AZKO Ajak Masyarakat Bijak Gunakan dan Kelola Baterai
Senin, 24 Agu 2026 08:01
AZKO mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola baterai. Foto: Istimewa
JAKARTA - Baterai menjadi bagian dari banyak perangkat yang digunakan sehari-hari, mulai dari remote, jam, mouse, senter hingga mainan. Namun, setelah masa pakainya berakhir, baterai menjadi bagian dari limbah elektronik yang perlu dikelola dengan tepat.
AZKO, brand di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) atau ACES, mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola baterai.
Langkah tersebut dapat dimulai sejak memilih baterai, memperpanjang masa pakai, hingga memastikan baterai yang sudah tidak digunakan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang tepat.
Salah satu cara mengurangi penggunaan baterai sekali pakai adalah menggunakan baterai rechargeable atau baterai yang dapat diisi ulang.
AZKO menyediakan sejumlah pilihan baterai rechargeable, salah satunya KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh. Produk tersebut diklaim memiliki tingkat pengosongan daya yang rendah, masa simpan hingga lima tahun, serta bebas kadmium dan merkuri.
Dengan ukuran AA, baterai tersebut dapat digunakan pada berbagai perangkat sehari-hari, seperti remote control, jam, mainan, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter, hingga sejumlah peralatan rumah tangga.
Penggunaan baterai yang dapat diisi ulang dapat membantu mengurangi frekuensi pembelian baterai sekali pakai dan menekan timbulan limbah baterai.
Maksimalkan Masa Pakai
Masa pakai baterai juga dapat diperpanjang dengan memastikan proses pengisian dan kondisi baterai dilakukan dengan tepat.
AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus. Charger tersebut dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai penuh serta indikator LED untuk memantau proses pengisian.
Charger tersebut kompatibel dengan baterai D, C, AA, AAA, dan 9V.
AZKO juga menyediakan KRISBOW Baterai Tester untuk memeriksa kondisi baterai berukuran AA, AAA, C, D, dan 9V.
Alat tersebut dilengkapi pointer dan skala tiga warna untuk menunjukkan kondisi baterai, mulai dari masih baik, lemah, hingga perlu diganti.
Dengan memeriksa kondisi baterai terlebih dahulu, pengguna dapat menghindari penggantian baterai yang belum diperlukan.
Baterai Bekas Masuk Limbah Elektronik
Setelah tidak dapat digunakan lagi, baterai termasuk sampah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 yang memasukkan baterai sel kering lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai contoh barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.
Karena itu, baterai bekas sebaiknya dipilah dan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai, bukan dibuang bersama sampah rumah tangga.
World Health Organization (WHO) dalam laporan Throwing Away Our Health (2025) juga menyebut baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri, lithium, dan kadmium.
Jika tidak dikelola dengan tepat, bahan tersebut dapat mencemari udara, tanah, dan air. Paparan bahan berbahaya dari limbah elektronik juga dikaitkan dengan risiko gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.
Baterai Bekas Bisa Disalurkan ke BISA BAIK
Untuk membantu masyarakat menyalurkan limbah elektronik, AZKO menyediakan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik).
Program tersebut telah berjalan sejak 2023 dan menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota.
Wilayah tersebut antara lain Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Palembang, Bali, Manado, dan Banjarmasin.
Dropbox BISA BAIK menerima berbagai jenis sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, AZKO memberikan tambahan diskon 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan bagi pelanggan yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan komitmen keberlanjutan perusahaan tidak berhenti ketika produk selesai digunakan.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakannya secara lebih bijak, sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO. Melalui upaya ini, kami ingin mendorong kesadaran dan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, baik dari sisi konsumen maupun kami sebagai penyedia produk,” ucap Melinda.
Penggunaan baterai secara bijak, pemeriksaan kondisi sebelum mengganti, serta penyaluran baterai yang sudah tidak terpakai melalui jalur pengelolaan yang tepat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi dampak limbah elektronik terhadap lingkungan.
AZKO, brand di bawah naungan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) atau ACES, mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola baterai.
Langkah tersebut dapat dimulai sejak memilih baterai, memperpanjang masa pakai, hingga memastikan baterai yang sudah tidak digunakan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang tepat.
Salah satu cara mengurangi penggunaan baterai sekali pakai adalah menggunakan baterai rechargeable atau baterai yang dapat diisi ulang.
AZKO menyediakan sejumlah pilihan baterai rechargeable, salah satunya KRISBOW Baterai Rechargeable AA Set 4 pcs dengan kapasitas 2.500 mAh. Produk tersebut diklaim memiliki tingkat pengosongan daya yang rendah, masa simpan hingga lima tahun, serta bebas kadmium dan merkuri.
Dengan ukuran AA, baterai tersebut dapat digunakan pada berbagai perangkat sehari-hari, seperti remote control, jam, mainan, kamera digital, wireless keyboard dan mouse, game controller, senter, hingga sejumlah peralatan rumah tangga.
Penggunaan baterai yang dapat diisi ulang dapat membantu mengurangi frekuensi pembelian baterai sekali pakai dan menekan timbulan limbah baterai.
Maksimalkan Masa Pakai
Masa pakai baterai juga dapat diperpanjang dengan memastikan proses pengisian dan kondisi baterai dilakukan dengan tepat.
AZKO menyediakan KRISBOW Charger Baterai Universal 6 Slot yang dapat mengisi hingga enam baterai sekaligus. Charger tersebut dilengkapi sistem auto cut-off yang menghentikan pengisian ketika baterai penuh serta indikator LED untuk memantau proses pengisian.
Charger tersebut kompatibel dengan baterai D, C, AA, AAA, dan 9V.
AZKO juga menyediakan KRISBOW Baterai Tester untuk memeriksa kondisi baterai berukuran AA, AAA, C, D, dan 9V.
Alat tersebut dilengkapi pointer dan skala tiga warna untuk menunjukkan kondisi baterai, mulai dari masih baik, lemah, hingga perlu diganti.
Dengan memeriksa kondisi baterai terlebih dahulu, pengguna dapat menghindari penggantian baterai yang belum diperlukan.
Baterai Bekas Masuk Limbah Elektronik
Setelah tidak dapat digunakan lagi, baterai termasuk sampah elektronik yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Permen LHK Nomor 9 Tahun 2024 yang memasukkan baterai sel kering lithium, non-lithium, dan sel basah sebagai contoh barang elektronik rusak dan/atau tidak digunakan lagi yang mengandung B3.
Karena itu, baterai bekas sebaiknya dipilah dan disalurkan melalui jalur pengelolaan yang sesuai, bukan dibuang bersama sampah rumah tangga.
World Health Organization (WHO) dalam laporan Throwing Away Our Health (2025) juga menyebut baterai sebagai salah satu jenis sampah elektronik yang dapat mengandung bahan kimia berbahaya, termasuk logam berat seperti timbal, merkuri, lithium, dan kadmium.
Jika tidak dikelola dengan tepat, bahan tersebut dapat mencemari udara, tanah, dan air. Paparan bahan berbahaya dari limbah elektronik juga dikaitkan dengan risiko gangguan perkembangan saraf dan kognitif pada anak-anak.
Baterai Bekas Bisa Disalurkan ke BISA BAIK
Untuk membantu masyarakat menyalurkan limbah elektronik, AZKO menyediakan program BISA BAIK (Bersama Atasi Sampah Barang Elektronik).
Program tersebut telah berjalan sejak 2023 dan menyediakan dropbox di 24 toko AZKO yang tersebar di 17 kota.
Wilayah tersebut antara lain Jakarta, Medan, Surabaya, Semarang, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Makassar, Balikpapan, Palembang, Bali, Manado, dan Banjarmasin.
Dropbox BISA BAIK menerima berbagai jenis sampah elektronik dari berbagai merek, termasuk baterai dan perangkat elektronik lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, AZKO memberikan tambahan diskon 10 persen untuk pembelian produk elektronik pilihan bagi pelanggan yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Head of Corporate Communications & Sustainability PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Melinda Pudjo, mengatakan komitmen keberlanjutan perusahaan tidak berhenti ketika produk selesai digunakan.
“Bagi kami, komitmen keberlanjutan berarti bertanggung jawab atas produk yang kami hadirkan, tidak hanya saat digunakan, tetapi hingga akhir masa pakainya. Karena itu, kami berupaya menghadirkan pilihan produk yang membantu masyarakat menggunakannya secara lebih bijak, sekaligus menyediakan akses penyaluran bagi perangkat elektronik yang sudah tidak terpakai melalui BISA BAIK dengan AZKO. Melalui upaya ini, kami ingin mendorong kesadaran dan kebiasaan yang lebih bertanggung jawab, baik dari sisi konsumen maupun kami sebagai penyedia produk,” ucap Melinda.
Penggunaan baterai secara bijak, pemeriksaan kondisi sebelum mengganti, serta penyaluran baterai yang sudah tidak terpakai melalui jalur pengelolaan yang tepat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi dampak limbah elektronik terhadap lingkungan.
(MAN)
Berita Terkait
Lifestyle
Berkebun dari Rumah, Cara Sederhana Wujudkan Hidup Berkelanjutan Bersama AZKO
Pernah membayangkan memasak menggunakan cabai atau bayam yang dipetik langsung dari rumah sendiri? Tidak perlu lahan yang luas untuk memulainya.
Senin, 20 Jul 2026 08:33
Ekbis
AHI Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Setujui Pembagian Dividen Rp548 Miliar
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp548,02 miliar atau Rp32,01 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.
Kamis, 11 Jun 2026 12:10
News
AZKO Day Jadi Momen Perkenalan di Makassar dengan Berbagai Promo Menarik
Ajang AZKO Day menjadi momentum PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), memperkenalkan identitas dan transformasi baru mereknya. Ajang ini digelar di AZKO Living Plaza Latanete, Makassar, pada Sabu-Minggu (8-9/02/2025).
Jum'at, 07 Feb 2025 20:18
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
AZKO Ajak Masyarakat Bijak Gunakan dan Kelola Baterai
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
Samsung B2B Dorong Transformasi Digital Pemerintahan di HGS Day 2026 Makassar
4
BKKBN Sulsel Kolaborasi LAZ Hadji Kalla Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
5
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
AZKO Ajak Masyarakat Bijak Gunakan dan Kelola Baterai
2
Tujuh UMKM Sulsel Buka Jalan ke Pasar Global di KKI 2026
3
Samsung B2B Dorong Transformasi Digital Pemerintahan di HGS Day 2026 Makassar
4
BKKBN Sulsel Kolaborasi LAZ Hadji Kalla Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
5
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026