KKI 2026: UMKM Sulsel Tembus Pasar Global, Transaksi Capai Rp1,028 Miliar

Senin, 24 Agu 2026 22:41
KKI 2026: UMKM Sulsel Tembus Pasar Global, Transaksi Capai Rp1,028 Miliar
UMKM Sulawesi Selatan berhasil mencatatkan transaksi Rp1,028 miliar selama rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - UMKM Sulawesi Selatan mencatatkan transaksi Rp1,028 miliar selama rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Tak hanya memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar nasional, sejumlah UMKM Sulsel juga mulai membuka jalan menuju pasar ekspor melalui business matching dengan calon pembeli dari luar negeri.

Capaian tersebut terdiri atas Rp215 juta dari pameran luring dan Rp813 juta dari pameran online. Angka ini menjadi salah satu gambaran semakin terbukanya akses pasar bagi pelaku UMKM Sulsel melalui ajang yang digelar Bank Indonesia tersebut.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki E Wimanda, mengatakan keikutsertaan UMKM daerah dalam KKI diharapkan tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi berlanjut pada perluasan eksposur, akses pasar, dan peluang kemitraan di tingkat nasional maupun global.

“Keikutsertaan UMKM Sulawesi Selatan dalam KKI diharapkan semakin membuka eksposur, akses pasar, dan peluang kemitraan, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkap Rizki.

Pada KKI 2026, tiga UMKM wastra asal Sulawesi Selatan tampil dalam pameran luring, yakni Losari Silk dan Arni Kurnia Silk dari Wajo serta Pio Etnik dari Toraja Utara.

Partisipasi Sulsel juga diperkuat 21 UMKM lainnya dalam pameran KKI Online. Produk yang ditawarkan beragam, mulai dari wastra, ready to wear (RTW), makanan dan minuman olahan, kopi, hingga kriya.

Dari Pameran ke Pasar Ekspor
Peluang UMKM Sulsel untuk menembus pasar internasional turut diperkuat melalui Business Matching (BM) ekspor. Sebanyak tujuh UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan mengikuti 15 sesi BM dengan 10 buyer atau aggregator.

Dari pertemuan tersebut, tercatat enam Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi ekspor sebesar Rp380,75 juta.

Sejumlah kesepakatan mencakup produk kopi Sulawesi Selatan dengan mitra di Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat. Produk lainnya juga memperoleh peluang kerja sama dengan mitra pasar di Singapura.

Capaian ini menunjukkan KKI tidak sekadar menjadi etalase produk UMKM. Bagi pelaku usaha Sulsel, ajang tersebut menjadi pintu masuk menuju jejaring bisnis yang lebih luas, termasuk peluang kerja sama dan ekspor.

KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar
Secara nasional, KKI 2026 ditutup dengan capaian positif. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara tercatat Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025.

Business Matching ekspor juga mencatat nilai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara itu, BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha tumbuh secara berkelanjutan.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di Jakarta, 23 Agustus.

Menurut dia, penguatan ekosistem menjadi penting agar pertumbuhan dan daya saing UMKM tidak berhenti setelah kegiatan promosi atau transaksi berakhir.

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya berpartisipasi secara luring dengan menampilkan produk wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, serta karya kreatif generasi muda.

Ajang ini juga melibatkan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Pengembangan dan perluasan akses pasar UMKM turut didukung jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di dalam negeri dan lima Kantor Perwakilan di luar negeri.

Potensi Daerah Didorong Naik Kelas
Penguatan UMKM dalam KKI 2026 tidak hanya dilakukan melalui promosi produk, tetapi juga pengembangan talenta dan potensi daerah.

Program Cangkir Barista, misalnya, diarahkan untuk mengembangkan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista. Tahun ini, program tersebut menghasilkan enam juara terbaik dan empat juara terfavorit.

Sementara itu, program Citra Nusa menjadi wadah penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor. Program ini menghasilkan lima juara terbaik dan tiga juara terfavorit.

Bagi Sulawesi Selatan, peluang yang terbuka melalui KKI menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi daerah agar tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mampu masuk ke rantai pasar global.

Bank Indonesia Sulawesi Selatan selanjutnya akan menindaklanjuti berbagai peluang dan jejaring yang diperoleh selama KKI 2026 melalui program pengembangan UMKM di daerah.

Dengan penguatan akses pasar, pembiayaan, inovasi, serta jejaring bisnis secara berkelanjutan, semakin banyak UMKM Sulawesi Selatan diharapkan dapat naik kelas, memperluas pasar nasional, dan menjadikan pasar global sebagai tujuan pertumbuhan berikutnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru