SSIC 2026 Dorong Hilirisasi & Investasi Berkelanjutan di Sulsel
Sabtu, 29 Agu 2026 13:38
Industri minyak ikan Kabupaten Sinjai menjadi proyek investasi terbaik dalam Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Industri minyak ikan Kabupaten Sinjai menjadi proyek investasi terbaik dalam Final South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026. Proyek tersebut mengungguli industri pengolahan udang terintegrasi berbasis ekonomi sirkular dari Kabupaten Barru dan industri pakan ternak dari Kabupaten Jeneponto.
Ketiga proyek tersebut ditetapkan sebagai tiga Investment Project Ready to Offer (IPRO) terbaik dalam Final SSIC 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/8).
Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”, SSIC 2026 diarahkan untuk menghasilkan proyek investasi daerah yang layak, siap ditawarkan kepada investor, sekaligus mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Sulawesi Selatan.
SSIC merupakan program tahunan Forum PINISI SULTAN yang telah digelar sejak 2021. Tahun ini, proses seleksi diawali dengan penilaian Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) pada Mei-Juni 2026.
Tahapan tersebut menghasilkan 22 usulan IPRO dari 21 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2025 yang menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten/kota.
Selanjutnya, seluruh usulan melalui proses verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO yang dilakukan bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dari proses tersebut, terpilih lima proyek unggulan untuk dipresentasikan dan didalami di hadapan Dewan Juri pada Final SSIC 2026.
Kelima proyek tersebut adalah:
Kabupaten Jeneponto: Industri Pakan Ternak.
Kabupaten Sidrap: Industri Tepung Beras.
Kabupaten Sinjai: Industri Minyak Ikan Andalan.
Kabupaten Toraja Utara: Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi.
Kabupaten Barru: Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pembina Forum PINISI SULTAN, Rizki Ernadi Wimanda, dalam kesempatan tersebut diwakili Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis, pemerintah kabupaten/kota, project owner, Dewan Juri, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan SSIC 2026.
Menurutnya, kelima finalis merupakan bagian dari pipeline proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan. "Ke depan, proyek-proyek tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III, Ir. A Darmawan Bintang. Dalam sambutannya, ia menegaskan SSIC bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
“SSIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong investasi serta hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Final SSIC 2026 turut dihadiri sejumlah pimpinan daerah, antara lain Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta jajaran DPMPTSP provinsi, kabupaten/kota dan OPD terkait.
Pada tahap final, lima finalis mempresentasikan proyek investasi masing-masing di hadapan Dewan Juri yang terdiri atas Prof. Marsuki, DEA., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin; Asrul Sani, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan; dan Tata Sumirat, Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI.
Selain menentukan proyek terbaik, proses presentasi dan tanya jawab tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan, kesiapan, serta daya tarik proyek agar semakin siap ditawarkan kepada investor dan memperoleh dukungan pembiayaan.
Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, tiga IPRO terbaik SSIC 2026 ditetapkan sebagai berikut:
IPRO Terbaik I: Industri Minyak Ikan dari Kabupaten Sinjai.
IPRO Terbaik II: Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru.
IPRO Terbaik III: Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto.
Dalam sambutan penutup, Firman Hidayat menegaskan bahwa penghargaan yang diterima para pemenang bukanlah akhir dari proses, melainkan awal untuk membawa proyek-proyek tersebut menuju tahap investasi yang nyata.
“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi. Realisasi investasi tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Selanjutnya, proyek-proyek hasil SSIC 2026 akan diperkuat dari berbagai aspek, antara lain kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, serta kelayakan finansial.
Strategi promosi investasi juga akan dilakukan secara lebih terarah dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing proyek serta profil calon investor, mitra strategis, dan sumber pembiayaan yang sesuai.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui PINISI SULTAN juga akan melanjutkan fasilitasi pengembangan dan promosi proyek melalui market sounding, business matching, forum promosi investasi, serta perluasan jejaring dengan calon investor dan mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda promosi tersebut akan dilakukan melalui Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Makassar.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan sekaligus destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ketiga proyek tersebut ditetapkan sebagai tiga Investment Project Ready to Offer (IPRO) terbaik dalam Final SSIC 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Forum Percepatan Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) di Ruang Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (27/8).
Mengusung tema “Transformasi Ekonomi Sulawesi Selatan melalui Hilirisasi dan Penguatan Investasi Berkelanjutan”, SSIC 2026 diarahkan untuk menghasilkan proyek investasi daerah yang layak, siap ditawarkan kepada investor, sekaligus mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Sulawesi Selatan.
SSIC merupakan program tahunan Forum PINISI SULTAN yang telah digelar sejak 2021. Tahun ini, proses seleksi diawali dengan penilaian Executive Summary proyek Clean and Clear (CnC) pada Mei-Juni 2026.
Tahapan tersebut menghasilkan 22 usulan IPRO dari 21 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Jumlah ini meningkat dibandingkan 2025 yang menghasilkan 18 usulan IPRO dari 16 kabupaten/kota.
Selanjutnya, seluruh usulan melalui proses verifikasi lapangan dan pendampingan teknis penyusunan IPRO yang dilakukan bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Dari proses tersebut, terpilih lima proyek unggulan untuk dipresentasikan dan didalami di hadapan Dewan Juri pada Final SSIC 2026.
Kelima proyek tersebut adalah:
Kabupaten Jeneponto: Industri Pakan Ternak.
Kabupaten Sidrap: Industri Tepung Beras.
Kabupaten Sinjai: Industri Minyak Ikan Andalan.
Kabupaten Toraja Utara: Perkebunan Kopi Arabika Specialty Terintegrasi.
Kabupaten Barru: Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Pembina Forum PINISI SULTAN, Rizki Ernadi Wimanda, dalam kesempatan tersebut diwakili Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Firman Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis, pemerintah kabupaten/kota, project owner, Dewan Juri, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan SSIC 2026.
Menurutnya, kelima finalis merupakan bagian dari pipeline proyek investasi unggulan Sulawesi Selatan. "Ke depan, proyek-proyek tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat basis industri daerah, mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III, Ir. A Darmawan Bintang. Dalam sambutannya, ia menegaskan SSIC bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
“SSIC 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen strategis untuk menyiapkan proyek unggulan daerah yang layak, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan guna mendorong investasi serta hilirisasi komoditas unggulan Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Final SSIC 2026 turut dihadiri sejumlah pimpinan daerah, antara lain Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta jajaran DPMPTSP provinsi, kabupaten/kota dan OPD terkait.
Pada tahap final, lima finalis mempresentasikan proyek investasi masing-masing di hadapan Dewan Juri yang terdiri atas Prof. Marsuki, DEA., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin; Asrul Sani, Kepala Dinas PMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan; dan Tata Sumirat, Team Leader Divisi Pengembangan Proyek PT SMI.
Selain menentukan proyek terbaik, proses presentasi dan tanya jawab tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kelayakan, kesiapan, serta daya tarik proyek agar semakin siap ditawarkan kepada investor dan memperoleh dukungan pembiayaan.
Berdasarkan hasil penilaian Dewan Juri, tiga IPRO terbaik SSIC 2026 ditetapkan sebagai berikut:
IPRO Terbaik I: Industri Minyak Ikan dari Kabupaten Sinjai.
IPRO Terbaik II: Industri Pengolahan Udang Terintegrasi Berbasis Ekonomi Sirkular dari Kabupaten Barru.
IPRO Terbaik III: Industri Pakan Ternak dari Kabupaten Jeneponto.
Dalam sambutan penutup, Firman Hidayat menegaskan bahwa penghargaan yang diterima para pemenang bukanlah akhir dari proses, melainkan awal untuk membawa proyek-proyek tersebut menuju tahap investasi yang nyata.
“Penghargaan yang diberikan pada hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal menuju tahapan yang lebih menentukan, yaitu mempertemukan proyek dengan investor, memperoleh komitmen, dan mewujudkannya menjadi investasi. Realisasi investasi tersebut akan menciptakan lapangan pekerjaan dan pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Selanjutnya, proyek-proyek hasil SSIC 2026 akan diperkuat dari berbagai aspek, antara lain kesiapan lahan, legalitas dan perizinan, infrastruktur pendukung, skema bisnis dan pembiayaan, kepastian off-taker, serta kelayakan finansial.
Strategi promosi investasi juga akan dilakukan secara lebih terarah dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing proyek serta profil calon investor, mitra strategis, dan sumber pembiayaan yang sesuai.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui PINISI SULTAN juga akan melanjutkan fasilitasi pengembangan dan promosi proyek melalui market sounding, business matching, forum promosi investasi, serta perluasan jejaring dengan calon investor dan mitra strategis di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu agenda promosi tersebut akan dilakukan melalui Sulampua Investment Forum (SIF) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Makassar.
Melalui rangkaian upaya tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan sekaligus destinasi investasi yang kompetitif, produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
KKI 2026: UMKM Sulsel Tembus Pasar Global, Transaksi Capai Rp1,028 Miliar
UMKM Sulawesi Selatan mencatatkan transaksi Rp1,028 miliar selama rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sejumlah UMKM berhasil menembus pasar global.
Senin, 24 Agu 2026 22:41
Ekbis
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
Dari rangkaian business matching ekspor, UMKM Sulsel mencatat potensi transaksi lebih dari Rp380,75 juta dengan sejumlah buyer dari Kanada hingga Singapura.
Minggu, 23 Agu 2026 12:38
News
BI Sulsel Rayakan 7 Tahun QRIS Lewat Sultan QRIS Run 2026
Perjalanan tujuh tahun Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dirayakan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan melalui Sultan QRIS Run 2026, Sabtu (22/8).
Sabtu, 22 Agu 2026 09:56
News
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
Sebanyak 4.144 lembar uang Rupiah palsu hasil temuan masyarakat dan perbankan di Sulsel dimusnahkan BI bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) Sulsel.
Selasa, 11 Agu 2026 15:04
Ekbis
MIND ID Tegaskan Dukungan bagi Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa
MIND ID menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari percepatan hilirisasi mineral nasional.
Rabu, 05 Agu 2026 10:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler