Basarnas Kerahkan RB 220 dari Mataram untuk Perkuat Operasi SAR KM Nurul Salsa
Senin, 20 Jul 2026 19:14
Basarnas kembali memperkuat unsur pencarian dengan mengerahkan tambahan armada dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram. Foto: Basarnas
MAKASSAR - Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi SAR terhadap kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Basarnas kembali memperkuat unsur pencarian dengan mengerahkan tambahan armada dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa Basarnas menambah satu unsur laut berupa Rescue Boat (RB) 220 Mataram beserta 17 personel rescue untuk mendukung operasi pencarian terhadap korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
"Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Arif, Senin, (20/07/2026).
RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, selanjutnya bergabung dalam Operasi SAR KM Nurul Salsa. Dengan bergabungnya unsur dari Basarnas Mataram, kekuatan personel dan armada di lapangan semakin bertambah untuk menghadapi luasnya area pencarian serta kondisi perairan yang masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.
Di tengah pelaksanaan penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest yang hanyut di perairan Utara Pulau Sanipa. Swimvest tersebut bertuliskan "KM Nurul Salsa" sehingga langsung diamankan sebagai temuan yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal. Temuan ini selanjutnya menjadi salah satu petunjuk yang akan dianalisis oleh Tim SAR Gabungan untuk mendukung pengembangan area pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Arif menambahkan bahwa terdapat laporan dari nelayan perairan Pangkep, sebuah rakit, dengan tas yang berisi identitas, yang diduga milik penumpang KM Nurul Salsa.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep, telah ditemukan sebuah rakit gabus, yang diatasnya ada sebuah tas, yang kami yakini bahwa barang tersebut adalah milik dari penumpang KM Nurul Salsa. Dan saat ini kami sedang terus mencari informasi dari wilayah Perairan Pangkep," tambahnya.
Pada hari keenam, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian di area seluas 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Selain unsur laut, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan Boeing B737-200 TNI AU yang menyisir seluruh sektor pencarian.
Hingga Senin (20/7), data korban tercatat sebanyak 78 orang, dengan rincian 59 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian melalui koordinasi lintas instansi serta evaluasi hasil pencarian setiap hari guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menyampaikan bahwa Basarnas menambah satu unsur laut berupa Rescue Boat (RB) 220 Mataram beserta 17 personel rescue untuk mendukung operasi pencarian terhadap korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
"Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan," ujar Arif, Senin, (20/07/2026).
RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, selanjutnya bergabung dalam Operasi SAR KM Nurul Salsa. Dengan bergabungnya unsur dari Basarnas Mataram, kekuatan personel dan armada di lapangan semakin bertambah untuk menghadapi luasnya area pencarian serta kondisi perairan yang masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.
Di tengah pelaksanaan penyisiran, KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest yang hanyut di perairan Utara Pulau Sanipa. Swimvest tersebut bertuliskan "KM Nurul Salsa" sehingga langsung diamankan sebagai temuan yang diduga berkaitan dengan kecelakaan kapal. Temuan ini selanjutnya menjadi salah satu petunjuk yang akan dianalisis oleh Tim SAR Gabungan untuk mendukung pengembangan area pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.
Arif menambahkan bahwa terdapat laporan dari nelayan perairan Pangkep, sebuah rakit, dengan tas yang berisi identitas, yang diduga milik penumpang KM Nurul Salsa.
"Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep, telah ditemukan sebuah rakit gabus, yang diatasnya ada sebuah tas, yang kami yakini bahwa barang tersebut adalah milik dari penumpang KM Nurul Salsa. Dan saat ini kami sedang terus mencari informasi dari wilayah Perairan Pangkep," tambahnya.
Pada hari keenam, Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian di area seluas 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor pencarian dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Selain unsur laut, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan Boeing B737-200 TNI AU yang menyisir seluruh sektor pencarian.
Hingga Senin (20/7), data korban tercatat sebanyak 78 orang, dengan rincian 59 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian melalui koordinasi lintas instansi serta evaluasi hasil pencarian setiap hari guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang.
(GUS)
Berita Terkait
News
Dua Penumpang KM Nurul Salsa Kembali Ditemukan Selamat di Pulau Balaloho
Perkembangan positif kembali terjadi dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kelima terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Minggu, 19 Jul 2026 19:40
News
Lima Penumpang KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Berpegangan pada Rompong Nelayan
Kabar menggembirakan datang dari operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Tim SAR gabungan menemukan lima orang korban dalam kondisi selamat
Sabtu, 18 Jul 2026 20:37
News
Operasi Hari Keempat, Basarnas Tambah Kekuatan Pencarian KM Nurul Salsa
Tambahan kekuatan tersebut berupa KN SAR Pacitan dari Kantor Basarnas Kendari dengan Person On Board (POB) sebanyak 28 orang, serta KN SAR Puntadewa dari Kantor Basarnas Maumere
Sabtu, 18 Jul 2026 19:24
Sulsel
Polda Sulsel Dirikan Posko DVI untuk Identifikasi Korban KLM Nurul Salsa
Tim DVI Biddokes Polda Sulawesi Selatan resmi membentuk Posko Ante Mortem (Pos Pengumpulan Data Diri Korban) di Terminal Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sabtu (18/7/2026).
Sabtu, 18 Jul 2026 14:53
Sulsel
Polres Kepulauan Selayar Periksa dan Amankan Nahkoda serta ABK KLM Nurul Salsa
Polres Kepulauan Selayar mulai melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda dan Anak Buah Kapal (ABK) KLM Nurul Salsa.
Sabtu, 18 Jul 2026 12:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
2
UIN Alauddin Bantah Flyer Dukungan ke Bupati Gowa, Sebut Bukan Produk Universitas
3
Makassar Bollymania Club Sukses Gelar Meet Up Akbar Bertema Semarak Bollywood
4
Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda
5
Penggemar Timnas Spanyol di Parepare Konvoi Usai Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemdes Moncongloe Lappara Benarkan TKI yang Meninggal di Armenia Warganya
2
UIN Alauddin Bantah Flyer Dukungan ke Bupati Gowa, Sebut Bukan Produk Universitas
3
Makassar Bollymania Club Sukses Gelar Meet Up Akbar Bertema Semarak Bollywood
4
Polisi Armenia Selidiki Kematian TKI Asal Maros, Pemulangan Jenazah Tertunda
5
Penggemar Timnas Spanyol di Parepare Konvoi Usai Juara Piala Dunia 2026