Delapan Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi saat Hendak Rayakan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agu 2026 15:16
Delapan Pendaki Gunung Bawakaraeng Dievakuasi saat Hendak Rayakan HUT ke-81 RI
Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar menggelar siaga khusus dalam rangka pengamanan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Siaga khusus yang berlangsung pada 15–18 Agustus 2026 tersebut melibatkan 295 personel dari unsur Basarnas Makassar, SAR komunitas, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga medis, serta unsur terkait lainnya. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang jalur pendakian untuk melakukan pemantauan, pelayanan, serta penanganan kondisi darurat yang dialami para pendaki.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa siaga khusus ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Basarnas dalam memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman, sekaligus memberikan respons cepat apabila terjadi kondisi yang membutuhkan pertolongan.

“Kami menempatkan personel di sejumlah titik untuk memastikan pendaki mendapatkan rasa aman selama berada di jalur. Prinsip kami jelas, ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujar Arif.

Pada Senin (17/8/2026) pagi, sekitar pukul 06.30 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi delapan pendaki yang mengalami berbagai kondisi kesehatan di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea untuk mendapatkan penanganan medis.

Kedelapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus. Setelah dievakuasi, beberapa pendaki mendapatkan penanganan dari tim medis dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan.

Hingga hari kedua, tercatat sebanyak 3.273 pendaki melakukan registrasi melalui sejumlah jalur pendakian. Rinciannya, 223 orang melalui Registrasi Lembanna, 1.681 orang melalui Bulu Balea, 947 orang melalui Tassoso, dan 422 orang melalui Kanreapia.

Arif mengimbau para pendaki agar tidak memaksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan. Kondisi cuaca, suhu dingin, kelelahan, serta kepadatan jalur menjadi faktor yang perlu diperhatikan selama kegiatan pendakian.

“Kami mengimbau seluruh pendaki untuk mempersiapkan diri dengan baik, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan diri jika tubuh mulai mengalami gangguan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai semangat mengibarkan Merah Putih justru mengabaikan keselamatan diri,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan siaga khusus tersebut, personel disebar pada delapan titik pemantauan, yakni Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, Pos 5, Pos 7, Pos 8 jalur Lembanna, puncak Gunung Bawakaraeng, Lembah Ramma, serta jalur Tassoso.

Basarnas Makassar juga mengajak seluruh unsur yang terlibat untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang aktif selama pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting mengingat tingginya jumlah pendaki dan karakteristik medan Gunung Bawakaraeng yang membutuhkan kesiapsiagaan.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga jalur pendakian. Ini tentang memastikan setiap orang yang datang untuk memperingati kemerdekaan dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya. Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama kepedulian dan kemanusiaan,” kata Arif.

Basarnas Makassar memastikan siaga khusus akan terus dilaksanakan hingga berakhirnya periode pengamanan pada 18 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan akan tetap melakukan pemantauan di sejumlah titik dan siap memberikan pertolongan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
(GUS)
Berita Terkait
Bantu Evakuasi Pesawat ATR 42-500, TRC Semen Tonasa Raih Penghargaan dari Basarnas
News
Bantu Evakuasi Pesawat ATR 42-500, TRC Semen Tonasa Raih Penghargaan dari Basarnas
Dedikasi TRC PT Semen Tonasa dalam operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, mendapat apresiasi dari Basarnas RI.
Selasa, 11 Agu 2026 14:01
Enam Mahasiswa Dievakuasi Usai Alami Masalah saat Mendaki Goa Kallibong Alloa Pangkep
Sulsel
Enam Mahasiswa Dievakuasi Usai Alami Masalah saat Mendaki Goa Kallibong Alloa Pangkep
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap enam orang mahasiswa Universitas Hasanuddin yang sedang menjalankan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan
Senin, 27 Jul 2026 12:06
Pendaki Bulu Baria Dievakuasi usai Jatuh dari Hammock hingga Cedera
News
Pendaki Bulu Baria Dievakuasi usai Jatuh dari Hammock hingga Cedera
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar melaksanakan operasi SAR terhadap seorang pendaki yang mengalami trouble saat melakukan aktivitas pendakian di Gunung Bulu Baria, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu (26/7/2026) dini hari.
Minggu, 26 Jul 2026 18:12
Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan
News
Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Belum Ditemukan
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap sekitar 14 korban kecelakaan kapal KM Nurul Salsa di Perairan Selayar resmi ditutup pada Jumat (24/7/2026) setelah memasuki hari ke-10 pelaksanaan operasi.
Jum'at, 24 Jul 2026 19:15
Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
News
Tim SAR Gabungan Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
Tim SAR Gabungan yang melaksanakan operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa kembali menemukan satu jenazah, yang diduga merupakan korban kecelakaan kapal tersebut pada hari ketujuh operasi pencarian, Selasa (21/7/2026).
Selasa, 21 Jul 2026 14:41
Berita Terbaru