Tinjau Pelabuhan Banten dan Panjang, PJM Perkuat Keselamatan dan Kualitas Layanan
Rabu, 09 Sep 2026 13:52
PJM melakukan Management Walkthrough (MWT) oleh Direktur Operasi dan Teknik PJM di Pelabuhan Banten pada 2 September 2026 dan Pelabuhan Panjang pada 3 September 2026. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat kesiapan operasional dan keselamatan dengan memastikan langsung kondisi sarana, prasarana, serta pelaksanaan pelayanan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan melalui Management Walkthrough (MWT) oleh Direktur Operasi dan Teknik PJM di Pelabuhan Banten pada 2 September 2026 dan Pelabuhan Panjang pada 3 September 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan operasional berjalan sesuai standar, penerapan keselamatan dilakukan secara konsisten, serta seluruh sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi siap dan layak digunakan.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PJM meninjau berbagai aktivitas dan fasilitas operasional secara langsung. Selain melihat kondisi aktual di lapangan, kunjungan juga menjadi momentum untuk memberikan arahan terkait peningkatan kualitas pelayanan dan memastikan setiap temuan segera ditindaklanjuti.
Salah satu perhatian utama adalah standardisasi komunikasi operasional antara kapal pandu, kapal tunda, dan unsur terkait lainnya. Komunikasi yang efektif dinilai penting, terutama dalam pelayanan kapal asing, untuk memastikan setiap pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap prosedur dan instruksi operasional.
Keseragaman komunikasi dan kepatuhan terhadap prosedur diperlukan untuk mencegah miskomunikasi serta meminimalkan potensi keluhan dari pengguna jasa.
Kesiapan kapal tunda juga menjadi perhatian dalam MWT. Kondisi kapal, kebersihan, fasilitas, dan berbagai sarana pendukung perlu dipelihara secara konsisten agar tetap siap mendukung kelancaran pelayanan operasional.
Selain itu, fasilitas ruang istirahat pandu turut menjadi perhatian. Kondisi fasilitas tersebut perlu dijaga agar tetap baik sehingga dapat mendukung kenyamanan sekaligus kesiapan personel dalam menjalankan tugas pelayanan.
Dari aspek keselamatan, pemeriksaan terhadap tali kapal dan peralatan pendukung operasional juga perlu dilakukan secara berkala. Kesiapan dan kelayakan peralatan menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh kegiatan pelayanan berlangsung aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Di Pelabuhan Panjang, manajemen menyoroti kebutuhan fasilitas atau lokasi sandar khusus bagi kapal tunda. Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penempatan kapal tunda sekaligus mendukung kelancaran kegiatan operasional di wilayah pelabuhan.
Sementara itu, di Pelabuhan Banten, ditemukan monitor pada fasilitas planning yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar fungsi pemantauan operasional dapat berjalan optimal dan mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
Selain aspek operasional, Direktur Operasi dan Teknik PJM menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kapal. Penggunaan BBM harus dilakukan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penggunaan BBM kapal harus dilakukan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan yang baik penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan sekaligus menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan,” ujar Direktur Operasi dan Teknik PJM.
Melalui MWT, PJM mendorong agar setiap temuan dan arahan di lapangan segera ditindaklanjuti secara konkret. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara manajemen dan tim operasional sehingga standar pelayanan dan keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.
Penguatan kesiapan operasional tersebut sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN meningkatkan tata kelola, efisiensi, dan keandalan operasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan perekonomian nasional.
PJM terus mendukung agenda tersebut melalui penguatan kualitas layanan, disiplin operasional, penerapan keselamatan, serta tata kelola yang berintegritas. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi PJM dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan rantai logistik nasional.
Management Walkthrough menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PJM dalam membangun budaya Safety, Integrity, and Operational Excellence di seluruh lini pelayanan.
Melalui pemantauan langsung dan tindak lanjut atas temuan di lapangan, PJM terus mendorong perbaikan berkesinambungan untuk menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkualitas bagi pengguna jasa.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan operasional berjalan sesuai standar, penerapan keselamatan dilakukan secara konsisten, serta seluruh sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi siap dan layak digunakan.
Dalam kunjungan tersebut, Direktur Operasi dan Teknik PJM meninjau berbagai aktivitas dan fasilitas operasional secara langsung. Selain melihat kondisi aktual di lapangan, kunjungan juga menjadi momentum untuk memberikan arahan terkait peningkatan kualitas pelayanan dan memastikan setiap temuan segera ditindaklanjuti.
Salah satu perhatian utama adalah standardisasi komunikasi operasional antara kapal pandu, kapal tunda, dan unsur terkait lainnya. Komunikasi yang efektif dinilai penting, terutama dalam pelayanan kapal asing, untuk memastikan setiap pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap prosedur dan instruksi operasional.
Keseragaman komunikasi dan kepatuhan terhadap prosedur diperlukan untuk mencegah miskomunikasi serta meminimalkan potensi keluhan dari pengguna jasa.
Kesiapan kapal tunda juga menjadi perhatian dalam MWT. Kondisi kapal, kebersihan, fasilitas, dan berbagai sarana pendukung perlu dipelihara secara konsisten agar tetap siap mendukung kelancaran pelayanan operasional.
Selain itu, fasilitas ruang istirahat pandu turut menjadi perhatian. Kondisi fasilitas tersebut perlu dijaga agar tetap baik sehingga dapat mendukung kenyamanan sekaligus kesiapan personel dalam menjalankan tugas pelayanan.
Dari aspek keselamatan, pemeriksaan terhadap tali kapal dan peralatan pendukung operasional juga perlu dilakukan secara berkala. Kesiapan dan kelayakan peralatan menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh kegiatan pelayanan berlangsung aman dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Di Pelabuhan Panjang, manajemen menyoroti kebutuhan fasilitas atau lokasi sandar khusus bagi kapal tunda. Ketersediaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penempatan kapal tunda sekaligus mendukung kelancaran kegiatan operasional di wilayah pelabuhan.
Sementara itu, di Pelabuhan Banten, ditemukan monitor pada fasilitas planning yang mengalami kerusakan. Kondisi tersebut perlu segera ditindaklanjuti agar fungsi pemantauan operasional dapat berjalan optimal dan mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
Selain aspek operasional, Direktur Operasi dan Teknik PJM menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kapal. Penggunaan BBM harus dilakukan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penggunaan BBM kapal harus dilakukan secara tertib, transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengawasan yang baik penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan sekaligus menjaga kepercayaan dan reputasi perusahaan,” ujar Direktur Operasi dan Teknik PJM.
Melalui MWT, PJM mendorong agar setiap temuan dan arahan di lapangan segera ditindaklanjuti secara konkret. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara manajemen dan tim operasional sehingga standar pelayanan dan keselamatan dapat diterapkan secara konsisten.
Penguatan kesiapan operasional tersebut sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN meningkatkan tata kelola, efisiensi, dan keandalan operasional, sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan perekonomian nasional.
PJM terus mendukung agenda tersebut melalui penguatan kualitas layanan, disiplin operasional, penerapan keselamatan, serta tata kelola yang berintegritas. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi PJM dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan dan rantai logistik nasional.
Management Walkthrough menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PJM dalam membangun budaya Safety, Integrity, and Operational Excellence di seluruh lini pelayanan.
Melalui pemantauan langsung dan tindak lanjut atas temuan di lapangan, PJM terus mendorong perbaikan berkesinambungan untuk menghadirkan layanan yang aman, andal, dan berkualitas bagi pengguna jasa.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pelindo Marine Bangun MCK Sehat untuk Warga Bondowoso
PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) membangun fasilitas MCK melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Senin, 19 Okt 2026 12:41
Ekbis
Pelindo Jasa Maritim Kaji Kapal Tunda Listrik, Bidik Efisiensi Operasional
Penggunaan kapal tunda listrik mulai dijajaki PJM bersama PT Asian Bulk Logistics untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon di sektor kepelabuhanan.
Jum'at, 16 Okt 2026 10:33
Ekbis
Pelindo Aktifkan Kembali Layanan STS Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Global
Pelindo kembali melayani kegiatan pemindahan muatan antarkapal (ship-to-ship/STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau, sejak 9 Oktober 2026.
Selasa, 13 Okt 2026 11:10
News
Pelindo Jasa Maritim Siap Aktifkan Kembali Layanan STS di Nipah
Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat kesiapan operasional untuk kembali melayani aktivitas ship-to-ship (STS) di Nipah Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau.
Sabtu, 10 Okt 2026 15:03
News
DPN dan PJM Perkuat Koordinasi, Dorong Optimalisasi Sektor Kemaritiman
Peran sektor kemaritiman dalam menopang konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional menjadi salah satu perhatian Dewan Pertahanan Nasional (DPN) saat mengunjungi PT Pelindo Jasa Maritim (PJM.
Jum'at, 02 Okt 2026 13:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
2
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
3
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
4
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
2
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
3
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
4
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi
5
PSM Makassar Tantang Rekor Tak Terkalahkan Bhayangkara