Patarai Amir Beri Sinyal Siap Bertarung di Pilkada Maros
Rabu, 26 Agu 2026 15:00
Patarai Amir berbicara di depan kader Golkar Maros pada pertemuan konsolidasi yang dipimpin Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, kemarin. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menegaskan kader yang ingin maju sebagai Ketua DPD II Golkar harus siap mencalonkan diri sebagai Bupati.
Menurut IAS, kesiapan tersebut harus dibuktikan dengan kemampuan memenangkan Golkar pada Pemilu.
"Karena bagaimana mau jadi kepala daerah kalau tidak bisa buktikan dengan kemenangan," katanya.
IAS menjelaskan, hasil Pemilu menjadi modal dasar bagi kader yang ingin maju dalam Pilkada. Apalagi, tahapan Pemilu dan Pilkada memiliki jeda sekitar satu tahun.
"Jadi modal dasarnya hasil pemilu. Kalau hasil pemilunya tidak ada, masa saya mau jual kader yang tidak diterima," ujarnya.
Dia menargetkan perolehan kursi legislatif Golkar meningkat hingga 50 persen pada Pemilu mendatang. Saat ini, Golkar Maros memiliki enam kursi di DPRD Maros.
"Kontrak politik saya dengan ketua umum, ada peningkatan kursi 50 persen untuk kabupaten, untuk pusat dan provinsi. Saya juga berharap di tingkat kabupaten juga ada peningkatan seperti itu," katanya.
Target tersebut dinilai masih terbuka karena jumlah kursi DPRD Maros akan bertambah dari 35 menjadi 40 kursi.
Di sisi lain, IAS mengusulkan nama Andi Patarai Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros.
Patarai diusulkan mengisi kekosongan kepemimpinan Golkar Maros setelah Ketua DPD II Golkar Maros sebelumnya, Suhartina Bohari, mengundurkan diri.
Menurut IAS, Patarai dinilai tepat menjalankan tugas sebagai Plt karena memiliki pengalaman di internal Golkar Maros.
Patarai juga pernah menjabat sebagai Ketua Golkar Maros sehingga dinilai memahami kondisi organisasi dan persoalan internal partai.
IAS mengatakan, jabatan Plt tersebut hanya bersifat sementara hingga Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maros digelar.
Dia menargetkan Musda Golkar Maros dapat diselesaikan pada Desember mendatang.
Sementara itu, Andi Patarai Amir menyatakan siap memenuhi syarat tersebut jika nantinya kembali maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros.
"Tadi kita dengarkan pernyataan Ketua DPD I yang mau maju calon ketua Golkar harus siap mencalonkan diri jadi calon bupati. Itu otomatis, kalau saya maju berarti saya siap mencalonkan bupati ke depannya," tegasnya.
Patarai juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros secara definitif dalam Musda mendatang.
"Memungkinkan untuk saya maju kembali, tapi kita lihat kondisi saja," kata anggota DPRD Sulsel tersebut.
Sebagai Plt, Patarai mengatakan tugas utamanya adalah membenahi struktur organisasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musda.
Dia mengaku memiliki pengalaman memimpin Golkar Maros selama kurang lebih lima tahun.
Menurut IAS, kesiapan tersebut harus dibuktikan dengan kemampuan memenangkan Golkar pada Pemilu.
"Karena bagaimana mau jadi kepala daerah kalau tidak bisa buktikan dengan kemenangan," katanya.
IAS menjelaskan, hasil Pemilu menjadi modal dasar bagi kader yang ingin maju dalam Pilkada. Apalagi, tahapan Pemilu dan Pilkada memiliki jeda sekitar satu tahun.
"Jadi modal dasarnya hasil pemilu. Kalau hasil pemilunya tidak ada, masa saya mau jual kader yang tidak diterima," ujarnya.
Dia menargetkan perolehan kursi legislatif Golkar meningkat hingga 50 persen pada Pemilu mendatang. Saat ini, Golkar Maros memiliki enam kursi di DPRD Maros.
"Kontrak politik saya dengan ketua umum, ada peningkatan kursi 50 persen untuk kabupaten, untuk pusat dan provinsi. Saya juga berharap di tingkat kabupaten juga ada peningkatan seperti itu," katanya.
Target tersebut dinilai masih terbuka karena jumlah kursi DPRD Maros akan bertambah dari 35 menjadi 40 kursi.
Di sisi lain, IAS mengusulkan nama Andi Patarai Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros.
Patarai diusulkan mengisi kekosongan kepemimpinan Golkar Maros setelah Ketua DPD II Golkar Maros sebelumnya, Suhartina Bohari, mengundurkan diri.
Menurut IAS, Patarai dinilai tepat menjalankan tugas sebagai Plt karena memiliki pengalaman di internal Golkar Maros.
Patarai juga pernah menjabat sebagai Ketua Golkar Maros sehingga dinilai memahami kondisi organisasi dan persoalan internal partai.
IAS mengatakan, jabatan Plt tersebut hanya bersifat sementara hingga Musyawarah Daerah (Musda) DPD II Golkar Maros digelar.
Dia menargetkan Musda Golkar Maros dapat diselesaikan pada Desember mendatang.
Sementara itu, Andi Patarai Amir menyatakan siap memenuhi syarat tersebut jika nantinya kembali maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros.
"Tadi kita dengarkan pernyataan Ketua DPD I yang mau maju calon ketua Golkar harus siap mencalonkan diri jadi calon bupati. Itu otomatis, kalau saya maju berarti saya siap mencalonkan bupati ke depannya," tegasnya.
Patarai juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros secara definitif dalam Musda mendatang.
"Memungkinkan untuk saya maju kembali, tapi kita lihat kondisi saja," kata anggota DPRD Sulsel tersebut.
Sebagai Plt, Patarai mengatakan tugas utamanya adalah membenahi struktur organisasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musda.
Dia mengaku memiliki pengalaman memimpin Golkar Maros selama kurang lebih lima tahun.
(MAN)
Berita Terkait
News
PBB Maros Baru Rp32 Miliar, Wabup Muetazim Semprot Camat
Capaian Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Maros, baru mencapai 67.84 persen hingga Juli 2026.
Selasa, 18 Agu 2026 15:54
News
Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Chaidir Syam Soroti Pengangguran hingga Kemarau
Pemerintah Kabupaten Maros menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, Senin (17/8/2025).
Senin, 17 Agu 2026 14:58
News
Menipis, Stok Air Bersih di Lekopancing Diprediksi Hanya Bertahan 3 Pekan
Memasuki musim kemarau, debit air baku di sejumlah sumber air milik PDAM Tirta Bantimurung Maros mulai mengalami penurunan, salah satunya adalah Lekopancing.
Rabu, 12 Agu 2026 11:35
News
Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Kabupaten Maros meraih penghargaan juara I dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kategori kabupaten dengan kemampuan keuangan rendah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Selasa, 11 Agu 2026 14:36
Sulsel
Pemkab Maros Hemat Tagihan Listrik Rp40 Juta per Bulan dari Kebijakan WFH
Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros mampu menekan penggunaan listrik. Penghematan tagihan listrik disebut mencapai sekitar Rp40 juta per bulan.
Selasa, 11 Agu 2026 13:17
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler