PLTU Jeneponto Kembali Beroperasi, PLN Percepat Pemulihan Listrik Sistem Sulbagsel

Senin, 07 Sep 2026 18:17
PLTU Jeneponto Kembali Beroperasi, PLN Percepat Pemulihan Listrik Sistem Sulbagsel
Petugas melakukan pemeriksaan peralatan di PLTU Jeneponto sebagai bagian dari upaya PLN mengoptimalkan keandalan pembangkit dan menjaga kestabilan pasokan listrik Sistem Sulbagsel. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PLN terus mempercepat pemulihan sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) dengan mengoptimalkan seluruh sumber pasokan yang tersedia. Salah satu perkembangan terbaru, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto berkapasitas 125 megawatt (MW) telah kembali beroperasi dan mulai menyuplai listrik ke sistem.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Edyansyah mengatakan, kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel terus dipantau secara real time. PLN juga mendorong pembangkit lainnya agar dapat kembali beroperasi secara bertahap untuk meningkatkan daya mampu pasok.

“PLN terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan pasokan listrik Sistem Sulbagsel. Saat ini, PLTU Jeneponto berkapasitas 125 MW telah kembali beroperasi dan menyuplai listrik ke sistem. Di saat yang sama, kami terus mendorong optimalisasi pembangkit lainnya agar daya mampu pasok semakin meningkat,” ujar Edyansyah.

Meski demikian, daya mampu pasok Sistem Sulbagsel belum sepenuhnya kembali normal. Sejumlah pembangkit masih memerlukan proses optimalisasi sehingga PLN terus melakukan koordinasi dan percepatan penanganan untuk memaksimalkan kemampuan pembangkit yang tersedia.

Dalam kondisi daya mampu pasok yang masih terbatas, PLN tetap melakukan pengaturan beban secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi sistem secara real time. Pola pengaturan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi pembangkit dan sistem kelistrikan di lapangan.

“Berbagai langkah mitigasi terus kami lakukan, baik melalui optimalisasi pembangkit, pengaturan pola operasi maupun percepatan penanganan pada fasilitas yang masih memerlukan optimalisasi. Kami memahami kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan,” kata Edyansyah.

PLN menargetkan peningkatan daya mampu pasok dapat terus dilakukan sehingga kebutuhan pengaturan beban semakin berkurang. Di lapangan, petugas juga terus mempercepat penanganan dan pemulihan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Masyarakat diimbau untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan dan wilayah terdampak melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.

“Kami memohon dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. PLN akan terus all out mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar kondisi kelistrikan dapat kembali normal secepatnya,” tutup Edyansyah.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru