PT Vale dan Mitra Pulihkan Ekosistem Pesisir Luwu Timur
Minggu, 30 Agu 2026 07:55
Sebanyak 50 bibit mangrove dan 200 bibit lamun ditanam di kawasan Mangkasa Point, Kabupaten Luwu Timur, sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem pesisir. Foto/Istimewa
LUWU TIMUR - Sebanyak 50 bibit mangrove dan 200 bibit lamun ditanam di kawasan Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (29/8), sebagai bagian dari upaya memulihkan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan terhadap perubahan iklim.
Kegiatan tersebut digelar PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional.
Selain penanaman mangrove dan transplantasi lamun, para peserta juga melakukan aksi bersih pantai. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.
Turut hadir Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite (IGP Sorlim) Yusri Yunus, Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya, serta Manager Social Development Program Sorowako & SOA Ardian Alhadath.
Yusri Yunus mengatakan, pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. Menurutnya, menjaga keseimbangan ekosistem, baik di darat maupun pesisir, membutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan. Keberlanjutan bukan hanya nilai yang kami pegang, tetapi juga menjadi wajah PT Vale dalam menjalankan operasional perusahaan,” ujar Yusri.
Ia mengatakan, penanaman mangrove dan transplantasi lamun merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan semangat konservasi ini agar apa yang kita lakukan tidak berhenti di sini, melainkan terus diwariskan kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Senada, Suharpiyu Wijaya mengatakan aspek keberlanjutan menjadi fondasi dalam setiap pengembangan proyek PT Vale, termasuk IGP Sorlim.
Menurut Suharpiyu, keterlibatan IGP Sorlim dalam kegiatan konservasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Mungkin langkah yang kita lakukan hari ini terlihat sederhana, tetapi inilah awal dari legacy yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan. Kami ingin menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus berkembang melalui dukungan seluruh pihak,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai inisiatif konservasi PT Vale dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional maupun internasional.
Tanam Mangrove dan Transplantasi Lamun
Sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang kawasan pesisir Mangkasa Point. Jenis ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir, sistem perakaran yang membantu menahan abrasi, serta fungsi ekologis sebagai habitat berbagai biota dan penyerap karbon.
Sementara itu, sebanyak 200 lamun jenis Enhalus acoroides ditransplantasikan ke area perairan yang menjadi habitat penting bagi berbagai organisme laut.
Lamun berperan sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi ikan serta biota pesisir lainnya. Ekosistem ini juga memiliki peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon.
Penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilakukan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin untuk memastikan kesesuaian lokasi sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi dalam jangka panjang.
St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengatakan ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem pesisir lainnya, meski memiliki fungsi ekologis yang penting.
“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui transplantasi ini, kita tidak hanya menambah luasan lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komitmen PT Vale dalam mendukung restorasi lamun yang dinilainya memiliki tantangan tersendiri dalam proses rehabilitasi.
“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Setelah melalui pengukuran parameter lingkungan, kami berharap transplantasi lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem pesisir,” katanya.
Libatkan Relawan
Antusiasme relawan terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat dalam seluruh rangkaian aksi, mulai dari penanaman mangrove, transplantasi lamun, hingga membersihkan kawasan pantai.
Keterlibatan masyarakat dan generasi muda dinilai penting untuk memastikan upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut melalui pemantauan dan kepedulian terhadap kondisi ekosistem pesisir.
Inisiatif di Mangkasa Point melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale bersama para pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya.
Selain mendukung rehabilitasi pesisir dan konservasi keanekaragaman hayati, kegiatan tersebut diharapkan memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT Vale berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Dengan pemantauan serta kolaborasi lintas pihak, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Luwu Timur terhadap perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Kegiatan tersebut digelar PT Vale Indonesia Tbk (“PT Vale”), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional.
Selain penanaman mangrove dan transplantasi lamun, para peserta juga melakukan aksi bersih pantai. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir.
Turut hadir Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite (IGP Sorlim) Yusri Yunus, Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya, serta Manager Social Development Program Sorowako & SOA Ardian Alhadath.
Yusri Yunus mengatakan, pelestarian lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari komitmen PT Vale dalam menjalankan praktik pertambangan berkelanjutan. Menurutnya, menjaga keseimbangan ekosistem, baik di darat maupun pesisir, membutuhkan sinergi dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan. Keberlanjutan bukan hanya nilai yang kami pegang, tetapi juga menjadi wajah PT Vale dalam menjalankan operasional perusahaan,” ujar Yusri.
Ia mengatakan, penanaman mangrove dan transplantasi lamun merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan semangat konservasi ini agar apa yang kita lakukan tidak berhenti di sini, melainkan terus diwariskan kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Senada, Suharpiyu Wijaya mengatakan aspek keberlanjutan menjadi fondasi dalam setiap pengembangan proyek PT Vale, termasuk IGP Sorlim.
Menurut Suharpiyu, keterlibatan IGP Sorlim dalam kegiatan konservasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Mungkin langkah yang kita lakukan hari ini terlihat sederhana, tetapi inilah awal dari legacy yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan. Kami ingin menghadirkan program keberlanjutan yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus berkembang melalui dukungan seluruh pihak,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai inisiatif konservasi PT Vale dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang dapat menjadi rujukan di tingkat nasional maupun internasional.
Tanam Mangrove dan Transplantasi Lamun
Sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang kawasan pesisir Mangkasa Point. Jenis ini dipilih karena memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi pesisir, sistem perakaran yang membantu menahan abrasi, serta fungsi ekologis sebagai habitat berbagai biota dan penyerap karbon.
Sementara itu, sebanyak 200 lamun jenis Enhalus acoroides ditransplantasikan ke area perairan yang menjadi habitat penting bagi berbagai organisme laut.
Lamun berperan sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi ikan serta biota pesisir lainnya. Ekosistem ini juga memiliki peran penting dalam menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon.
Penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilakukan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin untuk memastikan kesesuaian lokasi sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi dalam jangka panjang.
St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengatakan ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem pesisir lainnya, meski memiliki fungsi ekologis yang penting.
“Secara global, perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim. Melalui transplantasi ini, kita tidak hanya menambah luasan lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komitmen PT Vale dalam mendukung restorasi lamun yang dinilainya memiliki tantangan tersendiri dalam proses rehabilitasi.
“Kami mengapresiasi PT Vale yang bersedia mengambil peran dalam restorasi lamun. Upaya ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Setelah melalui pengukuran parameter lingkungan, kami berharap transplantasi lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem pesisir,” katanya.
Libatkan Relawan
Antusiasme relawan terlihat sepanjang kegiatan. Mereka terlibat dalam seluruh rangkaian aksi, mulai dari penanaman mangrove, transplantasi lamun, hingga membersihkan kawasan pantai.
Keterlibatan masyarakat dan generasi muda dinilai penting untuk memastikan upaya konservasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi berlanjut melalui pemantauan dan kepedulian terhadap kondisi ekosistem pesisir.
Inisiatif di Mangkasa Point melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale bersama para pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya.
Selain mendukung rehabilitasi pesisir dan konservasi keanekaragaman hayati, kegiatan tersebut diharapkan memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PT Vale berharap mangrove dan lamun yang direhabilitasi dapat tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Dengan pemantauan serta kolaborasi lintas pihak, upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pesisir Luwu Timur terhadap perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.
(TRI)
Berita Terkait
News
PT Vale Kembali Buka Beasiswa S2 untuk Talenta Luwu Timur
PT Vale kembali membuka Program Beasiswa Komunitas Kabupaten Luwu Timur Tahun Anggaran 2025/2026 bagi mahasiswa asal Luwu Timur yang menempuh pendidikan Magister (S2).
Rabu, 26 Agu 2026 18:39
News
Polda Sultra Intensifkan Penyelidikan Dugaan Perintangan Aktivitas Tambang oleh PT TRK
Polda Sulawesi Tenggara bersama Polres Kolaka memperdalam penyelidikan dugaan perintangan aktivitas pertambangan yang berkaitan dengan PT Tambang Rejeki Kolaka (TRK).
Rabu, 26 Agu 2026 18:28
News
Peduli Korban Bencana NTT, PT Vale Salurkan Bantuan Kemanusiaan
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Senin, 24 Agu 2026 19:09
News
150 UMKM Ramaikan Vale Food Festival di Kabupaten Kolaka
Vale Food Festival digelar di Alun-Alun 19 November, Kolaka, pada 22–26 Agustus 2026, yang merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-58 PT Vale Indonesia.
Senin, 24 Agu 2026 16:01
News
Kolaborasi PT Vale Wujudkan Hunian Layak & Perkuat Akses Kesehatan di Kolaka
Enam keluarga di Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, bakal menempati rumah yang lebih aman dan nyaman setelah hunian mereka direhabilitasi melalui kolaborasi PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).
Minggu, 23 Agu 2026 18:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
4
Properti Syariah di Makassar Makin Diminati, The Nusa Premier Sold Out 5 Bulan
5
DPRD Bantaeng Setujui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Cerita Prof Eko dan Jejak Menara Pinisi: Dari Mengawal Gagasan Pembangunan Kampus hingga Menatap Masa Depan UNM
2
Meriahkan HUT RI ke-81, Warga Pesisir Pangkep Gelar Lomba Perahu Katinting
3
SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
4
Properti Syariah di Makassar Makin Diminati, The Nusa Premier Sold Out 5 Bulan
5
DPRD Bantaeng Setujui Perubahan KUA-PPAS APBD 2026