Kalla Beton Kurangi Penggunaan Pasir 8% Lewat Pemanfaatan Limbah Bata Ringan
Minggu, 30 Agu 2026 19:06
Kalla Beton menekan penggunaan pasir dalam produksi bata ringan hingga 8 persen dengan memanfaatkan limbah hasil pemotongan (cutting) bata ringan sebagai bahan baku daur ulang. Foto/IST
MAKASSAR - Kalla Beton berhasil menekan penggunaan pasir dalam produksi bata ringan hingga 8 persen dengan memanfaatkan limbah hasil pemotongan (cutting) bata ringan sebagai bahan baku daur ulang. Inovasi tersebut tidak hanya mengurangi kebutuhan material utama, tetapi juga dilakukan tanpa mengubah mutu dan kualitas produk yang dihasilkan.
Melalui inovasi pemanfaatan Waste Bata Ringan, komposisi bahan baku yang sebelumnya menggunakan 100 persen pasir kini dioptimalkan menjadi 92 persen pasir dan 8 persen Waste Bata Ringan. Material limbah tersebut merupakan sisa proses pemotongan bata ringan yang diolah dan digunakan kembali dalam proses produksi.
Sebelum dimanfaatkan sebagai bahan baku, Waste Bata Ringan terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan penyaringan (filtrasi) secara terstruktur. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan material yang digunakan kembali memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan perusahaan.
Dari sisi penggunaan material, inovasi ini membuat kebutuhan pasir turun dari sebelumnya 330 kilogram menjadi 303,6 kilogram untuk setiap 1 meter kubik (m³) bata ringan. Artinya, terdapat pengurangan penggunaan pasir sekitar 26,4 kilogram atau setara 8 persen pada setiap m³ produksi.
Meski komposisi bahan baku diubah, Kalla Beton memastikan karakteristik, kekuatan, dan performa bata ringan tetap terjaga sesuai spesifikasi produk.
Bata Ringan & Mortar Manager Kalla Beton, Muhammad Shobir, mengatakan pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menerapkan praktik industri yang lebih berkelanjutan.
“Pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Melalui pengolahan limbah cutting menjadi bahan baku yang kembali bernilai, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan pasir, tetapi juga memastikan kualitas Bata Ringan Kalla Beton tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurut Shobir, inovasi tersebut menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya dapat diterapkan tanpa harus mengorbankan kualitas produk.
Sementara itu, Production Bata Ringan Section Head Kalla Beton, Ahmad Biadi, menjelaskan bahwa pemanfaatan Waste Bata Ringan dilakukan dengan pengendalian mutu secara ketat. Setiap material yang akan digunakan kembali harus melalui tahapan pengolahan dan filtrasi sesuai standar operasional perusahaan.
“Kami juga melakukan pengujian secara berkala untuk memastikan setiap bata ringan yang diproduksi tetap memiliki mutu, kekuatan, dan kualitas yang konsisten sesuai spesifikasi produk Kalla Beton,” ujarnya.
Pemanfaatan Waste Bata Ringan menjadi salah satu langkah Kalla Beton dalam mengoptimalkan sumber daya sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Inovasi ini juga mendukung upaya perusahaan membangun proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ke depan, Kalla Beton akan terus mengembangkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini operasional perusahaan.
Melalui inovasi pemanfaatan Waste Bata Ringan, komposisi bahan baku yang sebelumnya menggunakan 100 persen pasir kini dioptimalkan menjadi 92 persen pasir dan 8 persen Waste Bata Ringan. Material limbah tersebut merupakan sisa proses pemotongan bata ringan yang diolah dan digunakan kembali dalam proses produksi.
Sebelum dimanfaatkan sebagai bahan baku, Waste Bata Ringan terlebih dahulu melalui proses pengolahan dan penyaringan (filtrasi) secara terstruktur. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan material yang digunakan kembali memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan perusahaan.
Dari sisi penggunaan material, inovasi ini membuat kebutuhan pasir turun dari sebelumnya 330 kilogram menjadi 303,6 kilogram untuk setiap 1 meter kubik (m³) bata ringan. Artinya, terdapat pengurangan penggunaan pasir sekitar 26,4 kilogram atau setara 8 persen pada setiap m³ produksi.
Meski komposisi bahan baku diubah, Kalla Beton memastikan karakteristik, kekuatan, dan performa bata ringan tetap terjaga sesuai spesifikasi produk.
Bata Ringan & Mortar Manager Kalla Beton, Muhammad Shobir, mengatakan pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menerapkan praktik industri yang lebih berkelanjutan.
“Pemanfaatan Waste Bata Ringan merupakan salah satu inovasi yang kami kembangkan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Melalui pengolahan limbah cutting menjadi bahan baku yang kembali bernilai, kami tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan pasir, tetapi juga memastikan kualitas Bata Ringan Kalla Beton tetap memenuhi standar yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurut Shobir, inovasi tersebut menunjukkan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya dapat diterapkan tanpa harus mengorbankan kualitas produk.
Sementara itu, Production Bata Ringan Section Head Kalla Beton, Ahmad Biadi, menjelaskan bahwa pemanfaatan Waste Bata Ringan dilakukan dengan pengendalian mutu secara ketat. Setiap material yang akan digunakan kembali harus melalui tahapan pengolahan dan filtrasi sesuai standar operasional perusahaan.
“Kami juga melakukan pengujian secara berkala untuk memastikan setiap bata ringan yang diproduksi tetap memiliki mutu, kekuatan, dan kualitas yang konsisten sesuai spesifikasi produk Kalla Beton,” ujarnya.
Pemanfaatan Waste Bata Ringan menjadi salah satu langkah Kalla Beton dalam mengoptimalkan sumber daya sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan dari proses produksi. Inovasi ini juga mendukung upaya perusahaan membangun proses produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Ke depan, Kalla Beton akan terus mengembangkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta penerapan prinsip keberlanjutan di berbagai lini operasional perusahaan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Kalla Beton Dukung Pembangunan Masjid Miftahul Firdaus di Kawasan IKN
Pembangunan Masjid Miftahul Firdaus di Kelurahan Pemaluan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mendapat dukungan pasokan beton siap pakai atau ready mix dari Kalla Beton.
Minggu, 04 Okt 2026 21:06
Ekbis
Kalla Beton Kembali Dipercaya Pasok Beton untuk Pembangunan Jalan Tol IKN
Kalla Beton kembali mengambil bagian dalam pembangunan jalan tol untuk memperkuat konektivitas di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Minggu, 27 Sep 2026 16:40
News
Kalla Beton Dukung Pembangunan Stadion Sudiang lewat Pasokan Ready Mix
Kalla Beton dipercaya memasok 4.116 meter kubik (m³) beton siap pakai (Ready Mix) untuk pekerjaan struktur bawah pembangunan Stadion Sudiang Makassar.
Kamis, 30 Jul 2026 19:57
News
Kalla Beton Dukung Proyek Pembangunan Sekolah Garuda di Kendari
Kalla Beton kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui keterlibatannya pada proyek Sekolah Garuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rabu, 17 Jun 2026 17:17
Ekbis
Kalla Beton Dukung Pembangunan Morowali Lewat Pasokan Material Konstruksi Berkualitas
Kalla Beton terus memperkuat kontribusinya sebagai penyedia material konstruksi terpercaya di Sulawesi Tengah, khususnya melalui produk bata ringan dan mortar instan pada sektor properti dan hospitality.
Kamis, 21 Mei 2026 15:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target