Kelola APBD Rp1,5 Triliun, Maros Raih Juara I Pengelolaan Keuangan Daerah
Selasa, 11 Agu 2026 14:36
Bupati Maros, AS Chaidir Syam menerima pengahrgaan dari Gubernur Sulsel atas keberhasilan pengelolaan APBD. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Kabupaten Maros meraih penghargaan juara I dalam pengelolaan keuangan daerah untuk kategori kabupaten dengan kemampuan keuangan rendah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Sulsel sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan dan kestabilan keuangan daerah.
Bupati Maros, A S Chaidir Syam, mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondisi keuangan sekaligus memenuhi berbagai kewajiban daerah.
"Indeks pengelolaan keuangan ini bentuk kita menjaga kondisi keuangan kita, kestabilan keuangan kita. Alhamdulillah tadi kita menyampaikan TPP, gaji P3K, gaji P3K paruh waktu tetap kita bayarkan," ujarnya.
Chaidir menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kategori kemampuan keuangan daerah. Kabupaten Maros masuk dalam kelompok daerah dengan kemampuan keuangan rendah, namun dinilai menjadi yang terbaik dalam pengelolaan keuangannya.
Menurutnya, APBD Maros berada di kisaran Rp1,5 triliun. Sementara daerah dengan kemampuan keuangan tinggi memiliki kapasitas anggaran yang lebih besar.
"Kalau kita di kabupaten yang rendah, kita yang terbaik dalam pengelolaan," katanya.
Dia menyebutkan penghargaan tersebut menjadi penanda komitmen Pemkab Maros dalam memenuhi belanja wajib daerah.
Komitmen itu akan dipertahankan dalam penyusunan APBD 2027. Salah satunya memastikan pembayaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu.
Selain itu, Pemkab Maros meningkatkan alokasi untuk kepatuhan BPJS dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) hingga Rp8 miliar.
"Insyaallah seperti yang disampaikan Pak Bupati, 2027 kita tetap jaga itu. Jadi khusus untuk belanja wajib, termasuk gaji P3K paruh waktu, kemudian kepatuhan BPJS, PBI, ini malahan kita tambahkan sampai Rp8 miliar," jelasnya.
Untuk sektor kesehatan dan pendidikan, alokasi anggaran juga tetap dipertahankan sesuai ketentuan. Anggaran pendidikan disebut tetap dialokasikan di atas 20 persen.
Sementara sektor infrastruktur mendapat perhatian lebih besar. Jika pada 2025 intervensi anggaran infrastruktur berada di angka 31 persen, Pemkab Maros berupaya meningkatkannya pada APBD 2027.
"Kita sekarang ini mencoba menaikkan sampai 34 persen. Walaupun kita belum bisa mencapai 40 persen, tetapi untuk infrastruktur di APBD 2027, kita sudah berupaya untuk mencapai 34 sampai 36 persen intervensi anggaran kita ke pembangunan infrastruktur pelayanan publik," katanya.
Dia menambahkan, pemenuhan kebutuhan anggaran untuk sektor kesehatan juga terus diperkuat. Anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan tersebut disebut meningkat dari sekitar Rp28 miliar pada 2026 menjadi sekitar Rp35 miliar pada 2027.
Menurutnya, sebagian besar kabupaten di Sulsel masuk kategori kemampuan keuangan rendah. Hanya beberapa daerah yang masuk kategori kemampuan keuangan tinggi.
Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Sulsel sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan dan kestabilan keuangan daerah.
Bupati Maros, A S Chaidir Syam, mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kondisi keuangan sekaligus memenuhi berbagai kewajiban daerah.
"Indeks pengelolaan keuangan ini bentuk kita menjaga kondisi keuangan kita, kestabilan keuangan kita. Alhamdulillah tadi kita menyampaikan TPP, gaji P3K, gaji P3K paruh waktu tetap kita bayarkan," ujarnya.
Chaidir menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan kategori kemampuan keuangan daerah. Kabupaten Maros masuk dalam kelompok daerah dengan kemampuan keuangan rendah, namun dinilai menjadi yang terbaik dalam pengelolaan keuangannya.
Menurutnya, APBD Maros berada di kisaran Rp1,5 triliun. Sementara daerah dengan kemampuan keuangan tinggi memiliki kapasitas anggaran yang lebih besar.
"Kalau kita di kabupaten yang rendah, kita yang terbaik dalam pengelolaan," katanya.
Dia menyebutkan penghargaan tersebut menjadi penanda komitmen Pemkab Maros dalam memenuhi belanja wajib daerah.
Komitmen itu akan dipertahankan dalam penyusunan APBD 2027. Salah satunya memastikan pembayaran gaji pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu.
Selain itu, Pemkab Maros meningkatkan alokasi untuk kepatuhan BPJS dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) hingga Rp8 miliar.
"Insyaallah seperti yang disampaikan Pak Bupati, 2027 kita tetap jaga itu. Jadi khusus untuk belanja wajib, termasuk gaji P3K paruh waktu, kemudian kepatuhan BPJS, PBI, ini malahan kita tambahkan sampai Rp8 miliar," jelasnya.
Untuk sektor kesehatan dan pendidikan, alokasi anggaran juga tetap dipertahankan sesuai ketentuan. Anggaran pendidikan disebut tetap dialokasikan di atas 20 persen.
Sementara sektor infrastruktur mendapat perhatian lebih besar. Jika pada 2025 intervensi anggaran infrastruktur berada di angka 31 persen, Pemkab Maros berupaya meningkatkannya pada APBD 2027.
"Kita sekarang ini mencoba menaikkan sampai 34 persen. Walaupun kita belum bisa mencapai 40 persen, tetapi untuk infrastruktur di APBD 2027, kita sudah berupaya untuk mencapai 34 sampai 36 persen intervensi anggaran kita ke pembangunan infrastruktur pelayanan publik," katanya.
Dia menambahkan, pemenuhan kebutuhan anggaran untuk sektor kesehatan juga terus diperkuat. Anggaran yang disiapkan untuk kebutuhan tersebut disebut meningkat dari sekitar Rp28 miliar pada 2026 menjadi sekitar Rp35 miliar pada 2027.
Menurutnya, sebagian besar kabupaten di Sulsel masuk kategori kemampuan keuangan rendah. Hanya beberapa daerah yang masuk kategori kemampuan keuangan tinggi.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Maros Hemat Tagihan Listrik Rp40 Juta per Bulan dari Kebijakan WFH
Penerapan kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maros mampu menekan penggunaan listrik. Penghematan tagihan listrik disebut mencapai sekitar Rp40 juta per bulan.
Selasa, 11 Agu 2026 13:17
Sulsel
Ribuan Warga Terdampak Kemarau, Pemkab Maros Bagikan 16 Tangki Air Bersih per Hari
Pemerintah Kabupaten Maros mulai menyalurkan bantuan air bersih bagi 6.738 warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
Selasa, 11 Agu 2026 12:45
Sulsel
Kepala Bapenda Maros Ferdiansyah Raih Tiga Penghargaan
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, M. Ferdiansyah, meraih tiga penghargaan atas pengabdian dan kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Maros.
Selasa, 11 Agu 2026 09:20
News
Dilanda Kekeringan, Empat Kecamatan di Maros Masuk Zona Merah
Sebanyak empat kecamatan di Kabupaten Maros ditetapkan sebagai zona merah kekeringan akibat krisis air bersih yang semakin parah pada musim kemarau tahun ini.
Kamis, 06 Agu 2026 14:11
Sulsel
355 ASN Maros Ikuti Profiling BKN, Perkuat Penerapan Manajemen Talenta
Sebanyak 355 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengikuti kegiatan profiling di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional IV Makassar, Rabu (5/8/2026).
Rabu, 05 Agu 2026 08:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
3
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi