Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
Selasa, 08 Sep 2026 15:22
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur menghadiri Khidmad Kemenaj, Selasa (8/9/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan agar pemberangkatan jemaah haji asal Maros pada musim haji mendatang dipusatkan di satu lokasi, yakni Masjid Al-Markaz. Usulan tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Wakil Bupati Maros, Andi Muetaziem Mansyur, menilai pelayanan pemberangkatan jemaah haji di Kabupaten Maros pada musim haji 2026 berjalan semakin baik setelah penanganannya dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Meski baru berjalan sekitar satu tahun, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros dinilai telah memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah haji.
“Selama menjadi Kementrian sendiri, pelayanannya sudah berlangsung dengan baik. Tetapi masih ada beberapa yang perlu dibenahi sedikit oleh teman-teman di Kemenhaj," ujarnya kepada awak media saat menghadiri Khidmad Kemenaj, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah mekanisme pemberangkatan jemaah haji asal Maros. Pemberangkatan secara mandiri dinilai perlu ditata agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar Asrama Haji Sudiang.
Karena itu, Pemkab Maros mengusulkan agar proses pemberangkatan jemaah haji pada musim haji mendatang dipusatkan di Masjid Al-Markaz.
"Kalau bisa pemberangkatan haji tahun depan bisa dipusatkan di satu tempat di Masjid Al-Markaz supaya tidak menimbulkan kemacetan yang parah di Asrama Haji Sudiang," ujarnya.
Andi Muetaziem menegaskan, usulan tersebut merupakan masukan Pemkab Maros kepada jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.
Pemkab Maros berharap penataan lokasi pemberangkatan dapat membuat proses pelepasan jemaah lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Asrama Haji Sudiang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, menyambut baik usulan Pemkab Maros untuk memusatkan pemberangkatan jemaah haji dari satu titik di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pemusatan pemberangkatan tersebut dinilai lebih efektif karena jarak Kabupaten Maros relatif dekat dengan Asrama Haji Sudiang, Makassar. Skema itu juga diharapkan dapat mengurangi kelelahan jemaah sebelum menjalani perjalanan menuju Tanah Suci.
"Maros ini dekat dengan Asrama Haji. Kemudian untuk tidak menimbulkan efek terlalu capek dan lelah bagi jamaah. Dari titik pemberangkatan, jamaah bisa langsung masuk asrama," kata Ahmad Ihyadin.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros juga telah mengusulkan agar jemaah dapat diantar langsung oleh keluarga hingga ke Asrama Haji. Skema tersebut dinilai lebih memberikan kenyamanan karena jemaah tidak perlu terlebih dahulu berkumpul di lokasi lain sebelum menuju asrama.
"Tentu auranya berbeda ketika dari rumah ke markas dan masuk ke Asrama Haji. Jadi kita berharap, karena ini sudah disampaikan oleh Wakil Bupati, kita akan melaksanakan itu," ujarnya.
Ahmad mengatakan pihaknya akan menyiapkan teknis pemberangkatan sebaik mungkin agar seluruh jemaah dapat terlayani secara optimal.
Wakil Bupati Maros, Andi Muetaziem Mansyur, menilai pelayanan pemberangkatan jemaah haji di Kabupaten Maros pada musim haji 2026 berjalan semakin baik setelah penanganannya dilakukan secara mandiri oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Meski baru berjalan sekitar satu tahun, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros dinilai telah memberikan pelayanan yang baik kepada jemaah haji.
“Selama menjadi Kementrian sendiri, pelayanannya sudah berlangsung dengan baik. Tetapi masih ada beberapa yang perlu dibenahi sedikit oleh teman-teman di Kemenhaj," ujarnya kepada awak media saat menghadiri Khidmad Kemenaj, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah mekanisme pemberangkatan jemaah haji asal Maros. Pemberangkatan secara mandiri dinilai perlu ditata agar tidak menimbulkan kemacetan di sekitar Asrama Haji Sudiang.
Karena itu, Pemkab Maros mengusulkan agar proses pemberangkatan jemaah haji pada musim haji mendatang dipusatkan di Masjid Al-Markaz.
"Kalau bisa pemberangkatan haji tahun depan bisa dipusatkan di satu tempat di Masjid Al-Markaz supaya tidak menimbulkan kemacetan yang parah di Asrama Haji Sudiang," ujarnya.
Andi Muetaziem menegaskan, usulan tersebut merupakan masukan Pemkab Maros kepada jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros sebagai bagian dari evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.
Pemkab Maros berharap penataan lokasi pemberangkatan dapat membuat proses pelepasan jemaah lebih tertib sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di kawasan Asrama Haji Sudiang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin, menyambut baik usulan Pemkab Maros untuk memusatkan pemberangkatan jemaah haji dari satu titik di Kabupaten Maros.
Menurutnya, pemusatan pemberangkatan tersebut dinilai lebih efektif karena jarak Kabupaten Maros relatif dekat dengan Asrama Haji Sudiang, Makassar. Skema itu juga diharapkan dapat mengurangi kelelahan jemaah sebelum menjalani perjalanan menuju Tanah Suci.
"Maros ini dekat dengan Asrama Haji. Kemudian untuk tidak menimbulkan efek terlalu capek dan lelah bagi jamaah. Dari titik pemberangkatan, jamaah bisa langsung masuk asrama," kata Ahmad Ihyadin.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros juga telah mengusulkan agar jemaah dapat diantar langsung oleh keluarga hingga ke Asrama Haji. Skema tersebut dinilai lebih memberikan kenyamanan karena jemaah tidak perlu terlebih dahulu berkumpul di lokasi lain sebelum menuju asrama.
"Tentu auranya berbeda ketika dari rumah ke markas dan masuk ke Asrama Haji. Jadi kita berharap, karena ini sudah disampaikan oleh Wakil Bupati, kita akan melaksanakan itu," ujarnya.
Ahmad mengatakan pihaknya akan menyiapkan teknis pemberangkatan sebaik mungkin agar seluruh jemaah dapat terlayani secara optimal.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
300 Ribu Warga Maros Terdampak Kekeringan, 5 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kemarau panjang yang melanda hampir semua wilayah Sulawesi Selatan, berdampak pada kekeringan dan minimnya air bersih.
Rabu, 07 Okt 2026 13:03
Sulsel
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
Moch Idham Khalid Pasya, siswa kelas V Kuttab Al-Azka Maros, meraih juara II pada ajang panahan tradisional tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Rabu, 30 Sep 2026 11:27
Sulsel
ASN di Camba Terindikasi Kasus Narkoba, BKPSDM Bentuk Tim Kode Etik
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, terindikasi terlibat dalam kasus narkoba yang diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 14:51
Sulsel
Maros Matangkan Persiapan Penilaian Piala Adipura 2026
Menjelang penilaian piala Adipura 2026 pada Oktober mendatang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mulai mematangkan berbagai persiapan.
Selasa, 29 Sep 2026 11:44
News
Finalis Duta Anti Narkoba Maros Kampanye Bahaya Narkoba Lewat Seni
Sebanyak 32 finalis Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2026 unjuk gigi mengkampanyekan bahaya Narkoba lewat panggung seni di Grand Mall Maros, Minggu (27/9/2026) malam.
Senin, 28 Sep 2026 10:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
2
Kuasa Hukum Husniah Talenrang Desak Polda Sulsel Usut Dugaan Hilangnya Dokumen MA
3
Putusan MA Soal Prof Ichsan Ali Belum Tuntas, Legalitas Senat UNM Jelang Pilrek Disorot
4
Tujuh Dekade Asuransi Astra: Menanam Literasi, Memanen Kepercayaan
5
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix