BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi Lima Program Prioritas dengan Pemkab Toraja Utara
Rabu, 30 Sep 2026 15:32
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, melakukan audiensi dengan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong. Foto: Istimewa
TORAJA UTARA - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, melakukan audiensi dengan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong. Pertemuan tersebut membahas penguatan Program Bangga Kencana sekaligus sinergi pelaksanaan lima program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di Kabupaten Toraja Utara.
Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Toraja Utara Yohanis Moni’, Sekretaris Dinas Paulina Patayanan, Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Keuangan Perwakilan BKKBN Sulsel Nur Akhmad Albar, serta Ketua Tim Kerja Umum, Humas dan Protokol Andi Munandar Anwar.
Dalam pertemuan tersebut, Fatmawati menyampaikan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan keluarga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Menurut Fatmawati, GENTING dibangun dengan semangat gotong royong. Program ini membuka ruang bagi masyarakat, dunia usaha, lembaga filantropi maupun pihak lainnya untuk mengambil bagian membantu keluarga yang berisiko stunting.
“GENTING ini gerakan gotong royong. Kita mengajak orang tua asuh, dunia usaha, filantropi dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama membantu keluarga berisiko stunting,” ujar Fatmawati.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak hanya berbentuk pemberian makanan atau bantuan gizi. Intervensi juga dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan keluarga, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, akses air bersih, sanitasi, maupun dukungan kesehatan dan imunisasi.
“Jadi bukan hanya soal makanan. Ada banyak faktor yang memengaruhi stunting, mulai dari gizi, kondisi rumah, sanitasi, air bersih sampai akses terhadap layanan kesehatan. Karena itu penanganannya harus dilakukan bersama,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Fatmawati juga memperkenalkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA dan SAKINA Super Apps. Kelima program tersebut menyasar berbagai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, pemberdayaan lansia hingga pemanfaatan teknologi digital.
GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) diarahkan untuk memperkuat gotong royong masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting.
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
mendorong tersedianya dukungan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas, terutama bagi keluarga dengan orang tua yang bekerja.Sementara GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Menurut Fatmawati, kehadiran ayah tidak sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga hadir dalam aktivitas anak sehari-hari.
“Jangan semua urusan keluarga dibebankan kepada perempuan. Ayah juga harus hadir, mendampingi dan memberikan teladan kepada anak,” kata Fatmawati.
Program berikutnya adalah SIDAYA (Lansia Berdaya) yang diarahkan untuk mendorong lansia tetap sehat, aktif, produktif dan berdaya di tengah keluarga serta lingkungan masyarakat.
Sedangkan SAKINA Super Apps (Super Apps Keluarga Indonesia) menjadi bagian dari transformasi digital untuk memudahkan keluarga memperoleh informasi dan layanan yang berkaitan dengan pembangunan keluarga.
Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menyambut baik penguatan program pembangunan keluarga tersebut. Dalam audiensi, Frederik turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun kedekatan antara orang tua dan anak sejak dini.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam kehidupan anak bukan hanya soal memberikan kebutuhan materi, tetapi juga menyediakan waktu untuk bersama anak.
Ia menceritakan pengalamannya sendiri dalam membangun kedekatan dengan anak melalui aktivitas sederhana, termasuk bermain bersama.
Menurutnya, kebiasaan meluangkan waktu bersama anak sejak kecil dapat membangun kedekatan emosional yang terus terbawa hingga anak dewasa.
Ia juga menilai keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta kedekatan emosional dalam keluarga. Karena itu, semangat GATI dinilai relevan untuk terus diperkuat di tengah masyarakat.
Bagi BKKBN, sinergi dengan pemerintah daerah seperti Toraja Utara menjadi bagian penting dalam memastikan program tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan keluarga di lapangan.
Melalui audiensi tersebut, Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan menuju terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan Indonesia Emas 2045.
Audiensi turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Toraja Utara Yohanis Moni’, Sekretaris Dinas Paulina Patayanan, Ketua Tim Kerja Perencanaan dan Keuangan Perwakilan BKKBN Sulsel Nur Akhmad Albar, serta Ketua Tim Kerja Umum, Humas dan Protokol Andi Munandar Anwar.
Dalam pertemuan tersebut, Fatmawati menyampaikan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, dunia usaha, masyarakat, komunitas, hingga individu yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan keluarga.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penguatan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Menurut Fatmawati, GENTING dibangun dengan semangat gotong royong. Program ini membuka ruang bagi masyarakat, dunia usaha, lembaga filantropi maupun pihak lainnya untuk mengambil bagian membantu keluarga yang berisiko stunting.
“GENTING ini gerakan gotong royong. Kita mengajak orang tua asuh, dunia usaha, filantropi dan stakeholder lainnya untuk bersama-sama membantu keluarga berisiko stunting,” ujar Fatmawati.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak hanya berbentuk pemberian makanan atau bantuan gizi. Intervensi juga dapat diarahkan pada berbagai kebutuhan keluarga, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, akses air bersih, sanitasi, maupun dukungan kesehatan dan imunisasi.
“Jadi bukan hanya soal makanan. Ada banyak faktor yang memengaruhi stunting, mulai dari gizi, kondisi rumah, sanitasi, air bersih sampai akses terhadap layanan kesehatan. Karena itu penanganannya harus dilakukan bersama,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, Fatmawati juga memperkenalkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA dan SAKINA Super Apps. Kelima program tersebut menyasar berbagai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, pengasuhan anak, keterlibatan ayah, pemberdayaan lansia hingga pemanfaatan teknologi digital.
GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) diarahkan untuk memperkuat gotong royong masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting.
TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
mendorong tersedianya dukungan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas, terutama bagi keluarga dengan orang tua yang bekerja.Sementara GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Menurut Fatmawati, kehadiran ayah tidak sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, tetapi juga hadir dalam aktivitas anak sehari-hari.
“Jangan semua urusan keluarga dibebankan kepada perempuan. Ayah juga harus hadir, mendampingi dan memberikan teladan kepada anak,” kata Fatmawati.
Program berikutnya adalah SIDAYA (Lansia Berdaya) yang diarahkan untuk mendorong lansia tetap sehat, aktif, produktif dan berdaya di tengah keluarga serta lingkungan masyarakat.
Sedangkan SAKINA Super Apps (Super Apps Keluarga Indonesia) menjadi bagian dari transformasi digital untuk memudahkan keluarga memperoleh informasi dan layanan yang berkaitan dengan pembangunan keluarga.
Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menyambut baik penguatan program pembangunan keluarga tersebut. Dalam audiensi, Frederik turut berbagi pengalaman mengenai pentingnya membangun kedekatan antara orang tua dan anak sejak dini.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam kehidupan anak bukan hanya soal memberikan kebutuhan materi, tetapi juga menyediakan waktu untuk bersama anak.
Ia menceritakan pengalamannya sendiri dalam membangun kedekatan dengan anak melalui aktivitas sederhana, termasuk bermain bersama.
Menurutnya, kebiasaan meluangkan waktu bersama anak sejak kecil dapat membangun kedekatan emosional yang terus terbawa hingga anak dewasa.
Ia juga menilai keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, serta kedekatan emosional dalam keluarga. Karena itu, semangat GATI dinilai relevan untuk terus diperkuat di tengah masyarakat.
Bagi BKKBN, sinergi dengan pemerintah daerah seperti Toraja Utara menjadi bagian penting dalam memastikan program tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan keluarga di lapangan.
Melalui audiensi tersebut, Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana dan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN, dengan menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan menuju terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan Indonesia Emas 2045.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Perkuat Layanan KB, BKKBN Sulsel Ajak Fasyankes Toraja Utara Penguatan Tata Kelola Alkon
Upaya memastikan alat dan obat kontrasepsi (Alkon) tersedia dan dapat digunakan secara tepat dalam pelayanan Keluarga Berencana (KB) terus diperkuat.
Rabu, 30 Sep 2026 13:03
News
PIK-R Sekolah Rakyat Dorong Remaja Jadi Penggerak Generasi Unggul
Upaya memperkuat ketahanan remaja dan membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki perencanaan masa depan terus dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Senin, 28 Sep 2026 18:00
Sulsel
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
Upaya membangun keluarga berkualitas terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) bersama mitra Komisi IX DPR RI
Sabtu, 26 Sep 2026 17:54
News
Perkuat Akuntabilitas melalui Pengendalian Penilaian Intern Pelaporan Keuangan
Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat penerapan Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan (PIPK) guna memastikan pengelolaan dan pelaporan keuangan berjalan lebih tertib, akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Selasa, 22 Sep 2026 15:01
News
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Fatmawati, menerima kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Bone yang dipimpin A Muh Salam Lilo AK dalam rangka memperkuat koordinasi terkait program unggulan dan penanganan stunting, Senin (21/09/2026)
Senin, 21 Sep 2026 19:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Bantaeng Dorong Pengelolaan Lingkungan untuk Raih Adipura
2
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
3
Siswa SD Maros Juara Panahan Tradisional Sulsel
4
3 DPO Kasus Penyiraman Cabai di Jeneponto Ditangkap
5
Beasiswa Pemkab Luwu Timur Bantu Tiga Anak Satu Keluarga Jadi Sarjana