PLN Siap Kawal Program PLTS 100 GWp Menuju Swasembada Energi
Rabu, 26 Agu 2026 18:47
Pemerintah meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah mempercepat swasembada energi nasional. Foto/Istimewa
DENPASAR - Pemerintah meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sebagai langkah mempercepat swasembada energi nasional. Program tersebut diawali dengan 14 proyek berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp) di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk PLTS Gilimanuk, Bali, yang menjadi lokasi peluncuran, Selasa (25/8).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri.
"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.
Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya Pemerintah mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada energi dan hilirisasi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Pada tahap awal, 14 proyek PLTS dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Selain PLTS Gilimanuk, PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.
Pengembangan tersebut akan memanfaatkan potensi energi surya di berbagai wilayah melalui sejumlah skema, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.
"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama. Rinciannya meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp; PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp; PLTS terapung 10,72 GWp; PLTS atap 9,35 GWp; PLTS 3T sebesar 0,50 GWp; PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp; PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp; serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.
Jika seluruh skenario tersebut dapat diimplementasikan, Bahlil memperkirakan program ini mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.
Dari sisi ekonomi, program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, yang terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.
Pada tahap awal, proyek-proyek PLTS juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mendorong aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun," jelas Bahlil.
PLN Siapkan Sistem Kelistrikan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN siap mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. PLN juga akan memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung agar integrasi pembangkit energi surya dapat berlangsung secara andal, aman, dan berkelanjutan.
"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Darmawan.
Menurut Darmawan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, dan masyarakat.
"PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas," kata Darmawan.
Bali Kembangkan 1.000 MWp PLTS
Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem energi bersih di Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia.
"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, Program PLTS 100 GWp tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan memperkuat kemandirian energi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
"Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengatakan pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia sekaligus mengoptimalkan potensi energi terbarukan yang tersedia di dalam negeri.
"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo.
Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari upaya Pemerintah mewujudkan Asta Cita, khususnya swasembada energi dan hilirisasi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Pada tahap awal, 14 proyek PLTS dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia. Selain PLTS Gilimanuk, PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.
Pengembangan tersebut akan memanfaatkan potensi energi surya di berbagai wilayah melalui sejumlah skema, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.
"Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama. Rinciannya meliputi eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp; PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) sebesar 30,97 GWp; PLTS terapung 10,72 GWp; PLTS atap 9,35 GWp; PLTS 3T sebesar 0,50 GWp; PLTS off-grid untuk kegiatan produktif 4,36 GWp; PLTS nonatap untuk kawasan industri 7,49 GWp; serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.
Jika seluruh skenario tersebut dapat diimplementasikan, Bahlil memperkirakan program ini mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon mencapai Rp6,31 triliun.
Dari sisi ekonomi, program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja, yang terdiri atas sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.
Pada tahap awal, proyek-proyek PLTS juga diharapkan memberikan dampak ekonomi melalui penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mendorong aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.
"Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71,3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun," jelas Bahlil.
PLN Siapkan Sistem Kelistrikan
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN siap mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. PLN juga akan memastikan kesiapan sistem kelistrikan dan infrastruktur pendukung agar integrasi pembangkit energi surya dapat berlangsung secara andal, aman, dan berkelanjutan.
"PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Darmawan.
Menurut Darmawan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, dan masyarakat.
"PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional dan memberikan manfaat ekonomi yang luas," kata Darmawan.
Bali Kembangkan 1.000 MWp PLTS
Khusus di Bali, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan lima klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3.300 MWh.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem energi bersih di Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia.
"Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk," ujar Darmawan.
Darmawan menambahkan, Program PLTS 100 GWp tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan memperkuat kemandirian energi, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
"Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi," pungkas Darmawan.
(TRI)
Berita Terkait
News
PLN UIP Sulawesi Borong Lima Penghargaan Kinerja Perizinan & Pembebasan Lahan
Kinerja perizinan dan pembebasan lahan PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi pada Semester I 2026 mendapat apresiasi.
Rabu, 26 Agu 2026 10:39
News
320 Peserta dari 52 Instansi Ramaikan PLN Mobile Padel Competition 2026 di Makassar
Sebanyak 320 peserta dari 52 instansi lintas sektor memeriahkan PLN Mobile Padel Competition 2026 “Smash Your Energy” yang digelar PLN UID Sulselrabar.
Sabtu, 22 Agu 2026 20:52
Ekbis
Buruan! Promo Merdeka Daya PLN Berakhir 25 Agustus 2026
Pelanggan PLN masih memiliki kesempatan untuk menikmati diskon 50 persen biaya tambah daya listrik bertajuk promo Merdeka Daya hingga 25 Agustus 2026.
Kamis, 20 Agu 2026 14:31
News
YBM PLN UIP Sulawesi Bantu 15 Mahasiswa FPIK UMI
Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menerima bantuan pendidikan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP Sulawesi.
Rabu, 19 Agu 2026 15:44
News
Merdeka Daya, PLN UID Sulselrabar Hadirkan Diskon 50% Tambah Daya
PLN memberikan diskon 50 persen biaya penyambungan tambah daya listrik melalui program Merdeka Daya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selasa, 18 Agu 2026 20:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
4
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
5
PKS Jeneponto Perkuat Konsolidasi Lewat Silaturahmi Pengurus
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
4
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
5
PKS Jeneponto Perkuat Konsolidasi Lewat Silaturahmi Pengurus