Kisah Nyata Cinta hingga Maut Memisahkan, Baby Udon Siap Tayang 3 September
Minggu, 30 Agu 2026 08:49
Denny Sumargo dan Fanny Kondoh di meet and greet film Baby Udon di XXI Nipa Mall Makassar, Sabtu (29/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Aktor Denny Sumargo bersama Fanny Kondoh membagikan kisah mendalam di balik pembuatan film terbaru mereka berjudul "Baby Udon".
Dalam acara meet and greet yang digelar di XXI Nipa Mall Makassar, mereka berdua memaparkan pesan kuat mengenai arti ketulusan, ujian hidup, dan cinta sejati.
Denny Sumargo mengungkapkan bahwa awalnya ia bukanlah pilihan utama untuk memerankan karakter Hajime Kondoh dalam film tersebut.
"Walaupun sebenarnya dari awal memang bukan, harusnya bukan saya. Karena saya cuma menawarkan karakter Hajime ke beberapa aktor Indonesia. Cuma masalah waktu dan availability (ketersediaan pemeran) yang akhirnya enggak bisa. Jadi akhirnya aku yang terjun, butuh waktu yang cukup lama," ungkapnya, Sabtu (29/8/2026).
Denny menjelaskan, tantangan terbesar dalam memerankan tokoh tersebut terletak pada kepribadian Hajime yang sangat bertolak belakang dengan dirinya sendiri.
"Karena Hajime ini sosok yang sangat bertolak belakang dengan saya. Beliau sangat segan, sabar, lembut, kemudian dia orang Jepang. Jadi mau enggak mau harus ada unsur itu di dalam karakter Hajime yang saya mainkan," tambah Denny.
Denny menilai kisah dalam film Baby Udon bukan sekadar perjalanan hidup antara Hajime dan Fanny.
"Aku melihat ini bukan hanya sekedar cerita Hajime dan Fanny. Tapi ini adalah cerita yang ditulis oleh Tuhan lewat mereka berdua. Yang mana film seperti ini atau cerita seperti ini, itu mungkin 1.001 atau 1.000.001 yang akhirnya bisa menjadi sebuah film," sebutnya.
Denny pun berharap pengangkatan kisah nyata tersebut ke layar lebar dapat diterima oleh masyarakat luas karena banyak mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat dekat dengan realitas sehari-hari penonton.
"Saya berharap film ini itu bisa diangkat karena saya melihat banyak sekali yang relate (berkaitan) dari kehidupan mereka. Semua orang pasti mencari kebahagiaan, mencari jawaban dari Tuhan, pasti pengin punya suami yang begini-begitu, pasangannya begini-begitu, tapi tidak semua orang siap menjalani sebuah ujian," harap Denny.
Mantan atlet basket profesional itu menilai, perjalanan hidup Hajime dan Fanny yang menghadapi berbagai ujian hingga akhir hayat mencerminkan definisi cinta sejati yang sarat akan harapan.
"Hajime dan Fanny menjalani ujian sampai maut yang memisahkan. Menurut saya itulah cinta sejati. Ada harapan di dalam, ada perjuangan, ada cinta, yang mana kita sendiri tuh sering hadapi itu setiap hari," sambungnya.
Denny pun berharap penayangan film tersebut dapat menggugah pikiran penonton untuk meyakini bahwa setiap doa akan terjawab.
"Saya harap film ini akhirnya membuka pemikiran kita dan membuka rasa kita bahwa kita harus tahu Tuhan itu akan menjawab doa kita, dan semua yang kesulitan yang dialami akan berlalu. Tapi kita enggak pernah tahu kapan waktunya, maka kita harus terus berserah diri. Seperti Fanny dan Hajime yang akhirnya berserah diri untuk semua ujian yang mereka alami yang enggak kira-kira luar biasa," pesannya.
Denny Sumargo turut mengajak khusus kepada warga Kota Makassar untuk datang dan menyaksikan pemutaran perdana film Baby Udon pada 3 September mendatang.
"Jadi saya harap Makassar, semua kandak-kandakku, dinda-dindaku, bisa datang nonton tanggal 3 September. Karena saya pikir ini semua juga untuk kandak-kandakku, dinda-dindaku yang di Makassar. Saya bikin ini film untuk kita semua, supaya mengingatkan kita besarnya kuasa Tuhan. Besarnya harapan kita, itu pasti akan Tuhan jawab. Semoga dengan menonton film ini, kita dibukakan banyak hidayah ibaratnya begitu. Jadi jangan lupa nonton tanggal 3 September buat dinda-dindaku dan kandak-kandakku," tutupnya.
Sementara, Fanny Kondoh mengungkapkan rasa syukurnya karena dilibatkan secara intensif sejak awal proses produksi.
"Alhamdulillah dari awal pembuatan film, Sumargo Films, Koko, sama Lito melibatkan aku banget. Jadi dari segi scriptting film, aku cuma cerita aja, yang menyempurnakan tuh Bu Renso. Dari segi syuting, aku dipanggil dan aku disuruh melihat 'Ini udah cocok belum? Ini udah sesuai belum?' Setelah itu diaplikasikan gitu. Aku ngerasa sangat beruntung ya pembuatan film ini karena aku terlibat, karena biasanya pemilik cerita itu enggak terlibat itu, and I feel honored and happy banget," ungkapnya kepada wartawan.
Fanny berharap film tersebut dapat menjadi ruang perenungan bagi para penonton untuk menguatkan diri dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
"Aku berharap film ini bisa menjadi medium rasa yang bisa kalian hadiri untuk memperkuat segala ujian yang ada di hidup kalian. Dan aku berharap ada pesan dan harapan yang bisa kalian bawa pulang. Makanya jangan lupa nonton tanggal 3 eptember," ujarnya.
Selain itu, salah satu penonton Baby Udon di Nipah Mall Makassar, Rahmi (22), membagikan momen emosional yang dirasakannya saat menikmati jalannya cerita di bioskop.
"Awalnya ini film saya tahu dari media sosial, jadi saya penasaran nonton. Dan ternyata filmnya mengandung bawang, karena ceritanya bagus dan sedih. Apalagi ada cuplikan video aslinya almarhun Hajime di penutupan filmnya, itu yang membuatku tambah menangis," ungkapnya kepada SINDO Makassar setelah menonton film tersebut.
Dalam acara meet and greet yang digelar di XXI Nipa Mall Makassar, mereka berdua memaparkan pesan kuat mengenai arti ketulusan, ujian hidup, dan cinta sejati.
Denny Sumargo mengungkapkan bahwa awalnya ia bukanlah pilihan utama untuk memerankan karakter Hajime Kondoh dalam film tersebut.
"Walaupun sebenarnya dari awal memang bukan, harusnya bukan saya. Karena saya cuma menawarkan karakter Hajime ke beberapa aktor Indonesia. Cuma masalah waktu dan availability (ketersediaan pemeran) yang akhirnya enggak bisa. Jadi akhirnya aku yang terjun, butuh waktu yang cukup lama," ungkapnya, Sabtu (29/8/2026).
Denny menjelaskan, tantangan terbesar dalam memerankan tokoh tersebut terletak pada kepribadian Hajime yang sangat bertolak belakang dengan dirinya sendiri.
"Karena Hajime ini sosok yang sangat bertolak belakang dengan saya. Beliau sangat segan, sabar, lembut, kemudian dia orang Jepang. Jadi mau enggak mau harus ada unsur itu di dalam karakter Hajime yang saya mainkan," tambah Denny.
Denny menilai kisah dalam film Baby Udon bukan sekadar perjalanan hidup antara Hajime dan Fanny.
"Aku melihat ini bukan hanya sekedar cerita Hajime dan Fanny. Tapi ini adalah cerita yang ditulis oleh Tuhan lewat mereka berdua. Yang mana film seperti ini atau cerita seperti ini, itu mungkin 1.001 atau 1.000.001 yang akhirnya bisa menjadi sebuah film," sebutnya.
Denny pun berharap pengangkatan kisah nyata tersebut ke layar lebar dapat diterima oleh masyarakat luas karena banyak mengandung nilai-nilai kehidupan yang sangat dekat dengan realitas sehari-hari penonton.
"Saya berharap film ini itu bisa diangkat karena saya melihat banyak sekali yang relate (berkaitan) dari kehidupan mereka. Semua orang pasti mencari kebahagiaan, mencari jawaban dari Tuhan, pasti pengin punya suami yang begini-begitu, pasangannya begini-begitu, tapi tidak semua orang siap menjalani sebuah ujian," harap Denny.
Mantan atlet basket profesional itu menilai, perjalanan hidup Hajime dan Fanny yang menghadapi berbagai ujian hingga akhir hayat mencerminkan definisi cinta sejati yang sarat akan harapan.
"Hajime dan Fanny menjalani ujian sampai maut yang memisahkan. Menurut saya itulah cinta sejati. Ada harapan di dalam, ada perjuangan, ada cinta, yang mana kita sendiri tuh sering hadapi itu setiap hari," sambungnya.
Denny pun berharap penayangan film tersebut dapat menggugah pikiran penonton untuk meyakini bahwa setiap doa akan terjawab.
"Saya harap film ini akhirnya membuka pemikiran kita dan membuka rasa kita bahwa kita harus tahu Tuhan itu akan menjawab doa kita, dan semua yang kesulitan yang dialami akan berlalu. Tapi kita enggak pernah tahu kapan waktunya, maka kita harus terus berserah diri. Seperti Fanny dan Hajime yang akhirnya berserah diri untuk semua ujian yang mereka alami yang enggak kira-kira luar biasa," pesannya.
Denny Sumargo turut mengajak khusus kepada warga Kota Makassar untuk datang dan menyaksikan pemutaran perdana film Baby Udon pada 3 September mendatang.
"Jadi saya harap Makassar, semua kandak-kandakku, dinda-dindaku, bisa datang nonton tanggal 3 September. Karena saya pikir ini semua juga untuk kandak-kandakku, dinda-dindaku yang di Makassar. Saya bikin ini film untuk kita semua, supaya mengingatkan kita besarnya kuasa Tuhan. Besarnya harapan kita, itu pasti akan Tuhan jawab. Semoga dengan menonton film ini, kita dibukakan banyak hidayah ibaratnya begitu. Jadi jangan lupa nonton tanggal 3 September buat dinda-dindaku dan kandak-kandakku," tutupnya.
Sementara, Fanny Kondoh mengungkapkan rasa syukurnya karena dilibatkan secara intensif sejak awal proses produksi.
"Alhamdulillah dari awal pembuatan film, Sumargo Films, Koko, sama Lito melibatkan aku banget. Jadi dari segi scriptting film, aku cuma cerita aja, yang menyempurnakan tuh Bu Renso. Dari segi syuting, aku dipanggil dan aku disuruh melihat 'Ini udah cocok belum? Ini udah sesuai belum?' Setelah itu diaplikasikan gitu. Aku ngerasa sangat beruntung ya pembuatan film ini karena aku terlibat, karena biasanya pemilik cerita itu enggak terlibat itu, and I feel honored and happy banget," ungkapnya kepada wartawan.
Fanny berharap film tersebut dapat menjadi ruang perenungan bagi para penonton untuk menguatkan diri dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
"Aku berharap film ini bisa menjadi medium rasa yang bisa kalian hadiri untuk memperkuat segala ujian yang ada di hidup kalian. Dan aku berharap ada pesan dan harapan yang bisa kalian bawa pulang. Makanya jangan lupa nonton tanggal 3 eptember," ujarnya.
Selain itu, salah satu penonton Baby Udon di Nipah Mall Makassar, Rahmi (22), membagikan momen emosional yang dirasakannya saat menikmati jalannya cerita di bioskop.
"Awalnya ini film saya tahu dari media sosial, jadi saya penasaran nonton. Dan ternyata filmnya mengandung bawang, karena ceritanya bagus dan sedih. Apalagi ada cuplikan video aslinya almarhun Hajime di penutupan filmnya, itu yang membuatku tambah menangis," ungkapnya kepada SINDO Makassar setelah menonton film tersebut.
(MAN)
Berita Terkait
Lifestyle
Nobar Film SOLATA Sambil Berdonasi untuk Korban Gempa NTT
Pengusaha Menulis Buku Indonesia [PEMBIS] bekerjasama dengan Darut Tauhid Peduli dalam waktu dekat akan menggelar nonton bareng film SOLATA. Tak sekedar nonton bareng, kegiatan ini juga bagian dari program donasi untuk korban bencana gempa bumi
Senin, 24 Agu 2026 19:59
Lifestyle
Setelah Yordania, Film Solata Kembali Berkiprah di Festival Film Cekoslowakia
Film SOLATA baru saja mendapat sambutan meriah saat hadir di Jordan Children and Youth’s Film Festival pada 18 Agustus lalu.
Minggu, 23 Agu 2026 13:52
News
Film SOLATA Akan Hadir di Jordan Children And Youth’s Film Festival Amman
Setelah tampil di 2 festival bertaraf internasional di Bulgaria dan beroleh penghargaan khusus di Golden FEMI Film Festival Juni 2026 lalu, film SOLATA kembali melanjutkan kiprahnya.
Rabu, 12 Agu 2026 18:19
News
Film SOLATA Raih Penghargaan di Bulgaria, Selesaikan Tur 5 Kota di 4 Negara Eropa Timur
Film independen Indonesia SOLATA (Teman Adalah Keluarga yang Kita Pilih) kembali mengukir prestasi di kancah internasional setelah meraih penghargaan pada ajang Golden FEMI Film Festival di Sofia, Bulgaria.
Rabu, 29 Jul 2026 17:03
Lifestyle
Teror 'Badut Gendong' Bikin Penonton Bioskop Makassar Merinding
Di Makassar sendiri, Studio 21 Mall Panakkukang dipadati penonton yang penasaran dengan gebrakan baru sang sutradara, Charles Gozali, pada Rabu (20/5/2026).
Kamis, 21 Mei 2026 09:30
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
4
Properti Syariah di Makassar Makin Diminati, The Nusa Premier Sold Out 5 Bulan
5
PT Vale dan Mitra Pulihkan Ekosistem Pesisir Luwu Timur
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
4
Properti Syariah di Makassar Makin Diminati, The Nusa Premier Sold Out 5 Bulan
5
PT Vale dan Mitra Pulihkan Ekosistem Pesisir Luwu Timur