Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan

Senin, 07 Sep 2026 08:54
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
PJM mengajak pengguna jasa dan mitra kerja ikut mengawal penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui penguatan GCG dan optimalisasi WBS. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, memperkuat komitmen menghadirkan layanan pelabuhan yang bersih dan berintegritas pada momentum Hari Pelanggan Nasional 2026.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, PJM mengajak pengguna jasa dan mitra kerja ikut mengawal penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan optimalisasi Whistleblowing System (WBS).

Komitmen tersebut sejalan dengan tema Hari Pelanggan Nasional tahun ini, “Think Customer”, yang menjadi momentum bagi PJM untuk memastikan kebutuhan dan kepercayaan pelanggan menjadi bagian penting dalam setiap proses layanan.

Melalui Tim Fungsi Anti Penyuapan (FAP), PJM secara masif menyosialisasikan prinsip GCG sekaligus mengoptimalkan WBS terintegrasi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah berbagai bentuk tindakan koruptif, pungutan liar, fraud, maupun benturan kepentingan yang berpotensi mengganggu kelancaran operasional dan efisiensi logistik di area pelabuhan.

Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, mengatakan pelayanan prima tidak hanya ditentukan oleh kecepatan operasional, tetapi juga oleh integritas seluruh insan perusahaan.

“Kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar kami. Di Hari Pelanggan Nasional ini, kami tidak hanya mendengar kebutuhan bisnis mereka, tetapi juga memberikan garansi bahwa setiap transaksi dan proses layanan di Pelindo berjalan secara akuntabel dan bersih melalui implementasi GCG yang konsisten,” kata Patrick.

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan di lingkungan Pelindo Group, PJM juga terus mengoptimalkan platform pelaporan pelanggaran Pelindo Bersih. Sistem WBS tersebut menjamin kerahasiaan identitas pelapor serta memberikan perlindungan bagi pihak yang menyampaikan laporan.

Untuk menjaga objektivitas dalam penanganan pengaduan, pengelolaan WBS melibatkan pihak ketiga independen. Dengan mekanisme tersebut, setiap laporan yang masuk dapat dinilai secara objektif dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada momentum Hari Pelanggan Nasional, PJM juga turun langsung menemui sejumlah pengguna jasa di Makassar. Pada 3 September 2026, manajemen PJM mengunjungi kantor perwakilan PT Meratus Line, PT Temas, dan PT SPIL.

“PJM telah mengunjungi kantor perwakilan PT Meratus Line, PT Temas, dan PT SPIL yang ada di Makassar. Kami juga akan mengunjungi perusahaan lainnya secara bergiliran pada kesempatan lainnya,” ujar Patrick.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo tidak hanya menyerap masukan dari pelanggan, tetapi juga mengajak pengguna jasa, mitra kerja, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas ekosistem pelabuhan.

Setiap dugaan kecurangan, pemerasan, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat dilaporkan melalui kanal WBS Pelindo Bersih secara aman. Penguatan mekanisme pelaporan ini sekaligus melengkapi penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 yang telah menjadi standar di lingkungan lini bisnis Pelindo Group.

Patrick menegaskan, integrasi antara pelayanan prima dan tata kelola perusahaan yang bersih merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sistem logistik nasional.

“Kami berharap integrasi antara pelayanan prima dan tata kelola yang bersih dapat berkontribusi terhadap keberlangsungan sistem logistik nasional, meningkatkan indeks kemudahan berbisnis di Indonesia, serta menciptakan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan dengan para pelanggan,” pungkas Patrick.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru