Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran

Sabtu, 26 Sep 2026 16:01
Bangun Fire Shelter Pertama di Bungku Timur, PT Vale Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran
PT Vale memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Foto/IST
Comment
Share
MOROWALI - Warga Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, akan memiliki fasilitas pendukung penanganan kebakaran yang lebih dekat. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari MIND ID, memulai pembangunan Fire Shelter permanen pertama di wilayah tersebut untuk mempercepat respons keadaan darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Pembangunan fasilitas itu ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking Fire Shelter di Desa Kolono, Kecamatan Bungku Timur, Kamis, 25 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, jajaran Pemerintah Kabupaten Morowali, Dinas Pemadam Kebakaran, Camat Bungku Timur, para kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Bungku Timur memiliki sekitar 15.560 penduduk yang tersebar di 10 desa. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan fasilitas publik, kebutuhan terhadap layanan tanggap darurat juga semakin penting. Namun, hingga kini wilayah tersebut belum memiliki pos pemadam kebakaran permanen.

Layanan pemadam kebakaran terdekat berada di Kecamatan Bungku Tengah. Jarak tersebut membuat estimasi waktu respons mencapai sekitar 55 hingga 70 menit. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran, terutama ketika membutuhkan respons cepat untuk mencegah api meluas.

Melalui pembangunan Fire Shelter, PT Vale mendukung upaya mendekatkan layanan penanganan kebakaran kepada masyarakat Bungku Timur. Fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di tingkat kecamatan.

Head of Bahodopi Mine Project Expansion PT Vale Indonesia, Goenawan Kukuh, mengatakan pembangunan Fire Shelter merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan masyarakat serta penguatan kapasitas daerah di wilayah operasional.

“Keberadaan Fire Shelter ini merupakan langkah strategis untuk mendekatkan layanan mitigasi dan penanganan kebakaran kepada masyarakat Bungku Timur. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan siap menghadapi keadaan darurat,” ujarnya.

Menurut Kukuh, dukungan tersebut juga merupakan bagian dari implementasi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) berkelanjutan, sekaligus mendukung amanat IUPK dan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RI-PPM).

“Program ini sejalan dengan nilai-nilai CARES yang kami jalankan serta mendukung pilar Sosial dan Budaya dalam RKAB yang telah disetujui, khususnya pada aspek penguatan ketahanan masyarakat dan kesiapsiagaan bencana,” katanya.

Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf mengapresiasi inisiatif PT Vale yang dinilainya menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem mitigasi kebakaran di tingkat kecamatan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen dan respons cepat PT Vale dalam mendukung upaya pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya kebakaran. Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dan menjadi langkah awal yang dapat menginspirasi kolaborasi serupa di wilayah lain,” ujarnya.

Iksan menilai kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun ketahanan daerah secara berkelanjutan, terutama di wilayah yang terus berkembang.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan menjaga kolaborasi dan iklim investasi yang kondusif agar berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dapat terus diwujudkan.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi bersama. Kita perlu menjaga investasi yang ada agar dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui inisiatif seperti pembangunan Fire Shelter ini,” katanya.

Ia juga berharap fasilitas tersebut tidak hanya memperkuat keselamatan masyarakat Bungku Timur, tetapi dapat menjadi contoh untuk pengembangan fasilitas serupa di wilayah lain. Pembangunan Fire Shelter merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Vale yang berfokus pada keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui fasilitas tersebut, PT Vale berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat semakin kuat dalam menghadapi risiko kebakaran. Kehadiran Fire Shelter juga diharapkan memperkuat ketahanan wilayah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru