PJM Apresiasi Warga Tabaringan, Lorong 154 Berubah Semakin Asri

Senin, 31 Agu 2026 10:16
PJM Apresiasi Warga Tabaringan, Lorong 154 Berubah Semakin Asri
Wajah Lorong 154 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, kini berubah menjadi semakin bersih dan asri. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Wajah Lorong 154 di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, kini berubah. Warga bersama jajaran RT/RW dan pemerintah kelurahan bergotong royong menata lingkungan, salah satunya dengan mempercantik dinding sepanjang lorong melalui lukisan mural.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari gerakan lingkungan dan kebersihan yang digagas PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) di kawasan permukiman padat penduduk tersebut. Program itu tidak hanya mendorong perubahan fisik lingkungan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan partisipasi warga untuk menjaga kebersihan secara bersama-sama.

Lurah Tabaringan, Adiningrat Putra Sainal, mengatakan perubahan di Lorong 154 berlangsung secara bertahap sejak program tersebut dijalankan. Menurut dia, sebelum program hadir, kondisi lorong masih tergolong biasa dan belum menunjukkan perubahan berarti dari sisi kebersihan maupun estetika.

“Alhamdulillah, setelah adanya gerakan lingkungan kebersihan dari PT Pelindo Jasa Maritim, dengan adanya kegiatan ini kami mulai terdorong untuk bergerak melakukan sesuatu yang lain daripada yang lain, untuk mengubah kebiasaan yang masih kurang baik menjadi lebih baik lagi,” ujar Adiningrat.

Ia menjelaskan, perubahan tersebut kemudian mendorong warga di Kelurahan Tabaringan, khususnya di lingkungan RT setempat, untuk bersama-sama menata kawasan tempat tinggal mereka.

Adiningrat menilai kekompakan warga, pengurus RT/RW, serta keteladanan para pemimpin wilayah menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program. Namun, ia mengakui mengajak seluruh warga untuk terlibat sejak awal bukan perkara mudah.

“Tantangan terbesarnya itu adalah bagaimana kita bisa merangkul warga untuk turun membantu kerja bakti, kerja sama warga RT/RW untuk menuju satu tujuan yang sama,” katanya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, pihak kelurahan bersama pengurus RT/RW secara bertahap memberikan edukasi dan membangun kesadaran warga, termasuk masyarakat di sekitar lorong, agar semakin banyak yang terlibat dalam kegiatan lingkungan.

Menurut Adiningrat, dukungan PJM turut memperkuat keberlanjutan program, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan berskala lebih besar. Ia juga mengapresiasi keterlibatan langsung jajaran perusahaan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami selaku Kepala Kelurahan Tabaringan sangat berterima kasih banyak dari lubuk hati yang paling dalam, mewakili segenap warga Kelurahan Tabaringan, RT/RW, serta seluruh perangkat kelurahan atas apa yang telah diselenggarakan oleh PT Pelindo Jasa Maritim ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, hasil nyata yang terlihat di lapangan menjadi indikator penting keberhasilan sebuah program lingkungan. Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya disampaikan dalam bentuk narasi, tetapi harus dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.

Bagian dari Program TJSL
SVP Sekretaris Perusahaan PT Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, mengatakan gerakan lingkungan dan kebersihan di Lorong 154 merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah dijalankan PJM secara berkelanjutan.

“Gerakan lingkungan dan kebersihan yang digagas PT Pelindo Jasa Maritim di Lorong 154 adalah bagian dari program TJSL yang sudah dilakukan sejak lama,” kata Tubagus.

Menurut dia, upaya menjaga kelestarian lingkungan juga dilakukan melalui berbagai program lainnya. Salah satunya adalah kontribusi PJM dalam mengubah lahan bekas tambang batu bata peninggalan era Belanda di Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi Denassa Botanical Garden.

“Transformasi ekologis ini dilakukan secara bertahap untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati kawasan Wallacea yang semakin tertekan,” ujarnya.

Tubagus menilai kolaborasi antara masyarakat dan sektor korporasi dalam menata kawasan permukiman padat penduduk, khususnya di wilayah pesisir Kota Makassar, perlu terus diperkuat.

“Perubahan yang dihasilkan, mulai dari kesadaran kolektif warga hingga lukisan dinding di sepanjang lorong, menunjukkan bahwa keberlanjutan sebuah program lingkungan sangat bergantung pada kekompakan masyarakat dan keteladanan para pemangku kepentingan di tingkat lokal,” tutup Tubagus.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru