BKKBN Sulsel Kolaborasi LAZ Hadji Kalla Bedah Rumah Keluarga Resiko Stunting
Minggu, 23 Agu 2026 23:23
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi KRS di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo. Foto: Istimewa
GOWA - Upaya percepatan penurunan stunting kembali diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Di Kabupaten Gowa, ikhtiar tersebut diwujudkan melalui pembangunan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat bagi anak.
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama Yayasan Hadji Kalla melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla merealisasikan program Bedah Rumah Layak Huni/Rumah Sehat bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi KRS di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Minggu (23/8/2026).
Turut dihadiri dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa Sofyan Daud, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kamaruddin Samad, Camat Bontonompo Syahrir Salam, Lurah Bontonompo Syarifuddin, serta Kepala Desa Manjapai Baharuddin.
Fatmawati menyebutkan persoalan stunting tidak dapat dilihat hanya dari sisi asupan gizi. Kondisi rumah, sanitasi, pola asuh, akses layanan kesehatan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga turut menentukan tumbuh kembang anak.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah daerah, desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita perkuat,” tegas Fatmawati.
Ia menekankan, GENTING tidak sebatas menghadirkan bantuan bagi keluarga berisiko stunting. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan memastikan keluarga sasaran mendapatkan dukungan secara berkelanjutan.
“GENTING bukan hanya tentang memberikan bantuan. Ini adalah gerakan untuk membangun kepedulian dan memastikan keluarga berisiko stunting tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Melalui dukungan LAZ Hadji Kalla, 10 keluarga berisiko stunting di Sulawesi Selatan mendapatkan bantuan bedah rumah senilai Rp40 juta per sasaran, dengan total bantuan mencapai Rp400 juta, dimana di Kabupaten Gowa ada 2 rumah yang akan dibedah.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, terutama dari aspek sanitasi, kebersihan, dan kenyamanan keluarga.
“Rumah sehat bukan sekadar tempat tinggal. Di sinilah anak tumbuh, mendapatkan pengasuhan, belajar hidup bersih, dan membangun masa depannya. Karena itu, membangun rumah bagi keluarga berisiko stunting adalah bagian dari investasi kita untuk generasi mendatang,” kata Fatmawati.
“Stunting tidak cukup kita tangani ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Kita harus bergerak dari hulu, memastikan keluarga memiliki lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, asupan gizi yang cukup, dan pola asuh yang tepat,” jelasnya.
Data SSGI menunjukkan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih menjadi tantangan. Pada 2023 angkanya tercatat 27,4 persen, kemudian menurun menjadi 23,3 persen pada 2024. Penurunan tersebut menjadi sinyal positif, namun masih membutuhkan kerja bersama agar tren perbaikan terus berlanjut.Kolaborasi dengan LAZ Hadji Kalla menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan masyarakat dan dunia usaha dapat diterjemahkan menjadi intervensi nyata bagi keluarga sasaran.
“Ketika pemerintah, dunia usaha, legislatif, pemerintah desa dan masyarakat bergerak dalam satu tujuan, kita bisa menghadirkan solusi yang langsung dirasakan keluarga. Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi membangun masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan bersama Yayasan Hadji Kalla melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla merealisasikan program Bedah Rumah Layak Huni/Rumah Sehat bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan rumah bagi KRS di Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Minggu (23/8/2026).
Turut dihadiri dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa Sofyan Daud, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kamaruddin Samad, Camat Bontonompo Syahrir Salam, Lurah Bontonompo Syarifuddin, serta Kepala Desa Manjapai Baharuddin.
Fatmawati menyebutkan persoalan stunting tidak dapat dilihat hanya dari sisi asupan gizi. Kondisi rumah, sanitasi, pola asuh, akses layanan kesehatan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga turut menentukan tumbuh kembang anak.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Penurunan stunting membutuhkan gotong royong dari dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah daerah, desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita perkuat,” tegas Fatmawati.
Ia menekankan, GENTING tidak sebatas menghadirkan bantuan bagi keluarga berisiko stunting. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian dan memastikan keluarga sasaran mendapatkan dukungan secara berkelanjutan.
“GENTING bukan hanya tentang memberikan bantuan. Ini adalah gerakan untuk membangun kepedulian dan memastikan keluarga berisiko stunting tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Melalui dukungan LAZ Hadji Kalla, 10 keluarga berisiko stunting di Sulawesi Selatan mendapatkan bantuan bedah rumah senilai Rp40 juta per sasaran, dengan total bantuan mencapai Rp400 juta, dimana di Kabupaten Gowa ada 2 rumah yang akan dibedah.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, terutama dari aspek sanitasi, kebersihan, dan kenyamanan keluarga.
“Rumah sehat bukan sekadar tempat tinggal. Di sinilah anak tumbuh, mendapatkan pengasuhan, belajar hidup bersih, dan membangun masa depannya. Karena itu, membangun rumah bagi keluarga berisiko stunting adalah bagian dari investasi kita untuk generasi mendatang,” kata Fatmawati.
“Stunting tidak cukup kita tangani ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Kita harus bergerak dari hulu, memastikan keluarga memiliki lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, asupan gizi yang cukup, dan pola asuh yang tepat,” jelasnya.
Data SSGI menunjukkan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih menjadi tantangan. Pada 2023 angkanya tercatat 27,4 persen, kemudian menurun menjadi 23,3 persen pada 2024. Penurunan tersebut menjadi sinyal positif, namun masih membutuhkan kerja bersama agar tren perbaikan terus berlanjut.Kolaborasi dengan LAZ Hadji Kalla menjadi salah satu contoh bagaimana dukungan masyarakat dan dunia usaha dapat diterjemahkan menjadi intervensi nyata bagi keluarga sasaran.
“Ketika pemerintah, dunia usaha, legislatif, pemerintah desa dan masyarakat bergerak dalam satu tujuan, kita bisa menghadirkan solusi yang langsung dirasakan keluarga. Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tetapi membangun masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
News
Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Bersama Mitra Pentahelix
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, menggelar Sarasehan Kemitraan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
Kamis, 08 Okt 2026 19:14
News
Wagub Sulsel Dorong Intervensi Stunting Berbasis Data dan Kolaborasi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencan menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Semester I Tahun 2026 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (7/10/2026)
Rabu, 07 Okt 2026 18:35
Sulsel
BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi Lima Program Prioritas dengan Pemkab Toraja Utara
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, melakukan audiensi dengan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong.
Rabu, 30 Sep 2026 15:32
Sulsel
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
Upaya memastikan alat dan obat kontrasepsi (Alkon) tersedia dan dapat digunakan secara tepat dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus diperkuat.
Rabu, 30 Sep 2026 13:03
News
PIK-R Sekolah Rakyat Dorong Remaja Jadi Penggerak Generasi Unggul
Upaya memperkuat ketahanan remaja dan membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki perencanaan masa depan terus dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Senin, 28 Sep 2026 18:00
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Realisasi PAD Maros Capai 82,23 Persen, Tersisa Rp61,5 Miliar dari Target