Teknologi Makin Canggih, PJM Pastikan Peran Pandu Tetap Krusial
Rabu, 02 Sep 2026 10:56
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) turut berpartisipasi pada ajang The 27th International Maritime Pilots’ Association (IMPA) Congress 2026 di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua. Foto/IST
NUSA DUA - Perkembangan teknologi maritim, termasuk artificial intelligence (AI), remote pilotage, dan sistem navigasi digital, tidak mengurangi peran pandu dalam memastikan keselamatan pelayaran. Sebaliknya, transformasi teknologi menuntut kompetensi pandu semakin kuat agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai pendukung pengambilan keputusan.
Hal tersebut ditegaskan PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) dalam keikutsertaannya pada The 27th International Maritime Pilots’ Association (IMPA) Congress 2026 yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan mengatakan teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kompetensi pandu, meningkatkan kualitas informasi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Pandu tetap menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan navigasi kapal. Perkembangan teknologi bukan untuk menghilangkan peran pandu, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas informasi, dan mendukung pandu dalam mengambil keputusan secara lebih tepat,” ujar Arief.
Kongres dua tahunan IMPA tahun ini mengangkat tema “Navigating Maritime Safety Towards Global Sustainability.” Forum internasional tersebut mempertemukan para pandu dari berbagai negara untuk membahas perkembangan keselamatan pemanduan, teknologi, regulasi, lingkungan, serta pengembangan profesi.
Isu teknologi menjadi salah satu perhatian utama dalam kongres, antara lain melalui pembahasan mengenai remote pilotage, pemanfaatan AI dalam aktivitas maritim dan pemanduan yang bersifat safety-critical, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Pembahasan tersebut sejalan dengan transformasi menuju smart pilotage yang dikembangkan Pelindo. Dalam paparannya, Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pemanduan diarahkan pada pemanfaatan data maritim secara real-time, Automatic Identification System (AIS), Vessel Traffic Services (VTS), e-Navigation, AI-enabled decision support, predictive analytics, hingga digital operational monitoring.
Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung layanan pemanduan yang lebih aman, cepat, dapat diprediksi, dan berkelanjutan.
Namun, kemajuan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi manusia. Bagi pandu, kemampuan ship handling, navigasi, local knowledge, dan risk assessment tetap menjadi fondasi yang harus diperkuat dengan kemampuan baru, seperti navigasi digital, interpretasi data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Teknologi dan kompetensi manusia harus tumbuh bersama. Semakin maju sistem yang digunakan, semakin tinggi pula kompetensi yang dibutuhkan seorang pandu. Karena itu, pelatihan, simulasi, sertifikasi, pertukaran pengetahuan, serta exposure pada forum internasional menjadi penting bagi kami,” jelas Arief.
Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah e-pilotage, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pemanduan kapal. Menurut Arief, penerapannya tidak dapat dilakukan secara seragam karena harus mempertimbangkan karakteristik perairan dan tingkat risiko di setiap wilayah operasional.
“Pada wilayah atau alur yang memiliki risiko tinggi, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Teknologi harus diterapkan secara terukur sesuai karakteristik perairan dan hasil penilaian risiko. Pada kondisi tertentu, kehadiran pandu secara langsung di atas kapal tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan pelayaran,” kata Arief.
Selain membahas perkembangan teknologi, Kongres IMPA ke-27 menjadi momentum bagi PJM untuk memperluas kolaborasi internasional, bertukar pengetahuan, serta memperkaya wawasan dan kompetensi para pandu.
Dalam forum tersebut, PJM mengikutsertakan 10 pandu sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan perluasan wawasan internasional. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring profesional, serta mempelajari praktik pemanduan yang berkembang di berbagai negara.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), di antaranya Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi, Executive Director Regional 3 Pelindo Wahyu Widodo, serta Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan.
Arief berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional tersebut dapat diterapkan di lingkungan kerja dan memberikan nilai tambah bagi kualitas pelayanan pemanduan.
“Kami ingin pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional seperti IMPA dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja dan memberikan nilai tambah terhadap pelayanan. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memastikan setiap pelayanan pemanduan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, keandalan, dan profesionalisme,” tutup Arief.
Melalui partisipasi dalam Kongres IMPA ke-27, PJM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kompetensi pandu, mengadopsi perkembangan teknologi secara terukur, serta meningkatkan standar keselamatan dan kualitas pelayanan pemanduan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PJM membangun ekosistem pemanduan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menempatkan keselamatan, kompetensi manusia, dan profesionalisme sebagai fondasi utama menuju layanan pemanduan berkelas dunia.
Hal tersebut ditegaskan PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) dalam keikutsertaannya pada The 27th International Maritime Pilots’ Association (IMPA) Congress 2026 yang berlangsung pada 24–28 Agustus 2026 di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua.
Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan mengatakan teknologi harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kompetensi pandu, meningkatkan kualitas informasi, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Pandu tetap menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan navigasi kapal. Perkembangan teknologi bukan untuk menghilangkan peran pandu, tetapi menjadi instrumen untuk memperkuat kompetensi, meningkatkan kualitas informasi, dan mendukung pandu dalam mengambil keputusan secara lebih tepat,” ujar Arief.
Kongres dua tahunan IMPA tahun ini mengangkat tema “Navigating Maritime Safety Towards Global Sustainability.” Forum internasional tersebut mempertemukan para pandu dari berbagai negara untuk membahas perkembangan keselamatan pemanduan, teknologi, regulasi, lingkungan, serta pengembangan profesi.
Isu teknologi menjadi salah satu perhatian utama dalam kongres, antara lain melalui pembahasan mengenai remote pilotage, pemanfaatan AI dalam aktivitas maritim dan pemanduan yang bersifat safety-critical, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Pembahasan tersebut sejalan dengan transformasi menuju smart pilotage yang dikembangkan Pelindo. Dalam paparannya, Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi menjelaskan bahwa pengembangan teknologi pemanduan diarahkan pada pemanfaatan data maritim secara real-time, Automatic Identification System (AIS), Vessel Traffic Services (VTS), e-Navigation, AI-enabled decision support, predictive analytics, hingga digital operational monitoring.
Pemanfaatan teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung layanan pemanduan yang lebih aman, cepat, dapat diprediksi, dan berkelanjutan.
Namun, kemajuan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan penguatan kompetensi manusia. Bagi pandu, kemampuan ship handling, navigasi, local knowledge, dan risk assessment tetap menjadi fondasi yang harus diperkuat dengan kemampuan baru, seperti navigasi digital, interpretasi data, serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Teknologi dan kompetensi manusia harus tumbuh bersama. Semakin maju sistem yang digunakan, semakin tinggi pula kompetensi yang dibutuhkan seorang pandu. Karena itu, pelatihan, simulasi, sertifikasi, pertukaran pengetahuan, serta exposure pada forum internasional menjadi penting bagi kami,” jelas Arief.
Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah e-pilotage, yakni pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pemanduan kapal. Menurut Arief, penerapannya tidak dapat dilakukan secara seragam karena harus mempertimbangkan karakteristik perairan dan tingkat risiko di setiap wilayah operasional.
“Pada wilayah atau alur yang memiliki risiko tinggi, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Teknologi harus diterapkan secara terukur sesuai karakteristik perairan dan hasil penilaian risiko. Pada kondisi tertentu, kehadiran pandu secara langsung di atas kapal tetap diperlukan untuk memastikan keselamatan pelayaran,” kata Arief.
Selain membahas perkembangan teknologi, Kongres IMPA ke-27 menjadi momentum bagi PJM untuk memperluas kolaborasi internasional, bertukar pengetahuan, serta memperkaya wawasan dan kompetensi para pandu.
Dalam forum tersebut, PJM mengikutsertakan 10 pandu sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dan perluasan wawasan internasional. Keikutsertaan mereka menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman, membangun jejaring profesional, serta mempelajari praktik pemanduan yang berkembang di berbagai negara.
Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), di antaranya Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, Direktur Hubungan Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting, Direktur Operasi Pelindo Prasetyadi, Executive Director Regional 3 Pelindo Wahyu Widodo, serta Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim Arief Hermawan.
Arief berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional tersebut dapat diterapkan di lingkungan kerja dan memberikan nilai tambah bagi kualitas pelayanan pemanduan.
“Kami ingin pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum internasional seperti IMPA dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja dan memberikan nilai tambah terhadap pelayanan. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu memastikan setiap pelayanan pemanduan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan, keandalan, dan profesionalisme,” tutup Arief.
Melalui partisipasi dalam Kongres IMPA ke-27, PJM menegaskan komitmennya untuk memperkuat kompetensi pandu, mengadopsi perkembangan teknologi secara terukur, serta meningkatkan standar keselamatan dan kualitas pelayanan pemanduan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PJM membangun ekosistem pemanduan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap menempatkan keselamatan, kompetensi manusia, dan profesionalisme sebagai fondasi utama menuju layanan pemanduan berkelas dunia.
(TRI)
Berita Terkait
News
PJM Dorong Kolaborasi & Pemberdayaan Masyarakat Lewat RRI Fest Medan 2026
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat komitmennya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selasa, 08 Sep 2026 16:46
News
PJM Tingkatkan Kompetensi 20 Pandu untuk Perkuat Layanan Kapal Besar
Peningkatan kualifikasi menjadi langkah strategis PJM untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pelayanan pemanduan kapal berukuran besar.
Selasa, 08 Sep 2026 11:32
News
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, PJM mengajak pengguna jasa dan mitra kerja ikut mengawal penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui penguatan Good Corporate Governance (GCG) dan optimalisasi Whistleblowing System (WBS).
Senin, 07 Sep 2026 08:54
Ekbis
PJM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Pengalaman & Kebutuhan Pelanggan
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat transformasi layanan dengan membuka ruang dialog bersama pelanggan, mitra strategis, dan asosiasi melalui Customer Engagement Wilayah 2.
Minggu, 06 Sep 2026 19:03
Ekbis
PT BIMA Dukung Transformasi Pelindo, Perkuat Efisiensi Operasional Pelabuhan
Dalam ekosistem Pelindo, PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) mengambil peran melalui penyediaan layanan engineering dan pemeliharaan peralatan pelabuhan.
Jum'at, 04 Sep 2026 19:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Maros Usulkan Pemberangkatan Haji Dipusatkan di Al-Markaz
2
Transaksi BBM Subsidi Tak Wajar, Pertamina Sulawesi Blokir 4.767 QR Code
3
Sekelompok Pria Timbulkan Keresahan di Kawasan Putri SPIDI, Siswi hingga Guru Merasa Tak Aman
4
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, Siswa Kelas XI SMA IT Arrahmah Mengabdi di Leang-Leang
5
Pemkot Makassar Kaji Aspek Geografis dan Regulasi Calon TPU Baru di Maros