pimpinan yayasan, begitu pula dengan mitra perbankan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pelaksanaan pembangunan IT Center ini. Tentu yang tidak kalah pentingnya, kehadiran kita di sini bukan sekadar untuk menyaksikan pemancangan tiang pancang pada hari ini. Lebih dari itu, kita berdoa dan berharap agar proses pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Ukhuwah Teknik UMI, Dr. Sudarman Supardi, menjelaskan pembangunan IT Center dirancang sebagai fasilitas strategis yang menghubungkan manusia, teknologi, data, dan pelayanan.
Dari sisi teknis, proyek tersebut menggunakan pondasi dalam dengan kedalaman hingga 9 meter.
"Pemilihan perancang pondasi dalam ini memiliki kedalaman mencapai 9 meter sampai ke tanah keras. Alat yang digunakan yakni sistem hidrolik. Alat ini dipilih karena tidak memerlukan getaran seperti halnya alat pukul atau hammer (yang getarannya terlalu besar). Cukup ditekan dengan beban beberapa ton untuk diteruskan ke dalam tanah. Lalu kelompok tiang ini nantinya akan dipersatukan dengan pile cap, yang kemudian dilanjutkan ke kolom-kolom untuk menerima beban bangunan," paparnya.
Gedung tersebut terdiri atas lima lantai dengan dimensi 19 x 9 meter per lantai dan total luas keseluruhan mencapai 885 meter persegi. Setiap lantai dirancang memiliki fungsi berbeda.
"Lantai satu sebagai area sirkulasi terbuka, lantai dua sebagai pusat layanan digital terintegrasi, lantai tiga sebagai pusat infrastruktur dan keamanan digital yang tahan gempa untuk ruang server utama, lantai empat sebagai pusat strategi dan pengembangan sistem. Serta lantai lima yang diperuntukkan bagi ruang pertemuan, rapat senat, dan executive briefing," tambahnya.
Pembangunan IT Center menjadi bagian dari transformasi digital UMI untuk membangun sistem yang terintegrasi, mulai dari layanan akademik, administrasi, keuangan, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof. Mansyur Ramli, mengatakan UMI menargetkan diri menjadi perguruan tinggi berbasis teknologi informasi terdepan sekaligus menjadi pelopor bagi universitas lain di Indonesia.
Komitmen tersebut juga mendapat perhatian dari tokoh nasional sekaligus mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
"Beberapa waktu lalu, Bapak Jusuf Kalla sempat menghubungi saya untuk menanyakan kualitas laboratorium UMI. Ketika saya menyampaikan bahwa laboratorium UMI adalah yang terbaik di antara PTS kawasan timur Indonesia, beliau menyarankan agar kita tidak cepat puas dan menggunakan standar yang lebih tinggi. Saya menyampaikan kepada beliau bahwa target kita bukan sekadar standar lokal, melainkan standar internasional seperti Harvard atau MIT. Merespons visi tersebut, Bapak JK berkomitmen membantu pengadaan peralatan laboratorium canggih berteknologi robotik dari Tiongkok," bebernya.
Mansyur mengatakan, gedung baru tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengendali utama berbagai kegiatan operasional UMI, mulai dari tingkat sekolah hingga perguruan tinggi.
"Saat ini, seluruh aspek kehidupan berpacu dengan teknologi. Sadar atau tidak, suka atau tidak suka, jika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi, kita akan tertinggal dan menjadi "manusia purbakala". Oleh karena itu, saya mendorong Pak Rektor beserta jajaran untuk membangun komitmen dan usaha yang kuat agar seluruh civitas akademika UMI, baik dosen maupun tenaga kependidikan memiliki literasi IT yang mumpuni," katanya dalam sambutan.
Menurutnya, pembangunan gedung tersebut tidak akan memberikan hasil optimal tanpa keselarasan gerak dan komitmen sumber daya manusia (SDM).
"Komitmen utama kita adalah UMI tidak boleh hanya menjadi pengikut (follower) dalam kemajuan teknologi, tetapi harus menjadi pemimpin (leader). We berharap UMI dapat berdiri di garda terdepan sebagai perguruan tinggi penyelenggara pendidikan berbasis IT di Indonesia," sebut Prof Ramly.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof. Masrurah Mokhtar, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya proyek tersebut.
"Insyaallah dengan adanya UMI Connection ini, kelak tidak hanya sekadar simbol, tetapi betul-betul dapat memperlancar program-program layanan akademik, layanan administrasi, layanan keuangan, layanan SDM, dan berbagai layanan-layanan yang ada di UMI untuk meningkatkan UMI ke depan," ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen yayasan untuk memberikan dukungan terhadap seluruh langkah pengembangan UMI.
"Bukan hanya kami dari pihak yayasan yang bersyukur, melainkan seluruh sivitas akademika juga akan sangat bersyukur atas peluncuran hari ini. Semoga apa yang dilakukan oleh UMI senantiasa membawa dampak positif bagi masyarakat, bangsa, negara, dan khususnya warga Universitas Muslim Indonesia. Kami dari yayasan akan senantiasa mendukung sepenuhnya pengembangan UMI," tegas Prof Masrurah.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, mengatakan IT Center dirancang sebagai pusat digital terintegrasi dan ditargetkan selesai pada 2028.
"Sarana ini nantinya menjadi pusat IT Center yang berfungsi sebagai pusat distribusi informasi, sistem, dan kebutuhan digital lainnya. Dengan demikian, sarana ini diharapkan menjadi sebuah kebutuhan mendasar dalam rangka pengembangan UMI ke depan, khususnya menuju model satu sistem yang terintegrasi," tuturnya.
Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UMI tersebut mengatakan, gedung itu diharapkan dapat mendukung berbagai layanan universitas secara menyeluruh.
"Baik itu kegiatan akademis, pengembangan SDM, hingga unit-unit yang berada langsung di bawah naungan Yayasan, seperti pesantren yang ada di luar maupun pesantren binaan di berbagai lokasi. Dengan hadirnya pembangunan IT Center ini, Insyaallah tempat ini akan menjadi pusat informasi dalam membangun sistem digital yang terintegrasi," urainya.
Prof. Hambali menjelaskan, berbagai program yang telah dirumuskan dalam Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Operasional (Renop) diharapkan dapat diwujudkan melalui pembangunan sistem yang terintegrasi.
"Semua itu kita capai melalui basis sistem yang dapat terhubung (connect) dalam berbagai aktivitas kita, baik sarana-prasarana, keuangan, maupun bidang lainnya. Pencanangan ini merupakan wujud dukungan penuh dari pimpinan yayasan, begitu pula dengan mitra perbankan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam pelaksanaan pembangunan IT Center ini. Tentu yang tidak kalah pentingnya, kehadiran kita di sini bukan sekadar untuk menyaksikan pemancangan tiang pancang pada hari ini. Lebih dari itu, kita berdoa dan berharap agar proses pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Ukhuwah Teknik UMI, Dr. Sudarman Supardi, menjelaskan pembangunan IT Center dirancang sebagai fasilitas strategis yang menghubungkan manusia, teknologi, data, dan pelayanan.
Dari sisi teknis, proyek tersebut menggunakan pondasi dalam dengan kedalaman hingga 9 meter.
"Pemilihan perancang pondasi dalam ini memiliki kedalaman mencapai 9 meter sampai ke tanah keras. Alat yang digunakan yakni sistem hidrolik. Alat ini dipilih karena tidak memerlukan getaran seperti halnya alat pukul atau hammer (yang getarannya terlalu besar). Cukup ditekan dengan beban beberapa ton untuk diteruskan ke dalam tanah. Lalu kelompok tiang ini nantinya akan dipersatukan dengan pile cap, yang kemudian dilanjutkan ke kolom-kolom untuk menerima beban bangunan," paparnya.
Gedung tersebut terdiri atas lima lantai dengan dimensi 19 x 9 meter per lantai dan total luas keseluruhan mencapai 885 meter persegi. Setiap lantai dirancang memiliki fungsi berbeda.
"Lantai satu sebagai area sirkulasi terbuka, lantai dua sebagai pusat layanan digital terintegrasi, lantai tiga sebagai pusat infrastruktur dan keamanan digital yang tahan gempa untuk ruang server utama, lantai empat sebagai pusat strategi dan pengembangan sistem. Serta lantai lima yang diperuntukkan bagi ruang pertemuan, rapat senat, dan executive briefing," tambahnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
UMI-Kemenhaj Sulsel Bahas Rencana Kerja Sama Layanan Kesehatan Jamaah
Pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan silaturrahim dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan, HM Ikbal Ismail, di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulsel, Kompleks Asrama Haji Sudiang
Rabu, 26 Agu 2026 15:09
News
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) bersama Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menerapkan model penangkaran kedelai adaptif perubahan iklim di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Senin, 24 Agu 2026 22:40
News
Kampus Berdampak Bukan Sekadar Slogan, UMI Buktikan dengan Aksi Kemanusiaan di NTT
Apa arti Kampus Berdampak ketika masyarakat sedang menghadapi bencana? Bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI), jawabannya bukan pada slogan, melainkan pada apa yang bisa dilakukan ketika masyarakat membutuhkan.
Kamis, 20 Agu 2026 11:53
News
YBM PLN UIP Sulawesi Bantu 15 Mahasiswa FPIK UMI
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima bantuan pendidikan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi.
Rabu, 19 Agu 2026 15:44
News
Prof Hambali: Merdekakan Kampus dari Cara Lama, Senjata Hari Ini adalah Ilmu dan Teknologi
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Muslim Indonesia (UMI), menghadirkan pesan yang melampaui seremoni 17 Agustus.
Senin, 17 Agu 2026 12:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler