BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
Rabu, 26 Agu 2026 19:14
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Foto/Istimewa
BALI - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kebutuhan konektivitas digital mendorong perubahan besar dalam lanskap industri Asia Pasifik. Menjawab perkembangan tersebut, Telin, operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) yang berfokus pada bisnis internasional, kembali menghadirkan Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 sebagai platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital regional.
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”. Perhelatan ini mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, dan infrastruktur digital, sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri dalam skala global.
Perubahan lanskap teknologi juga mendorong BATIC berevolusi dari forum industri telekomunikasi menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital. Pertemuan berbagai pemangku kepentingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan, memperluas pertukaran pengetahuan, serta membangun fondasi transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Pasifik.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan kolaborasi menjadi fondasi penting untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital dan membangun masa depan yang semakin terhubung.
“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri. Di tengah pesatnya investasi AI dan digital di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai salah satu pasar digital paling prospektif. Potensi ini perlu diterjemahkan melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang mumpuni,” ujar Dian.
Menurut Dian, BATIC 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem digital yang dapat menciptakan nilai lebih besar bagi Indonesia, kawasan Asia Pasifik, dan dunia.
“Telin sebagai kekuatan TelkomGroup di kancah internasional terus mengambil peran dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global melalui sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis sebagai faktor penting untuk mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur konektivitas internasional untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan bandwidth yang semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya adopsi AI dan kebutuhan data center.
Menurut Budi, momentum BATIC juga menjadi kesempatan bagi TelkomGroup dan para delegasi untuk memperluas jejaring bisnis, mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas yang tersedia, serta mendorong lahirnya inovasi baru.
“Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan. Telin saat ini semakin kuat sebagai salah satu pemain infrastruktur digital di tingkat regional dan global, khususnya melalui bisnis kabel laut internasional yang terus tumbuh signifikan,” kata Budi.
Ia menambahkan, BATIC diharapkan semakin memperkuat keyakinan para pemain global bahwa TelkomGroup merupakan mitra strategis untuk pengembangan dan kolaborasi di bidang digital.
“Harapannya melalui BATIC, pemain global yang berpartisipasi akan semakin yakin bahwa TelkomGroup adalah partner yang tepat untuk pengembangan digital dan kolaborasi yang seluas-luasnya. Kegiatan ini pun merupakan wujud komitmen Telkom untuk fokus bermain di segmen bisnis B2B, di mana Telin sendiri merupakan perpanjangan Telkom untuk menggarap bisnis B2B dan menjadi penyedia layanan bagi pelanggan internasional,” ujarnya.
Hadirkan ignitePRO untuk Segmen Enterprise
Salah satu terobosan BATIC 2026 adalah kehadiran ignitePRO, executive conference yang untuk pertama kalinya digelar dengan fokus pada transformasi enterprise di era Autonomous AI.
Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO 2026 dirancang sebagai ruang bagi para pemimpin bisnis dan teknologi untuk mengeksplorasi penerapan AI, cloud, keamanan siber, tata kelola, serta infrastruktur digital yang menjadi fondasi organisasi dalam mengakselerasi adopsi AI pada skala enterprise.
Kehadiran ignitePRO melengkapi rangkaian konferensi utama BATIC yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari konektivitas bawah laut, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, hingga pengembangan ekosistem digital. Integrasi berbagai agenda tersebut memperluas cakupan BATIC sebagai ruang kolaborasi bagi pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi digital di kawasan.
Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan penyelenggaraan BATIC selama 11 tahun mencerminkan perjalanan Telin dalam membangun platform kolaborasi internasional yang terus berkembang mengikuti dinamika industri digital.
“BATIC secara konsisten bertransformasi menjadi platform kolaborasi regional paling berpengaruh, baik dari sisi penyelenggaraan maupun tema dan ekosistem yang terlibat. Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan enterprise akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya (trust & security),” jelas Ansyori.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi pelaku industri global dan semakin luasnya kolaborasi lintas ekosistem menunjukkan evolusi BATIC dari sekadar forum diskusi menjadi platform yang turut memfasilitasi terbentuknya kesepakatan dan kemitraan bisnis.
“Kami optimistis BATIC 2026 dapat mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis baru dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemain di ekosistem digital,” tambahnya.
Evolusi tersebut tercermin dari intensitas interaksi bisnis selama penyelenggaraan BATIC 2026. Tahun ini, tercatat lebih dari 4.200 agenda business meeting, yang menunjukkan semakin luasnya peluang pertemuan dan penjajakan kerja sama antarpelaku industri.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai hub yang menghubungkan berbagai negara sekaligus membuka peluang sinergi dan pertumbuhan baru di kawasan.
Melalui BATIC 2026, Telin bersama TelkomGroup kembali menegaskan komitmennya untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara, memperluas kemitraan, mempercepat pertukaran pengetahuan, serta memperkuat konektivitas dan ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan di Asia Pasifik.
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress”. Perhelatan ini mempertemukan lebih dari 2.700 delegasi dari 760 perusahaan di lebih dari 67 negara untuk membahas perkembangan AI, konektivitas global, cloud, dan infrastruktur digital, sekaligus membuka peluang sinergi lintas industri dalam skala global.
Perubahan lanskap teknologi juga mendorong BATIC berevolusi dari forum industri telekomunikasi menjadi platform strategis yang mempertemukan regulator, operator telekomunikasi, penyedia teknologi, hyperscaler, investor, hingga pelaku industri digital. Pertemuan berbagai pemangku kepentingan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemitraan, memperluas pertukaran pengetahuan, serta membangun fondasi transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Asia Pasifik.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan kolaborasi menjadi fondasi penting untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital dan membangun masa depan yang semakin terhubung.
“TelkomGroup memiliki peran strategis dalam memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Pasifik. BATIC merupakan event yang membanggakan bagi TelkomGroup dan terus berkembang setiap tahunnya dengan tema yang relevan bagi industri. Di tengah pesatnya investasi AI dan digital di kawasan Asia Pasifik, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagai salah satu pasar digital paling prospektif. Potensi ini perlu diterjemahkan melalui penguatan infrastruktur, inovasi, dan ekosistem digital yang mumpuni,” ujar Dian.
Menurut Dian, BATIC 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk membangun ekosistem digital yang dapat menciptakan nilai lebih besar bagi Indonesia, kawasan Asia Pasifik, dan dunia.
“Telin sebagai kekuatan TelkomGroup di kancah internasional terus mengambil peran dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global melalui sinergi antara pelaku industri, pemerintah, dan mitra strategis sebagai faktor penting untuk mempercepat inovasi dan memperkuat daya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur konektivitas internasional untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan bandwidth yang semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya adopsi AI dan kebutuhan data center.
Menurut Budi, momentum BATIC juga menjadi kesempatan bagi TelkomGroup dan para delegasi untuk memperluas jejaring bisnis, mempertemukan kebutuhan industri dengan kapabilitas yang tersedia, serta mendorong lahirnya inovasi baru.
“Melalui penguatan kabel laut dan cakupan konektivitas lintas batas, TelkomGroup berkomitmen membangun fondasi digital masa depan. Telin saat ini semakin kuat sebagai salah satu pemain infrastruktur digital di tingkat regional dan global, khususnya melalui bisnis kabel laut internasional yang terus tumbuh signifikan,” kata Budi.
Ia menambahkan, BATIC diharapkan semakin memperkuat keyakinan para pemain global bahwa TelkomGroup merupakan mitra strategis untuk pengembangan dan kolaborasi di bidang digital.
“Harapannya melalui BATIC, pemain global yang berpartisipasi akan semakin yakin bahwa TelkomGroup adalah partner yang tepat untuk pengembangan digital dan kolaborasi yang seluas-luasnya. Kegiatan ini pun merupakan wujud komitmen Telkom untuk fokus bermain di segmen bisnis B2B, di mana Telin sendiri merupakan perpanjangan Telkom untuk menggarap bisnis B2B dan menjadi penyedia layanan bagi pelanggan internasional,” ujarnya.
Hadirkan ignitePRO untuk Segmen Enterprise
Salah satu terobosan BATIC 2026 adalah kehadiran ignitePRO, executive conference yang untuk pertama kalinya digelar dengan fokus pada transformasi enterprise di era Autonomous AI.
Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO 2026 dirancang sebagai ruang bagi para pemimpin bisnis dan teknologi untuk mengeksplorasi penerapan AI, cloud, keamanan siber, tata kelola, serta infrastruktur digital yang menjadi fondasi organisasi dalam mengakselerasi adopsi AI pada skala enterprise.
Kehadiran ignitePRO melengkapi rangkaian konferensi utama BATIC yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari konektivitas bawah laut, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, hingga pengembangan ekosistem digital. Integrasi berbagai agenda tersebut memperluas cakupan BATIC sebagai ruang kolaborasi bagi pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi digital di kawasan.
Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan penyelenggaraan BATIC selama 11 tahun mencerminkan perjalanan Telin dalam membangun platform kolaborasi internasional yang terus berkembang mengikuti dinamika industri digital.
“BATIC secara konsisten bertransformasi menjadi platform kolaborasi regional paling berpengaruh, baik dari sisi penyelenggaraan maupun tema dan ekosistem yang terlibat. Tahun ini, lewat hadirnya ignitePRO, kami ingin memfasilitasi kebutuhan enterprise akan adopsi Autonomous AI dan sistem digital terpercaya (trust & security),” jelas Ansyori.
Menurutnya, meningkatnya partisipasi pelaku industri global dan semakin luasnya kolaborasi lintas ekosistem menunjukkan evolusi BATIC dari sekadar forum diskusi menjadi platform yang turut memfasilitasi terbentuknya kesepakatan dan kemitraan bisnis.
“Kami optimistis BATIC 2026 dapat mendorong kolaborasi, membuka peluang bisnis baru dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi seluruh pemain di ekosistem digital,” tambahnya.
Evolusi tersebut tercermin dari intensitas interaksi bisnis selama penyelenggaraan BATIC 2026. Tahun ini, tercatat lebih dari 4.200 agenda business meeting, yang menunjukkan semakin luasnya peluang pertemuan dan penjajakan kerja sama antarpelaku industri.
Dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai hub yang menghubungkan berbagai negara sekaligus membuka peluang sinergi dan pertumbuhan baru di kawasan.
Melalui BATIC 2026, Telin bersama TelkomGroup kembali menegaskan komitmennya untuk mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara, memperluas kemitraan, mempercepat pertukaran pengetahuan, serta memperkuat konektivitas dan ekosistem digital yang tangguh dan berkelanjutan di Asia Pasifik.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Samsung B2B Dorong Transformasi Digital Pemerintahan di HGS Day 2026 Makassar
Dalam acara HGS Day di Makassar, Samsung menampilkan sejumlah perangkat dan solusi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan digitalisasi instansi pemerintah.
Senin, 24 Agu 2026 10:32
News
Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Pelatihan BIM
Peserta mendapatkan materi mengenai Navisworks Overview, pembuatan simulasi konstruksi 4D dan expert animation, serta Virtual Reality Model Exploration.
Minggu, 23 Agu 2026 17:36
News
Konektivitas NTT Kembali Normal, TelkomGroup Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan
Tiga hari setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TelkomGroup menuntaskan pemulihan 100% layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak.
Rabu, 19 Agu 2026 14:24
News
TelkomGroup Hadirkan Internet Gratis di Posko Pengungsian NTT
TelkomGroup menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategis dan memastikan masyarakat memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan.
Senin, 17 Agu 2026 20:21
News
85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Percepat Perbaikan Layanan Pascagempa NTT
Saat ini, sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Pemulihan terhadap site yang masih terdampak terus dilakukan secara bertahap.
Minggu, 16 Agu 2026 21:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
PKS Jeneponto Perkuat Konsolidasi Lewat Silaturahmi Pengurus
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mulawarman: Tidak Ada Gunanya Appi Bertahan di Golkar
2
FIFGROUP Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Makassar
3
GENTING Maros, Ketika Kepedulian Bersama Bergerak untuk Cegah Stunting
4
Prof Eko Hadi Sujiono Bawa Pengalaman Riset Belanda ke UNM
5
PKS Jeneponto Perkuat Konsolidasi Lewat Silaturahmi Pengurus